Apa yang Dimaksud dengan Kelangkaan?

ASTALOG.COM – Kelangkaan adalah suatu keadaan dimana jumlah barang yang diminta lebih banyak daripada jumlah barang yang ditawarkan. Atau suatu kondisi dimana keinginan manusia tidak terbatas, sedangkan alat pemuas keinginan manusia terbatas.

Selain pengertian diatas, pengertian kelangkaan menurut ilmu ekonomi dibagi menjadi 2 pengertian yaitu:

1. Langka dalam arti tidak cukup dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan manusia, sedangkan benda-benda yang tersedia jumlahnya terbatas. Akibatnya, terjadilah kelangkaan.
2. Langka dalam arti manusia harus melakukan pengorbanan untuk memperolehnya. Keterbatasan alat pemuas kebutuhan disebabkan oleh keterbatasan atau kelangkaan sumber daya ekonomi.

Faktor Penyebab Kelangkaan
Kelangkaan terjadi bukan tanpa alasan tentunya. Ada alasan dibalik terjadinya kelangkaan yaitu:
Faktor Penyebab Kelangkaan Ekonomi :
1. Keterbatasan jumlah benda pemuas kebutuhan yang ada di alam
Di alam telah banyak tersedia banyak benda yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun karena tidak semua benda tersebut dapat segera diperbaharui , maka jumlahnya pun terbatas. Misalnya minyak bumi dan barang-barang tambang lainnya yang memerlukan waktu beribu-ribu tahun untuk memperbaharuinya

2. Kerusakan Sumber Daya Alam akibat ulah manusia
Manusia harus berhati-hati menggunakan SDA yang tersedia. Jangan karena kesalahan manusia, sumber daya yang tersedia menjadi rusak. Misalnya penebangan hutan yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan hutan menjadi gundul dan mengakibatkan banjir.

3. Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah Sumber Daya yang ada
Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah Sumber Daya terjadi karena kekurangan ilmu pengetahuan dan teknologi, modal dan faktor-faktor yang lain

4. Peningkatan Kebutuhan manusia yang lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan penyediaan sarana kebutuhan
Inti masalah ekonomi adalah bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan alat atau benda yang jumlahnya terbatas.

Upaya Menurunkan Tingkan Kelangkaan
Usaha yang dapat dilakukan manusia untuk mengatasi kelangkaan sumber daya sebagai berikut:
1. Menyusun Skala Prioritas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan skala prioritas sebagai berikut:
a. Tingkat Urgensi/ kepentingan
b. Kesempatan yang dimiliki
c. Pertimbangan masa depan.
d. Kemampuan diri.
e. Menggunakan barang pengganti, contohnya minyak tanah diganti dengan arang atau kayu bakar.
e. Melakukan penghematan penggunaan sumber daya.

2. Pemanfaatan sumber daya secara efektif dan effisien.
Cara memanfaatkan daya secara efektif dan efisien serta menggali yang belum dimanfaatkan, sebagai berikut:
a. Mengubah bentuk benda untuk meningkatkan nilai hasil.
b. Mengombinasikan kegunaan benda.
c. Memperbaiki barang yang rusak.
d. Mendaur ulang barang bekas untuk dijadikan barang yang bernilai guna.
e. Mengadakan tebang pilih dalam pemanfaatan hasil hutan dan mengadakan reboisasi.
f. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
g. Mengelola mendayagunakan sumber daya secara tepat.

Dampak Kelangkaan
Terjadinya kelangkaan sumber daya alam mempunyai dmapak terhadap perekonomian. Di bawah ini beberapa dampak terhadap perekonomian.

1. Tingkat produksi yang menurun.
Di dalam sistem produksi alam sebagai input produksi. Semakin besar sumberdaya alam maka akan berpengaruh pula pada cadangan / bahan mentah yang akan diproduksi. Sebaliknya, jika sumber daya alam semakin berkurang/langka maka hasil produksi juga semakin sedikit.

2. Menurunnya pendapatan masyarakat.
Hal ini juga terkait pada tingkat produksi di atas. Jika dalam perusahaan mengalami tingkat produksi turun, secara otomatis tenaga kerja yang dibutuhkan juga sedikit, sehingga akan terjadi pemberhentian tenaga keja(PHK). Hal ini mengakibatkan terjadinya pengangguran atau turunnya pendapatan masyarakat.

3. Naiknya harga- harga .
Sumber daya alam yang langka mempengaruhi tingkat produksi, sehingga jika sumber daya alam tersedia sedikit, maka tersedianya barang yang diproduksi juga sedikit. Hal ini menimbulkan pada harga barang yang diproduksi tersebut. Kenaikan harga karena yang diproduksi hanya sedikit. Atau dengan kata lain permintaan lebih besar dari pada penawaran.