Buatlah Percakapan dalam Bahasa Mandarin

ASTALOG.COM – Akhir-akhir ini banyak kabar yang berhembus kalau Bahasa Mandarin akan dijadikan sebagai bahasa Internasional yang serupa dengan status yang disandang Bahasa Inggris.

Tidak heran, beberapa sekolah sudah mulai memasukkan mata pelajaran Bahasa Mandarin untuk membekali para siswa dan siswi untuk lebih akrab lagi dengan bahasa ini.

Bahasa Mandarin tidaklah sesulit dan serumiy Bahasa Inggris. Bahasa Mandarin tidak memiliki banyak tata bahasa seperti bahasa Inggris. Bahasa Mandarin sama seperti bahasa Indonesia, memiliki tata bahasa yang sederhana.

Sebelum mengarah pada contoh Bahasa Mandarin, sedikit penjelasan singkat mengenai Bahasa Mandarin yang dilansir dari wikipedia.

Bahasa Mandarin (Tradisional: 北方話, Sederhana: 北方话, Hanyu Pinyin: Běifānghuà, harafiah: “bahasa percakapan Utara” atau 北方方言 Hanyu Pinyin: Běifāng Fāngyán, harafiah: “dialek Utara”) adalah dialek Bahasa Tionghoa yang dituturkan di sepanjang utara dan barat daya Republik Rakyat Tiongkok.  Kata “Mandarin”, dalam bahasa Inggris (dan mungkin juga Indonesia), digunakan untuk menerjemahkan beberapa istilah Cina yang berbeda yang merujuk kepada kategori-kategori bahasa Tionghoa lisan.

Kata “mandarin” dalam bahasa Indonesia sendiri diserap dari bahasa Inggris yang mendeskripsikan bahasa Tionghoa juga sebagai bahasa Mandarin. Namun sebenarnya, kata “Mandarin” ini diserap bahasa Inggris dari Portugis mandarim, yang berasal dari Melayu [ˈməntəri]menteri.

Sumber yang lain menyebutkan Mandarin secara harfiah berasal dari sebutan orang asing kepada pembesar-pembesar Dinasti Qing pada zaman dulu. Dinasti Qing adalah dinasti yang didirikan oleh suku Manchu, sehingga pembesar-pembesar kekaisaran biasanya disebut sebagai Mandaren (Hanzi: 滿大人) yang berarti “Pembesar Manchu”. Dari sini, bahasa yang digunakan oleh para pejabat Manchu waktu itu juga disebut sebagai “bahasa Mandaren”. Penulisannya berevolusi menjadi “Mandarin” di kemudian hari.

Contoh Percakapan Bahasa Mandarin

A : 你怎么了?

A: Nǐ zěnme le?

A: Kamu kenapa?

B : 我心情很不好

B: Wǒ xīnqíng hěn bù hǎo

B : lagi bete nih…

A : 有什么心事吗?

A: Yǒu shé me xīnshì ma?

A : Ada masalah apa?

B : 我跟男朋友分手了

B : Wǒ gēn nán péngyǒu fēnshǒu le

B : Aku putus sama pacarku

A : 啊~真遗憾,你别难过, 找别的男朋友吧。。。

A: A〜zhēn yíhàn, nǐ bié nánguò, zhǎo bié de nán péngyǒu ba.

A : aduuuh, sayang sekali ya…nggak usah sedih, cari pacar baru aja…

Contoh 2

Muthia : Laila, ni hao?
(Hallo laila)

Laila : Nimen hao
(Hallo semua)

Sugi  : Ni hao ma?
(Apa kabarmu?)

Laila : Wo hen hao, xiexie nimen ne?
(aku baik, terimakasih. Kabar kalian?)

Muthia dan Sugi : Wo men ye hen hao, xiexie.
(Kami juga baik, terimakasih)

Sugi : Ta shu shui?
(Siapa dia?)

Laila: Ta shi xin xuesheng
(Dia siswi baru)

Muthia: Ta jiao shenme mingzi?
(Siapa namanya?)

Laila : Ta jiao Syarah, wo lai jieshao yi xiar. Hao Syarah, zhe shi wo de tongxue, ta jiao muthia, ta jiao sugi.
(Namanya Syarah. Aku kenalkan sebentar ya. Hai syarah, ini temanku. Namanya muthia, dan ini sugi)

Muthia : Ni hao, wo jiao muthia.
(Hallo namaku Muthia)

Sugi  : Ni hao, wo jiao sugi
(Hallo namaku Sugi)

Syarah : Ni men hao, wo jiao syarah.
(Hallo semua. Namaku Syarah)

Muthia : Qingwen, ni quixing?
(Apa margamu?)

Syarah : Wo xing Lee. Ni ne?
(Margaku Lee. Kalau kamu?)

Muthia : Wo xing Kim.
(Margaku Kim)

Syarah : Sugi, ni ne?
(Kalau kamu sugi?)

Sugi  : Wo xing Qi
(Margaku Qi)

Muthia : Ni zhu nar?
(Kamu tinggal di mana?)

Syarah : Wo zhu zai Simpang Rimbo. Ni ne?
(Aku tinggal di simpang rimbo. Kalau kamu?)

Muthia : Wo zhu zai Simpang Kawat
(Aku tinggal di simpang kawat)

Laila : Hmm… Lai  wo mwn huei jia xian!
(Hmm… Ayo kita pulang!)

Muthia : Renshi ni hen gaoxing.
(Senang berkenalan denganmu)

Syarah : Renshi nimen wo ye hen qaoxing
(Aku juga senang berkenalan dengan kalian)

Sugi : Zaijian!
(sampai jumpa)

Muthia : Zaijian!
(sampai jumpa)

Syarah: Zaijian!
(Sampai jumpa.)