Bagian-bagian Euglena

ASTALOG.COM – Euglena adalah genus dari organisme bersel tunggal pada ordo Protozoa. Euglena memiliki karakteristik seperti hewan dan tumbuhan serta masuk ke dalam divisi dari ganggang Euglenophyta. Berdasarkan catatan sejarah, Euglena diperkirakan mulai hidup setelah 500 juta tahun yang lalu pada zaman primitif, dimana genus ini pertama kali ditemukan oleh Antoni van Leeuwenhoek yang berasal dari Austria pada tahun 1660. 

Selanjutnya, Melvin Calvin kemudian meneliti proses fotosintesis dengan menggunakan Euglena dan menemukan siklus Calvin yang terjadi pada fotosintesis pada tahun 1950-an. Selain itu, NASA meneliti pertumbuhan Euglena di luar angkasa pada tahun 1970-an. NASA melakukan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan Euglena dalam mengubah karbondioksida dari astronot menjadi oksigen dengan bantuan sinar matahari.

Ciri-ciri Khusus Euglena

  1. Euglena dapat berubah bantuk menjadi memanjang, hal ini terjadi karena dinding selnya tidak “berdinding kaku”.
  2. Euglena memiliki ukuran sangat kecil, yaitu panjangnya hanya sekitar 0,05mm.
  3. Euglena memiliki sifat seperti hewan, yaitu dapat bergerak dan berenang seperti layaknya hewan.
  4. Euglena memiliki sifat seperti tumbuhan, yaitu dapat membuat makanan sendiri dengan menggunakan kloroplas.
  5. Euglena memproduksi makanan sendiri dengan bantuan sinar matahari yang dapat dideteksi oleh Euglena dengan menggunakan eyesspot berwarna merah yang dimilikinya.
  6. Euglena biasanya hidup di air tawar atau air payau yang mengandung banyak bahan organik.
  7. Jenis Euglena yang memiliki zat warna bijau dan merah banyak berkembang di kawasan kolam atau danau.
  8. Euglena dapat tumbuh dengan baik dengan bantuan sinar matahari, air, karbondioksida dan pupuk.
  9. Euglena dapat bertahan dan tetap tumbuh pada konsentrasi karbondioksida yang tinggi, bahkan dalam konsentrasi 1000 kali dari udara normal.
  10. Euglena dapat hidup secara autotrop maupun secara heterotrop. Pada saat sinar matahari mencukupi, Euglena melakukan fotosintesis. Tetapi bila tidak terdapat sinar matahari, Euglena mengambil zat organik yang terlarut di sekitarnya. Pengambilan zat organik dilakukan dengan cara absorbsi melalui membran sel. Selanjutnya, zat makanan itu dicernakan secara enzimatis di dalam sitoplasma.

Bagian-bagian Tubuh Euglena

Euglena adalah sejenis alga bersel tunggal yang berbentuk lonjong dengan ujung anterior (depan) tumpul dan meruncing pada ujung posterior (belakang).  Setiap sel tubuh Euglena dilengkapi dengan:

  1. Flagel (bulu cambuk) merupakan alat gerak  yang tumbuh pada ujung anterior. Pada ujung anterior ini juga terdapat celah sempit yang memanjang ke arah posterior. Pada bagian posterior, celah ini melebar dan membentuk kantong cadangan atau reservoir. Flagel terbentuk di sisi reservoir.
  2. Di sisi lain dari flagel terdapat stigma (bintik mata) yang berupa titik yang sangat peka terhadap rangsangan sinar matahari.
  3. Tubuh Euglena terlindung oleh selaput pelikel, sehingga bentuk tubuhnya tetap.
  4. Di sebelah dalam selaput pelikel terdapat sitoplasma. Di dalam sitoplasma ini terdapat berbagai organel seperti: plastida, kloroplas, nukleus, vakuola kontraktil, dan vakuola nonkontraktil.

Perkembangbiakan Euglena

Euglena berkembang biak secara vegetatif, yaitu dengan pembelahan biner secara membujur, yaitu suatu pembelahan sederhana sebuah organisme utuh menjadi 2 bagian yang sama yang kemudian tumbuh dan membentuk individu baru. Adapun prosesnya adalah sebagai berikut:

Pembelahan ini dimulai dengan membelahnya nukleus menjadi 2. Selanjutnya flagel dan sitoplasma serta selaput sel juga terbagi menjadi 2. Akhirnya terbentuklah 2 sel Euglena baru.

Pembelahan sel dapat terjadi juga ketika sel bergerak, yang merupakan pembelahan longitudinal dan dimulai pada ujung anterior. Sedangkan, pembelahan pada saat sel tidak bergerak, maka sel akan dikelilingi selubung yang bersifat gelatin. Seringkali sel anak membelah lagi untuk membentuk koloni palmela (bila sang anak gagal keluar dari sel induk, sel-sel anak akan terus membelah sampai mencapai ratusan sel anak dan diselubungi matriks yang gelatinous) yang temporal selama mitosis.

Euglena juga sering kali membentuk kista (sel vegetatif membulat dan berdinding tebal) yang cukup tahan terhadap kondisi buruk sampai beberapa waktu lamanya. Selain itu, Euglena juga bereproduksi secara autogami (fusi antara nukleus sel-sel anak). Inti hasil fusi kemudian membelah meiosis membentuk 4 nukleus yang masing-masing berkembang menjadi sel vegetatif.