Mengapa Embun Bisa Muncul Pada Daun ? Dari Mana Asalnya ?

ASTALOG.COM – Apabila di pagi hari kita berjalan di kebun atau di halaman rumah yang ditanami tumbuhan pendek seperti bunga ataupun rumput, kalau kita perhatikan permukaan daunnya, maka kita akan menemukan titik air yang menempel. Bagaimana titik titik air dapat menempel di daun dan rerumputan? padahal semalam tidak ada hujan, titik-titik air yang menempel pada daun itulah yang kita sebut embun.

Proses Terbentuknya Embun Pagi

Embun terbentuk pada malam hari ketika cuaca cerah dan kelembaban udaranya tinggi, pada malam hari udara di dekat permukaan tanah menjadi dingin, benda-benda di sekitar permukaan tanah kehilangan panas karena proses radiasi termal. Radiasi termal adalah pancaran energi panas dari suatu benda akibat pengaruh suhu.

Oleh karena benda-benda di dekat permukaan tanah menjadi dingin, suhu udara di sekitar tanah menjadi berkurang, udara dingin tidak mampu menahan uap air sebanyak udara hangat. Jika suhu udara melebihi titik embun yaitu suhu yang mana udara masih sanggup menahan uap air yang banyak, sebagian uap air mengembun di atas benda-benda yang dekat dengan tanah. Inilah sebabnya titik-titik air atau tetes-tetes embun menempel pada daun-daun dan rumput itu semua karena daun tumbuhan pendek dan rumput dekat permukaan tanah.

Embun menguap ketika matahari bersinar. Matahari memanaskan tanah dan kembali menghangatkan udara. Udara yang lebih hangat dapat menahan uap air lebih banyak, dan embun menguap ke dalam udara ini. Biasanya embun terbentuk pada titik embun dan kemudian membeku, disebut embun beku atau embun putih. Embun beku terbentuk ketika titik embun berada dibawah titik beku, sehingga mengakibatkan uap air yang lebih langsung membeku di atas benda-benda di dekat tanah.

Embun beku adalah sebuah pola dari kristal-kristal es yang terbentuk dari uap air di atas rumput, daun, dan benda-benda lainnya yang berada di dekat tanah. Embun beku terbentuk terutama pada malam yang dingin dan tak berawan ketika suhu udara turun di bawah 0º C yakni suhu titik beku air.

Embun beku dan embun terbentuk dengan cara yang tidak jauh berbeda. Sepanjang hari permukaan bumi menyerap panas dari matahari, ketika matahari terbenam bumi mulai menjadi dingin. Turunnya suhu jauh lebih besar pada malam yang cerah dibandingkan dengan malam yang berawan, karena tidak ada awan yang memantulkan kembali panas yang dilepas oleh permukaan bumi. Ketika proses pendinginan berlanjut, uap air di udara mengembun membentuk titik-titik embun pada benda-benda.

Sebagian titik-titik embun ini membeku ketika suhu turun di bawah 0º C. Titik-titik embun yang membeku semakin bertambah ukurannya, menjadi kristal beku ketika titik-titik embun di sekelilingnya menguap dan mengumpulkan uap air di atas kristal. Pada saat suhu berada di bawah titik beku uap air kadangkala langsung berubah menjadi kristal es, tanpa harus berubah menjadi titik embun.

Kristal-kristal beku muncul dalam dua macam bentuk, menyerupai piring dan pilar. Kristal yang menyerupai piring berbentuk rata dan menyerupai kristal salju. Kristal-kristal pilar berupa tiang es kosong berbentuk segi enam. Ada dua bentuk kristal beku yang terbentuk, yaitu kristal berbentuk piring dan kristal berbentuk pilar. Kristal piring berbentuk rata dan mirip dengan kristal salju.

Kata beku juga bermakna suhu di bawah titik beku yang membahayakan tanaman. Pada suhu ini cairan yang berada di dalam sel-sel tanaman membeku dan mengembang, mengakibatkan pecahnya dinding-dinding sel.