Apa Bedanya Mitosis Dengan Meiosis?

ASTALOG.COM – Mitosis adalah reproduksi sel yang dapat membelah secara teratur dari beberapa tahapan yang dimulai dari “profase metaphase” hingga “anaphase telofase”. Bahan yang digunakan oleh inti sel adalah bahan inti sehingga dalam prosesnya diperlukan interfase (masa istirahat). Sedangkan Meiosis adalah pembelahan reproduksi sel yang tahapannya sama dengan mitosis, namun dalam prosesnya terdapat reduksi/pengurangan pada jumlah kromosomnya.

Tahap-tahap Mitosis.

a. Tahap Profase :
– Benang-benang kromonema memendek dan menebal membentuk kromosom homolog dengan duplikatnya. Sehingga tampak jumlah kromosom 2 kali lebih banyak.
– Membran inti dan nukleolus menghilang.
– Sentriol membelah menjadi dua, dan bergerak saling menjauh menuju ke arah 2 kutub berlawanan.
– Dari masing-masing sentriol, menjulur benang-benang spindel ( benang gelendong ).
b. Tahap Metafase :
– Masing-masing kromosom homolog dengan duplikatnya berjajar disepanjang bidang metafase / dataran metafase
c. Tahap Anafase :
Pada fase anafase setiap kromosom memisahkan diri menjadi dua bagian yang sama, masing-masingbergerak menuju ke arah kutub sel yang saling berlawanan, jadi 2n kromosom bergerak ke kutup yang satu, dan 2n kromosom bergerak kekutub yang lain.

Ciri-Ciri Tahap Anafase

Setiap kromosom homolog memisahkan diri dublikatnya kearah dua kutup berlawanan dengan gerakan kontraksi dari daya tarik benang spindel

d. Tahap Telofase :
– Kromosom homolog maupun kromosom duplikat mencapai kutub sel nya masing-masing
– Mulai terlihat adanya membran inti sel dan nukleolus
– Pada bagian tengah sel mulai terbentuk adanya sekat pemisah
– Terbentuk dua buah sel anak
– Setelah tahap telofase berakhir, dan terbentuk 2 sel anak. Maka sel sel anak tersebut akan mengalami masa istirahat/interfase. Meskipun istilah istirahat di sini kurang tepat, karena pada interfase sel tersebut akan mengalami berbagai aktifitas pertumbuhan baik pertumbuhan / pembentukan organel-organel sel, pengumpulan energi, proses sintesis untuk mempersiapkan pembelahan mitosis berikutnya.

Awalnya, mitosis merujuk hanya untuk pembelahan inti ditemani oleh sitokinesis (yang merupakan pembagian sitoplasma), seperti dalam kasus dari beberapa sel seperti jamur tertentu dan dalam telur yang sudah dibuahi kebanyakan serangga. Seperti yang digunakan sekarang, mitosis digunakan bergantian dengan pembelahan sel.

Tujuan Mitosis.

Salah satu tujuan utama dari proses ini adalah pertumbuhan alami dari organisme induk. Ini juga dilakukan untuk mengganti sel-sel yang aus, rusak, atau hanya pada akhir umur alami mereka. Misalnya, seseorang terus terkelupas sel kulit mati, sehingga tubuh harus membagi sel untuk membuat yang baru. Beberapa hewan juga menggunakan proses ini untuk menumbuhkan bagian dari diri mereka sendiri, seperti kadal yang bisa menumbuhkan kembali ekornya setelah kehilangan mereka. Selain itu, beberapa hewan menjalani proses ini sebagai bagian dari reproduksi aseksual.

Masalah Pada Mitosis.

Masalah dengan mitosis yang menghancurkan sel, dan dapat mengakibatkan kematian mereka. Bahkan jika sel tidak mati, kromosom dapat rusak atau diubah, yang dapat menyebabkan gangguan genetik; Down Syndrome, misalnya, disebabkan oleh masalah kromosom yang terhubung ke mitosis. Selain itu, kerusakan pada kromosom atau masalah dengan waktu bagaimana sel membelah dapat menyebabkan pertumbuhan dan kadang-kadang kanker. Hal ini juga dapat terjadi jika kromosom tidak ditarik terpisah dengan benar.

Perbedaan Mendasar Antara Mitosis dan Meiosis.
a. Tujuan.
Mitosis mempunyai tujuan pertumbuhan sedangkan meiosis mempunyai tujuan mempertahankan diploid.

b. Jumlah pembelahan sel.
Mitosis menghasilkan dua sel anak dari proses pembelahanya, sedangkan meiosis menghasilkan empat sel anak.

c. Sifat sel anak.
Mitosis mempunyai sifat sel anak berupa diploid (2n), sedangkan meiosis berupa haploid (n).

d. Tempat terjadinya.
Mitosis tempat terjadinya berada di sel somatic sedangkan meiosis di sel gonad.

Serangkaian proses dilibatkan dalam tahapan pembelahan sel yang terjadi didalam inti sel secara ekslusif dalam mitosis. Dalam tahapan ini, sitokinesis menjadi salah satu fase terpenting yang merupakan siklus sel dalam organism eukariotik. dua sel anak terkandung dalam sel induk yang berisi rincian genetic. Reproduksi aseksual akan terjadi dalam sel ini yang akan digunakan untuk mengganti sel dalam pertumbuhan ulang. Hal ini akan terjadi pada organism multiseluler apabila “sel eukariotik kromosom berpisah dalam nucleus, membran sel, sitoplasma dan organel, yang kemudian mengambil karakteristik pada sel induk yang sama (identic)”.

Meiosis adalah pembelahan sel yang dapat menghasilkan sel anak dengan kromosom mencapai setengah dari sel induknya. Pembelahan ini terjadi didalam gametosit (dua sel kelamin). Pembelahan kromosom tidak di selingi dengan interfase dan terjadi sebanyak dua kali secara berurutan. Meiosis pertama kali terjadi melalui siklus profase yang kemudian berlanjut melalui metaphase pertama, anaphase, dan telofase. Tahapan yang terjadi dalam profase pertama adalah leptonemadan kromatin. Pada tahapan ini kromosom akan terbentuk. Tahapan ini juga terjadi pada siklus meiosis kedua.

Selain tumbuhan, Perbedaan mitosis dan meiosis juga terjadi pada binatang. Perbedaan ini biasa disebut peristiwa meiosis dimana proses yang terjadi didalam gamet.

a. Mitosis mempunyai tujuan untuk memperbanyak sel yang digunakan untuk proses pertumbuhan, sedangkan Meiosis mempunyai tujuan untuk membentuk sel gamet.

b. Jaringan meristematis merupakan tempat terjadinya mitosis. Jaringan ini terdapat pada batang dan ujung akar tumbuhan. sedangkan tempat terjadinya meiosis adalah di dalam organ kelamin (jantan betina).

c. Proses berlangsungnya tahapan mitosis : “profase-metafase-anafase dan telofase diselingi oleh interfase”, sedangkan tahapan meiosis: “profase I – metafase I – anafase I – telofase I – profase II – metafase II – anafase II – telofase II tanpa interfase”.

d. Pada mitosis pertama terjadi satu kali pembelahan oleh sel induk , sedangkan pada meiosis pertama terjadi dua kali pembelahan.

e. Pada mitosis pertama sebanyak dua sel anak dihasilkan oleh sel induk yang jumlah kromosom sama banyaknya dengan sel induk. Sedangkan pada meiosis pertama, sel induk menghasilkan empat sel anak yang kromosomnya hanya berjumlah separuh dari induknya.

f. Sel anak pada mitosis mempunyai sifat diploid atau 2n, sedangkan sel anak pada meiosis mempunyai sifat haploid atau n.