Apakah Yang Dimaksud Dengan Konsumsi, Produksi, Distribusi dan Contohnya

Manusia merupakan makhluk sosial dengan segala macam kebutuhannya. Mulai dari makan, minum, kehidupan yang layak sebagai manusia, kebutuhan untuk dihargai, disayangi, dijaga, dan lain sebagainya. semua itu sudah menjadi kodrat manusia terlahir dengan segala macam kebutuhannya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia harus berjuang untuk kerja, menghasilkan uang sehingga kebutuhannya tepenuhi. Kebutuhan manusia terbagi menjadi beberpa kelompok, diantaranya kebutuhan menurut intensitasnya (tingkat kepentingannya) yaitu kebutuhan primer, sekunder dan tersier.

Kebutuhan menurut sifatnya yaitu kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan menurut subyeknya meliputi kebutuhan individu dan kebutuhan kelompok. Kebutuhan menurut waktunya yaitu kebutuhan sekarang, kebutuhan masa yang akan datang dan kebutuhan yang mendesak.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut baik barang maupun jasa harus melalui perjuangan dan pengorbanan, baik yang berupa tenaga, waktu dan pikiran. Dengan demikian untuk memenuhi semua kebutuhan manusia harus diadakan melalui kagiatan ekonomi diantaranya kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi.

Dari penjelasan di atas, apabila semua kebutuhan tersebut terpenuhi maka manusia akan hidup makmur, tenang dan tentram. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut baik barang maupun jasa harus melalui perjuangan dan pengorbanan, baik yang berupa tenag, waktu dan pikiran. Dengan demikian untuk memenuhi semua kebutuhan manusia harus diadakan melalui kagiatan ekonomi diantaranya kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi.

1. Produksi.
Istilah produksi dalam bahasa inggris, yaitu production yang berarti menghasilkan atau membuat. Produksi dalam istilah ilmu ekonomi diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk menghasilkan atau mempertinggi nilai kegunaan suatu barang atau jasa. Dari definisi tersebut, ada dua hal pokok yang perlu dipahami dari produksi, yaitu sebagai berikut:
a. Produksi merupakan kegiatan menghasilkan barang atau jasa.
b. Produksi merupakan kegiatan mempertinggi nilai guna suatu barang atau jasa.

Tujuan Produksi.
Produksi barang atau jasa yang dilakukan produsen memiliki empat tujuan, yaitu:
– Menghasilkan barang atau jasa.
– Mendapatkan keuntungan.
– Mengganti barang yang rusak.
– Mencapai kemakmuran.

Faktor-faktor Produksi.
Proses produksi tidak akan berlangsung jika faktor pendukungnya tidak tersedia dan memadai. Faktor-faktor produksi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

– Faktor produksi asli.
Sumber daya alam (natural resources), Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang telah tersedia di alam dan dapat digunakan untuk proses produksi dalam usaha mencapai kemakmuran. Faktor produksi tenaga kerja (labour), segala kemampuan manusia, baik fisik (jasmani) maupun rohani yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah barang atau jasa.

– Faktor produksi turunan.
Faktor produksi modal dan faktor produksi keahlian/kewirausahaan (skill/entrepreneurship).

2. Konsumsi.
Istilah konsumsi berasal dari bahasa Latin, yaitu consumere yang artinya menghabiskan atau menggerogoti. Kemudian, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi consumption yang berarti menghabiskan atau mengurangi. Dalam ilmu ekonomi, para ahli mendefinisikan konsumsi dengan berbagai sudut pandang. Namun pada prinsipnya sama, konsumsi adalah kegiatan yang ditujukan untuk menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa yang dilakukan sekaligus atau bertahap untuk memenuhi kebutuhan. Berdasarkan pengertian tersebut, ada tiga hal pokok yang harus dipahami dari konsumsi, yaitu sebagai berikut:
1) Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa.
2) Konsumsi merupakan kegiatan mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa.
3) Konsumsi merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan.

Faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi:
– Faktor ekonomi yang memengaruhi konsumsi (pendapatan, perkiraan harga, iklan, Harga barang yang bersangkutan, Harga barang lain) dan Faktor nonekonomi yang memengaruhi konsumsi (selera, adat istiadat, mode, jumlah keluarga)

3. Distribusi.
Adalah proses menyalurkan barang atau jasa dalam istilah ekonomi dikenal dengan nama distribusi. Jadi, distribusi adalah setiap kegiatan yang ditujukan menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan. Orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.

Fungsi distribusi
Setiap perusahaan memerlukan kegiatan distribusi. Selain menyalurkan barang atau jasa yang dihasilkan produsen ke konsumen, distribusi juga berfungsi meningkatkan pembangunan dan perekonomian suatu negara. Fungsi lain dari distribusi, yaitu meningkatkan pemerataan hasil-hasil produksi masyarakat suatu negara. Dari kegiatan distribusi, semua pihak akan memperoleh manfaat. Secara umum, distribusi memiliki beberapa fungsi, di antarannya:
1) Menyalurkan barang atau jasa
2) Memecahkan persoalan perbedaan waktu
3) Memecahkan persoalan perbedaan tempat
4) Menyeleksi dan mengelompokkan kombinasi barang atau jasa

Etika Ekonomi Dalam Distribusi.
Seorang distributor dapat memilih bebagai saluran distribusi. Pemilihan saluran distribusi yang tepat dapat menciptakan nilai ekonomis tertentu. Nilai ekonomis adalah perbandingan biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh. Dalam melakukan distribusi, distributor perlu memerhatikan etika ekonomi.

Pertama, memenuhi aspek pemerataan. Artinya, barang atau jasa yang didistribusikan harus merata penyebarannya, tidak terkonsentrasi pada suatu wilayah tertentu. Distributor yang terkonsentrasi pada suatu wilayah dapat menimbulkan ketimpangan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen.

Kedua, harus memerhatikan prinsip keadilan. Artinya, pendistribusian barang atau jasa harus menjangkau semua lapisan masyarakat. Distribusi tidak ditujukan kepada kelompok masyarakat tertentu.