Mengapa Kelelawar Tidur Secara Terbalik?

ASTALOG.COM – Kelelawar termasuk jenis hewan mamalia yang dapat terbang dengan kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap. Kelelawar memiliki suatu ciri khusus yang dimilikinya, yaitu saat tidur, kelelawar memiliki posisi tidur secara terbalik alias menggantung. Kelelawar juga terdiri dari beberapa jenis, diantaranya adalah:

  • Kelelawar vampir
  • Kalong
  • Barong

Klasifikasi Ilmiah Kelelawar

  • Kerajaan (Kingdom) : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas (Class) : Mammalia
  • Infra kelas : Eutheria
  • Super ordo : Laurasiatheria
  • Ordo : Chiroptera

Beberapa Jenis Kelelawar

1. Kelelawar Vampir

Kelelawar vampir adalah jenis kelelawar yang sumber makanannya adalah darah. Ada 3 spesies kelelawar yang mengonsumsi darah, yaitu:

  1. kelelawar vampir biasa (Desmodus rotundus)
  2. kelelawar vampir kaki berbulu (Diphylla ecaudata)
  3. kelelawar vampir sayap putih (Diaemus youngi)

Ketiga spesies kelelawar tersebut berasal dari benua Amerika, dari wilayah-wilayah seperti Mexico, Brasil, Chili, dan Argentina. Keberadaan kelelawar vampir sebenarnya sudah sering diceritakan dalam beberapa kebudayaan, dimana kelelawar vampir mulai dimasukkan dalam cerita vampir ketika hewan ini ditemukan di daratan Amerika Selatan pada abad ke-16.

Kelelawar tersebut dinamakan ‘kelelawar vampir’ berdasarkan cerita vampir dan bukan sebaliknya. Menurut kamus Oxford English, keterlibatan kelelawar vampir dalam beberapa cerita vampir di Inggris dimulai sejak tahun 1734. Walaupun gigitan kelelawar vampir biasanya tidak berbahaya bagi manusia, hewan ini diketahui sering menyerang ternak dan bahkan manusia, dan seringkali meninggalkan tanda berupa 2 bekas gigitan di kulit korbannya.

2. Kalong

Kalong adalah anggota bangsa kelelawar dimana penggunaan kata “kalong” seringkali digunakan dalam  percakapan sehari-hari, walaupun secara ilmiah penggunaan kata ini tidak sepenuhnya tepat, karena tidak semua kelelawar adalah kalong. Kalong terutama merujuk pada kelelawar pemakan buah yang berukuran besar. Dalam bahasa Inggris, kalong biasa dikenal sebagai Giant Fruit Bats atau Flying Foxes.

Kalong menyebar di Asia tropis dan subtropis (termasuk di anak benua India), Australia, Indonesia, pulau-pulau di lepas pantai timur Afrika (tetapi tidak di daratan benuanya), serta di sejumlah kepulauan di Samudra Hindia dan Pasifik. Adapun beberapa ciri khususnya antara lain:

  • Kalong merupakan kelelawar yang berukuran amat besar.
  • Jari pertamanya sangat panjang dan jari keduanya memiliki cakar yang berkembang baik.
  • Tengkoraknya berukuran besar dan memanjang, dengan rangka otak yang berbentuk hampir seperti pipa.
  • Memiliki 3 geraham depan di rahang atas, tetapi yang terdepan sangat kecil dan sering tanggal pada individu yang tua.
  • Tidak mempunyai ekor.

3. Barong

Barong adalah nama sejenis kelelawar pemakan serangga dengan beberapa ciri khusus terutama pada hidungnya berikut ini:

  • Hidung bagian luarnya (daun hidung) memiliki bentuk yang rumit
  • hidungnya terdiri dari 3 bagian utama (anterior, tengah, dan posterior) serta bagian-bagian tambahan.
  • daun hidung anteriornya berbentuk khas membundar dan agak seperti ladam kuda.
  • Berekor pendek sampai sedang, sebagian besar terselubung dalam membran interfemoral (selaput kulit antar paha).
  • Jari kaki no II-IV hanya memiliki 2 tulang jari, bukan 3.

Karena ciri khusus pada hidungnya itu pula maka kelelawar ini disebut sebagai Roundleaf Bat dalam bahasa Inggris.

Alasan Mengapa Kelelawar Tidur Secara Terbalik?

Kelelawar merupakan satu-satunya hewan mamalia yang dapat terbang. Pada malam hari, kelelawar akan menukik di udara sambil menyambar ratusan serangga dan hewan kecil lainnya. Namun pada siang hari, kelelawar hampir tidak bergerak sama sekali, mereka akan melewatkan waktu sepanjang hari dengan cara bergelantungan dalam posisi terbalik di tempat terpencil seperti atap gua, bagian bawah sebuah jembatan atau bagian dalam pohon yang berlubang.

Berikut ini beberapa alasan mengapa kelelawar tidur secara terbalik:

  1. Dengan bergelantungan dalam posisi terbalik, akan menempatkan mereka dalam posisi yang ideal untuk lepas landas ketika mereka akan terbang.
  2. Dengan tidur bergelantungan dalam posisi terbalik di lokasi yang tinggi, mereka akan siap untuk memulai penerbangan kapan pun juga jika mereka harus melarikan diri dari tempat bertengger mereka.
  3. Saat siang hari, sewaktu predator (terutama burung pemangsa) paling aktif, kelelawar akan berada di tempat yang paling sulit dicapai oleh para predator ini. Sehingga memungkinkan mereka aman dari serangan predator sampai malam tiba.
  4. Selain itu juga, sangat sedikit kompetisi untuk memperebutkan tempat-tempat bertengger terbalik ini, karena hewan terbang lainnya tidak memiliki kemampuan untuk bertengger dalam posisi terbalik seperti kelelawar.