Mengapa Darah Manusia Berwarna Merah?

ASTALOG.COM – Darah diambil dari istilah medis yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu “hemo” atau “hemato” yang berarti darah. Darah merupakan cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.

Darah pada Manusia

Darah pada manusia adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk:

  • Mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh
  • Menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi
  • Mengangkut zat-zat sisa metabolisme
  • Mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit karena mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun
  • Mengedarkan hormon-hormon dari sistem endokrin

Darah pada manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Lalu mengapa darah pada manusia berwarna merah?

Warna merah pada darah manusia disebabkan oleh hemoglobin, serta protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Proses Sistem Peredaran Darah pada Manusia

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Adapun proses dari sistem peredaran darah pada manusia, yaitu:

  • Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis.
  • Kemudian darah dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis.
  • Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta.
  • Darah membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler.
  • Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.

Selain itu, darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan dibawa ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.

Komposisi Darah pada Manusia

Darah terdiri dari beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.

A. Korpuskula Darah

Korpuskula darah pada manusia terdiri dari:

  1. Eritrosit atau Sel Darah Merah (sekitar 99%). Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit akan menderita penyakit anemia.
  2. Trombosit atau Keping-keping darah (sekitar 0,6% – 1%). Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.
  3. Leukosit atau Sel Darah Putih (sekitar 0,2%). Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit akan menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit akan menderita penyakit leukopenia.

B. Plasma Darah 

Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung: albumin, bahan pembeku darah, immunoglobin (antibodi), hormon, berbagai jenis protein, serta berbagai jenis garam. Adapun persentase komposisinya, yaitu:

  1. Air : 91,0%
  2. Protein : 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)
  3. Mineral : 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, kalium dan zat besi, nitrogen, dan lain-lain)
  4. Garam

Golongan Darah pada Manusia

Menurut sistem ABO, golongan darah pada manusia dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:

  1. Golongan darah A yang dapat menjadi donor bagi golongan darah A dan AB.
  2. Golongan darah B yang dapat menjadi donor bagi golongan darah B dan AB.
  3. Golongan darah AB yang dapat menjadi donor bagi golongan darah AB.
  4. Golongan darah O yang dapat menjadi donor bagi golongan darah A, B, dan AB.

Dari uraian di atas dapat terlihat bahwa golongan darah O dalam hal ini disebut sebagai donor universal, yaitu donor bagi semua golongan darah.

Sementara itu berdasarkan resipiennya dapat terlihat bahwa:

  1. Golongan darah A dapat menjadi resipien dari golongan darah A dan O.
  2. Golongan darah B dapat menjadi resipien dari golongan darah B dan O.
  3. Golongan darah AB dapat menjadi resipien dari golongan darah A, B, AB, dan O. Dalam hal ini golongan darah AB disebut resipien uniersal, yaitu resipien dari semua golongan darah.
  4. Golongan darah O hanya dapat menjadi resipien dari golongan darah O saja.