Gejala Gunung Akan Meletus

Seperti yang dikutip dari Wikipedia, Gunung berapi atau yang biasa disebut dengan gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya dari suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.

Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti: Aliran lava, letusan gunung merapi, aliran lumpur, abu, kebakaran hutan, gas beracun, gelombang tsunami dan gempa bumi.

Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.

Jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya:

1. Stratovolcano.
Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), kadang-kadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi merupakan jenis ini.

2. Perisai.
Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai.

3. Cinder Cone
Merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.

4. Kaldera
Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Gunung Bromo merupakan jenis ini.

Tanda atau Gejala Gunung akan Meletus.
Sesungguhnya alam kadang memberikan tanda sebelum terjadi suatu bencana, namun hanya sebagian orang yang “awas”. Saat gunung akan meletus biasanya akan timbul beberapa pertanda. Apa sajakah? Simak terus artikel berikut ini untuk mengetahuinya.

1. Suhu di Sekitar Gunung Meningkat.
Suhu panas memang memiliki banyak arti, selah satunya tanda bahwa akan turun hujan. Namun suhu panas yang meningkatnya secara berlebihan di sekitar gunung juga merupakan pertanda bahwa akan terjadi bencana gunung meletus.

2. Sumber Air Mengering.
Suhu panas yang meningkat juga bisa mengakibatkan sumber air mengering atau suhu air menjadi lebih hangat.

3. Gemuruh dan Getaran Yang Kuat.
Gunung berapi yang akan meletus biasanya akan menimbulkan gemuruh atau getaran yang terasa sangat kuat. Hal ini disebabkan karena adanya desarakan dari dalam perut gunung yang memaksa keluar dari dalam kawah. Hal itulah yang menjadi penyebabnya terjadinya getaran.

4. Tumbuhan Mulai Layu.
Selain membuat sumber air mengering, suhu panas yang berlebih di sekitar gunung yang akan meletus juga bisa mengakibatkan tanaman menjadi layu atau bahkan mati.

5. Migrasi Hewan.
Salah satu hewan yang akan bermigrasi ketiak gunung akan meletus adalah burung. Beberapa jenis burung yang memang tinggal di daerah pegunungan akan berpindah ketika merasa terancam karena hawa yang tak lagi membuat mereka nyaman.