Apakah Yang Dimaksud Dengan Seisme dan Apakah Penyebabnya?

Pengertian Seisme.

Seisme adalah kejutan alam yang terasa di permukaan bumi dan berasal dari tubuh bumi. Seisme biasa disebut dengan gempa bumi.
Menurut intensitasnya, ada dua macam gempa bumi, yaitu:
a. Makroseisme, adalah gempa bumi yang intensitasnya besar, dapat diketahui tanpa menggunakan alat
b. Mikroseisme, adalah gempa bumi yang intensitasnya kecil sekali, hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat khusus.

Gempa yang mengguncang permukaan Bumi getarannya dapat dirasakan dalam radius jarak yang jauh. Ini semua karena gempa menciptakan sebuah gelombang yang disebut gelombang seismik (gelombang gempa). Gelombang seismik ini merambat ke segala arah dari sumber atau titik asal gempa di bawah tanah. Gelombang seismik ada yang merambat melalui bagian dalam Bumi dan ada yang merambat sepanjang permukaannya.

Ada tiga jenis gelombang seismik. Gelombang pertama yang mencapai seismograf adalah gelombang primer (P). Gelombang ini mempunyai sifat sama seperti gelombang bunyi yang merambat melalui udara. Gelombang primer (P) merupakan bentuk gelombang tekanan yang merambat melalui batuan dengan memampatkan dan memuaikan batuannya sendiri. Gelombang kedua adalah gelombang sekunder (S) yang merambat menembus batuan dengan gerakan naik turun. Jika gelombang P dan S mencapai permukaan, sebagian berubah menjadi gelombang seismik jenis ketiga yang disebut gelombang permukaan.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan gempa bumi perlu diselidiki, agar akibat yang ditimbulkan dapat diramalkan dan upaya penanggulangan dapat dilakukan. Ilmu yang mempelajari gempa bumi, gelombang-gelombang seismik serta perambatannya disebut seismologi.
Alat untuk mencatat gempa bumi disebut seismograf, dan ada dua macam seismograf, yaitu:
a. Seismograf horizontal, untuk mencatat getaran bumi dari arah horizontal
b. Seismograf vertikal, untuk mencatat getaran bumi dari arah vertikal.

Menurut sumber terjadinya gempa (seisme) dibedakan menjadi 3 yaitu :

1. Gempa Vulkanik, yaitu gempa yang terjadi akibat peristiwa gerakan magma gunung berapi. gempa vulkanik terjadi karena ledakan magma yang menekan dinding gunung, dan tekanan gas yang ada di dalam badan gunung.
2. Gempa runtuhan / gempa terban, yaitu gempa yang terjai akibat tanah runtuh atau berongga. Misalnya aktivitas penambangan.
3. Gempa tektonik, yaitu gempa yang terjadi akibat pergeseran struktur lapisan kulit bumi. Gempa tektonik merupakan gempa yang sangat berbahaya dan menimbulkan banyak korban jiwa. Gempa tektonik dapat terjadi di daratan maupun di lautan. Keduanya sama-sama sangat berbahaya, namun yang sangat mengerikan dan begitu banyak menelan jiwa jika terjadi di lautan akan menimbulkan tsunami. Seperti gempa Aceh tahun 2004 menelan ratusan ribu jiwa, gempa Sendai di Tokyo menimbulan ratusan jiwa dan gempa tsunami lainnya.

Besaran (magnitudo) gempa bumi yang didasarkan pada amplitudo gelombang tektonik dicatat oleh seismograf dengan menggunakan skala Richter. Skala Richter dibuat berdasarkan besarnya energi yang lepas di daerah fokus (episentrum). Skala Richter adalah logaritmis, setiap satu skala perbedaan energi adalah 31,5 kali lebih besar.

Skala Gempa menurut Richter :
* > 8.0 skala richter – Kerusakan total, semua bangunan runtuh, dan merupakan peristiwa bencana besar.
* 7.4 – 7.9 skala richter – kerusakan sangat hebat
* 7.0 – 7.3 skala richter – kerusakan bangunan besar, bangunan runtuh, jembatan, dan rel kereta api rusak
* 6.2 – 6.9 skala richter – bangunan banyak yang rusak
* 5.5 – 6.1 skala richter – terdapat sejaumlah kecil bangunan rusak
* 4.9 – 5.4 skala richter – getaran dirasakan semua orang
* 4.3 – 4.8 skala richter – getaran dirasakan semua orang
* 3.5 – 4.2 skala richter – hanya dirasakan sebagian kecil orang
* 2.0 – 3.4 skala richter – manusia tiadak dapat merasakan hanya dapat dideteksi oleh seismograf

Hal yang perlu kita lakukan agar selamat dari bencana gempa bumi:
a. Sebelum Gempa
– meletakkan barang-barang yang berat di tempat yang aman
– mengetahui dengan pasti tempat keluar-masuk dimana saja kita berada.

b. Saat Gempa
– jangan panik, carilah tempat perlindungan misalnya bawah meja, atau dekat pintu
– jauhi tempat-tempat yang dapat mengakibatkan luka, misalnya pipa, kaca, dll
– jika di luar ruangan, jauhi tempat yang dekat dengan bangunan
– jika berada di dalam mobil, tetap berada di dalam mobil, lalu pinggirkan mobil.

c. Sesudah Gempa
– tetap menggunakan alas kaki.
– memeriksa apabila ada luka yang perlu perawatan dengan segera.
– memeriksa apakah pipa gas bocor atau tidak.
– menyalakan radio, dengarkan pengumuman dari pemerintah
– memeriksa kerusakan bangunan.