Jenis-Jenis Penyakit pada Hati dan Penyebabnya

ASTALOG.COM – Hati Merupakan salah satu alat ekskresi yang mengeluarkan metabolisme berupa zat empedu. Namun, tahukah kamu jenis-jenis penyakit yang dapat menyerang hati? Dan apa penyebabnya? Berikut ini adalah artikel yang membahas mengenai macam-macam penyakit pada hati dan penyebabnya.

Pengertian Hati

Hati adalah organ terbesar kedua di dalam tubuh (setelah kulit) dan beratnya berkisar 1,25 kg. Ukuran hati cukup besar, kira-kira sebesar bola untuk rugby (American football) atau dengan ukuran panjang sekitar 28 cm. Terletak di bawah rusuk, di bagian kanan atas perut. Karena peran hati sangatlah penting, kerusakan hati yang signifikan biasanya fatal untuk pasien.

Hati merupakan salah satu organ tubuh terpenting, memiliki lebih dari 500 fungsi. Beberapa fungsi hati yang terpenting yaitu:

1. Melawan infeksi
2. Memproses makanan yang telah diserap dari usus
3. Memproduksi getah empedu, senyawa yang berfungsi penting dalam sistem pencernaan makanan
4. Menyimpan zat besi, vitamin dan zat-zat lain yang penting
5. Mengontrol tingkat/kadar lemak, glukosa/gula dan asam amino dalam darah
6. Detoksifikasi atau membuang zat-zat racun dalam tubuh
7. Produksi kolesterol, yang merupakan bahan dasar berbagai hormon penting

Macam-Macam Penyakit pada Hati dan Penyebabnya

Macam-macam penyakit hati perlu untuk anda ketahui karena hati adalah salah satu organ tubuh yang bisa dikatakan penting. Penyakit hati yang lebih dikenal dengan penyakit liver atau hepatitis ini tidak bisa anda entengkan begitu saja karena resiko terbesarnya bisa menyebabkan kematian terhadap penderitanya.

Biasanya, penyakit liver tersebut disebabkan oleh beberapa factor, ada yang karena racun atau toxin, ada juga yang karena pola hidup yang tidak sehat. Nah, jika anda penasaran apa saja jenis-jenis penyakit pada hati, alangkah baiknya anda menyimak informasi yang akan disampaikan berikut ini.

1. Hepatoma

Hepatoma (Karsinoma Hepatodeluler) adalah kanker yang berasal dari sel-sel hati. Hepatoma merupakan kanker hati primer yang paling sering ditemuka. Karsinoma fibrolamelar merupakan jenis hepatoma yang jarang, yang biasanya mengenai dewasa muda. Penyebabnya bukan sirosis, infeksi hepatitis B atau C maupun faktor resiko yang tidak diketahui.

Penyebab dari penyakit hepatoma yaitu seperti bahan-bahan karsinogenik (penyebab kanker) tertentu juga akan menyebabkan hepatoma.

2. Adenoma Hepatoseluler

Yang merupakan tumor hati yang jinak yang sering ditemukan, umumnya banyak terjadi pada wanita dalam usia produktif. Faktor penyebabnya adalah kemungkinan karena salah penggunaan atau efek samping dari pemakaian pil KB yang dapat meningkatkan resiko terjadinya tumor. Namun jenis tumor ini tidak menimbulkan gejala-gejala yang signifikan, dan sebagian besar tumor ini tidak dapat terdeteksi.

Akan tetapi perlu diwaspadai pula apabila terjadi pemecahan pada tumor jenis ini secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan perdarahan hingga ke rongga perut sehingga diperlukan pembedahan darurat pada perut, sebagai salah satu upaya pencegahan sebelum menjadi tumor ganas dan berkembang menjadi kanker hati kronis.

Tumor jinak jenis Adenoma memang sangat jarang berkembang dan tumbuh menjadi tumor ganas, apabila pemakaian alat kontrasepsi dengan Pil KB ini dihentikan.

3. Hemangiona

Hemangioma merupakan jenis tumor hati yang jinak yang terbentuk melalui massa pembuluh darah yang tidak normal. Sekitar 1-5% terjadi pada orang dewasa memiliki hemangioma atau tumor hati yang kecil bagi penderita penyakit hati tanpa menimbulkan gejala.

Jika pada bayi, yang terdiagnosa terserang penyakit atau tumor hati hemangioma ini kemudian tumor jenis ini membesar dan menimbulkan gejala seperti terjadi pembekuan darah yang menyebar luas dan kegagalan hati. Maka perlu dilakukan upaya pembedahan. Unutk mengetahui perkembangan tumor hati jenis ini perlu dilakukan pemeriksaan USG atau CT scan, jika hemangioma kecil tidak menimbulkan gejala maka tidak perlu dilakukan pengobatan yang lebih besar.

Penyakit hati yang digawangi melalui penyakit hepatitis ini, sebelum berkembang menjadi kanker hati, muncul tumor jinak yang kemudian menjadi tumor ganas.