Contoh Sunnah Ghairu Muakkad

ASTALOG.COM – Salah satu pembahasan dari Tuntunan sholat sunah adalah sholat rawatib. Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ

“Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.”

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan shalat sunnah rawatib, sehingga Imam an-Nawawi mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama dalam bab: keutamaan shalat sunnah rawatib (yang dikerjakan) bersama shalat wajib (yang lima waktu), dalam kitab beliau Riyadhus Shaalihiin.

Salat Rawatib.
Seperti yang dikutip dari Wikipedia, Salat Rawatib adalah salat sunah yang dilakukan sebelum atau sesudah salat lima waktu. Salat yang dilakukan sebelumnya disebut salat qabliyah, sedangkan yang dilakukan sesudahnya disebut salat ba’diyah.

Salat sunah rawatib ini terbagi dua bagian, yaitu sunah muakkad dan sunah ghairu muakkad. Salat sunah rawatib muakkad amat besar kemuliaannya dan dijanjikan ganjaran yang besar apabila menunaikannya. Salat sunat rawatib ghairu muakkad kurang sedikit kemuliaannya berbanding dengan salat sunat muakkad.

Jumlah raka’at salat rawatib berbeda-beda tergantung salat apa yang dia iringi dan kapan (sebelum/sesudahnya) dia dilaksanakan.

Shalat Sunnah Rawatib terdiri dari:
– 2 raka’at sebelum Shubuh.
– 4 raka’at atau 2 raka’at sebelum Dhuhur.
– 4 raka’at atau 2 raka’at sesudah Dhuhur.
– 4 raka’at atau 2 raka’at sebelum Ashar.
– 2 raka’at sebelum Magrib.
– 2 raka’at sesudah Magrib.
– 2 raka’at sebelum Isya’.
– 2 raka’at sesudah Isya’.

Dari 22 raka’at rawatib tersebut terdapat 10 raka’at yang sunnah muakkad (karena tidak pernah ditinggalkan oleh Rosulullah SAW).

Niat melaksanakan sholat rawatib cukup dalam hati sesuai dengan macam sholat rawatib tersebut, tetapi boleh diucapkan atau dilafalkan.

Adapun 12 rakaat yang lain termasuk sunnah ghairu muakkad,berdasarkan hadist sebagai berikut:

1. Dari Ummu Habibah,bahwa Rosulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa senantiasa melakukan shalat 4 raka’at sebelum Dhuhur dan 4 raka’at sesudahnya maka Allah mengharamkan baginya api neraka”(HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

2. Nabi SAW bersabda,

“Allah mengasihi orang yang melakukakn shalat emapat raka’at sebelum shalat Ashar (HR Imam Ahmad,Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Huzaimah)

Shalat sunnah sebelum shalat ashar boleh juga dilakukan dua raka’at berdasarkan sabda Nabi SAW,

“Di antara dua adzan(adzan dan iqamah) terdapat shalat”(HR Imam Bazzar)

Nabi SAW bersabda,“Shalatlah kalian sebelum (shalat) Magrib,dua raka’at” (HR Imam Bukhari dan Muslim).

Sahabat Nabi SAW Sayyidina Anas RA berkata,

“Di masa Rasulullah SAW kami shalat dua raka’at setelah terbenamnya matahari sebelum shalat Magrib”(HR Imam Bukhari dan Muslim)

Adapun lafal niat sholat sunah rawatib sbb:

– Niat Sholat sunah rawatib qobliyah Subuh (sebelum sholat subuh)
اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah”

– Niat Sholat sunah rawatib qobliyah Zuhur (sebelum sholat Zuhur)
اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum zuhur dua rakaat karena Allah”

– Niat Sholat sunah rawatib ba’diyah Zuhur (sesudah sholat Zuhur)
اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sesudah Zuhur dua rakaat karena Allah”

– Niat Sholat sunah rawatib qobliyah Asar (sebelum sholat Asar)
اُصَلِّى سُنَّةَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum asar dua rakaat karena Allah”

– Niat Sholat rawatib qobliyah Magrib (sebelum sholat Magrib)
اُصَلِّى سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum Magrib dua rakaat karena Allah”

– Niat Sholat sunah rawatib ba’diyah Magrib (sesudah sholat Magrib)
اُصَلِّى سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sesudah Magrib dua rakaat karena Allah”

– Niat Sholat rawatib qobliyah Isya’ (sebelum sholat Isya’)
اُصَلِّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum Isya’ dua rakaat karena Allah”

– Niat Sholat rawatib ba’diyah Isya’ (sesudah sholat Isya’)
اُصَلِّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sesudah Isya’ dua rakaat karena Allah”.

Sholat Sunat Rawatib ghoiru Muakkad yaitu sholat sunah yang kurang dianjurkan untuk dilaksanakan, karena Nabi Muhammad Saw tidak selalu melaksanakannya. Sholat sunah Rawatib ghairu Muakkad terdiri dari :

– Dua rakaat sebelum Sholat Zuhur.
– Dua rakaat sesudah Sholat Zuhur.
– Empat rakaat sebelum Sholat Ashar.
– Dua rakaat sebelum Sholat Magrib.
– Dua rakaat sebelum Sholat Isya.