Sejarah Tentang Negara Inggris

ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, Inggris (bahasa Inggris: England) adalah sebuah negara yang merupakan bagian dari Britania Raya. Negara ini berbatasan dengan Skotlandia di sebelah utara dan Wales di sebelah barat, Laut Irlandia di barat laut, Laut Keltik di barat daya, serta Laut Utara di sebelah timur dan Selat Inggris, yang memisahkannya dari benua Eropa, di sebelah selatan. Sebagian besar wilayah Inggris terdiri dari bagian tengah dan selatan Pulau Britania Raya di Atlantik Utara.
Inggris juga mencakup lebih dari 100 pulau-pulau kecil seperti Isles of Scilly dan Isle of Wight.

Asal Kata Inggris
Masih dilansir dari wikipedia, nama “Inggris” (England) berasal dari kata Englaland dalam bahasa inggris kuno yang berarti “tanah Angles”.Angles adalah salah satu dari suku-suku Jermanik yang menetap di Britania Raya selama Abad Pertengahan Awal. Suku Angles ini berasal dari semenanjung Angeln di Teluk Kiel, wilayah Laut Baltik.

Geografi Inggris
Topografi Inggris sebagian besar terdiri dari perbukitan dan dataran rendah, terutama di Inggris bagian tengah dan selatan. Dataran tinggi terdapat di bagian utara (misalnya, pegunungan Danau District, Pennines, serta Yorkshire Dales) dan di barat daya (misalnya Dartmoor dan Cotswolds).

Ibu kota Inggris dahulunya adalah Winchester, kemudian digantikan oleh London pada tahun 1066. Saat ini London merupakan daerah metropolitan terbesar di Britania Raya dan zona perkotaan terbesar di Uni Eropa berdasarkan luas wilayah.

Demografi
Dengan jumlah penduduk lebih dari 53 juta jiwa, Inggris adalah negara dengan populasi terpadat di Britania Raya. Jumlah tersebut setara dengan 84% dari total keseluruhan penduduk Britania Raya. Secara personal, Inggris merupakan negara dengan jumlah populasi terbesar keempat di Uni Eropa dan terbesar ke-25 di dunia. Inggris memiliki kepadatan penduduk 407 jiwa per kilometer persegi, terpadat di Uni Eropa setelah Malta.

Bahasa
Bahasa Inggris yang saat ini sudah resmi menjadi bahasa internasional adalah bahasa yang berasal dari inggris yang menjadi bahasa utama di Inggris. Bahasa inggris telah menjadi bahasa ekonomi, pariwisata, dan penerbitan.Meskipun menjadi bahasa internasional, namun tidak ada undang-undang resmi yang mewajibkan bahasa resmi untuk Inggris, namun bahasa Inggris-lah yang umumnya digunakan sebagai bahasa resmi bisnis dan pemerintahan.

Meskipun Inggris adalah negara kecil, terdapat banyak aksen lokal yang saling berbeda. Aksen Inggris secara umum cenderung mengucapkan suatu kata atau kalimat dengan jelas sehingga mudah untuk dipahami dan lebih “terikat” pada grammar.

Sejarah Kemerdekaan Inggris
Sejarah monarki Inggris dapat kita telusuri dari riwayat raja-raja Angles dan Skotlandia. Sejak tahun 1000 muncul sejumlah kerajaan di wilayah Inggris dan Skotlandia yang membentuk pemerintahan monarki pada zaman tersebut. Salah satu raja yang perlu kita ketahui ialah Raja Harold II, yakni raja terakhir Anglo-Saxon. Harold II berkuasa atas Anglo-Saxon sebelum diserang oleh tentara Normandia pada tahun 1066. Terbunuhnya Harold II pada peperangan ini membuat Inggris diambilalih oleh Normandia.
Kejadian-kejadian penting yang mewarnai perkembangan monarki Inggris:

1. Abad IX: Setelah pendudukan bangsa Viking, Kerajaan Anglo-Saxon di Wessex menjadi kerajaan paling berkuasa. Kerajaan ini dipimpin oleh Alfred the Great dan memiliki kekuasaan di wilayah barat Mercia. Alfred the Great bergelar “King of English”. Penerusnya, Athelstan, menjadi raja pertama yang menguasai seluruh kerajaan meskipun bagian-bagian kekuasaannya tetap mempertahankan identitas daerah masing-masing;

2. Abad XI: Inggris mengalami keadaan yang lebih stabil meskipun terlibat dalam peperangan, misalnya dengan Denmark (Danes), yang membuat Denmark berkuasa selama satu generasi;

3. Tahun 1066: Inggris diserang oleh Normandia yang dipimpin oleh William (Duke of Normandy). Penyerangan Normandia ini menyebabkan perubahan politik dan sosial negara Inggris;

4. William (kemudian menjadi William I) digantikan oleh dua orang puteranya, William II dan Henry (kemudian menjadi Henry I). Henry I membuat keputusan kontroversial dengan menunjuk anak perempuannya, Matilda (satu-satunya anak yang lahir hidup) sebagai penerus takhta.

5. Tahun 1135: Setelah kematian Henry I, cucu William I, yaitu Stephen, merebut tahta Inggris dengan dukungan para baron. Hal ini membuat Matilda memberontak. Kekacauan inilah yang memperkenalkan kita pada istilah “Anarchy”; Inggris mengalami masa-masa pahit dan serba tidak menentu.