Bagian-bagian Atmosfer di Uranus

ASTALOG.COM – Uranus adalah planet terbesar ke-3 dan terberat ke-4 dalam sistem Tata Surya. Selain itu, Uranus juga merupakan planet ke-7 yang dihitung jaraknya dari Matahari. Penamaan Uranus diambil dari nama dewa langit Yunani kuno, yaitu Uranus (Ouranos) yang merupakan ayah dari Saturnus (Kronos) dan kakek dari Jupiter (Zeus). Meskipun Uranus dapat terlihat dengan mata telanjang seperti 5 planet klasik lainnya, namun keberadaan Uranus tidak pernah dikenali sebagai planet oleh pengamat di jaman dahulu kala karena redupnya dan orbitnya yang lambat.

Sejarah Penemuan Uranus

Meskipun dari Bumi Uranus nampak redup, namun sebenarnya Uranus telah diamati pada banyak kesempatan sebelum penemuannya dinyatakan sebagai planet. Sebelumnya Uranus hanya dianggap secara salah sebagai bintang. Pengamatan yang tercatat paling awal adalah pengamatan yang dilakukan oleh John Flamsteed pada tahun 1690 yang telah mengamati Uranus sedikitnya 6 kali, kemudian mengkatalogkannya sebagai 34 Tauri. Sementara itu, seorang astronom Perancis, Pierre Lemonnier, mengamati Uranus setidaknya 20 kali, antara tahun 1750 – 1769, termasuk pada 4 malam berturut-turut.

Kemudian pada tanggal 13 Maret 1781, Sir Willian Herschel mengamati sebuah objek di langit dengan teleskop yang didesainnya sendiri. Hal itu dilakukannya di taman rumahnya di 19 New King Street, Bath City, Somerset yang kini telah menjadi sebuah museum, yaitu Herschel Museum of Astronomy. Namun penemuan itu tidak segera dilaporkannya dan baru dilakukannya pada tanggal 26 April 1781 dengan menyatakannya sebagai sebuah komet.

Namun setelah Herschel melakukan serangkaian pengamatan terhadap paralaks pada bintang-bintang yang tetap dengan menggunakan teleskop yang ia desain sendiri maka penemuan awalnya mengenai keberadaan Uranus pada tanggal 13 Maret 1781 dinyatakan sebagai tanggal penemuan planet ini. Penemuan ini juga merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah modern yang menggunakan teleskop. Jadi, Uranus merupakan planet pertama yang ditemukan dengan menggunakan teleskop.

Untuk menghargai jasanya maka Maskelyne meminta Herschel untuk memberi nama planet penemuannya karena Herschel dianggap telah membantu dunia astronomi. Untuk menjawab permintaan Maskelyne, Herschel pun memutuskan untuk menamai objek itu dengan nama “Georgium Sidus” atau “Planet Georgian” untuk menghormati penyokong dirinya yang baru, yaitu King George III. Ia pun menjelaskan keputusannya ini dalam sebuah surat kepada Joseph Banks.

Namun ternyata nama yang diusulkan Herschel tidak populer di luar Britania dan beberapa alternatif nama lainpun segera diusulkan. Astronom Jerome Lalande pun mengusulkan planet itu dinamai “Herschel” untuk menghormati penemunya. Namun, astronom Johann Elert Bode, memilih nama Uranus dengan pertimbangan bahwa seperti Saturnus yang merupakan ayah dari Jupiter, planet baru itu mesti diberi nama dari nama ayah Saturnus.

Maka pada tahun 1789, kolega Bode dari Royal Academy, yaitu Martin Klaproth menamai unsur yang baru ditemukan dengan “uranium” untuk mendukung pilihan Bode. Dan pada akhirnya, usulan Bode menjadi yang paling luas digunakan dan menjadi universal pada tahun 1850 saat HM Nautical Almanac Office, beralih dari menggunakan Georgium Sidus menjadi Uranus.

Bagian-bagian Atmosfer di Uranus

Uranus yang nampak biru kehijauan memiliki bagian terluar dari selimut gas Uranus yang dapat diakses oleh penginderaan jauh yang disebut sebagai atmosfernya. Atmosfer Uranian dapat dibagi menjadi 3 lapisan, yaitu:

  1. Troposfer, antara ketinggian −300 dan 50 km dan tekanan dari 100 sampai 0,1 bar; (10 MPa sampai 10 kPa)
  2. Stratosfer, kisaran ketinggiannnya antara 50 dan 4000 km dan tekanan antara 0,1 and 10–10 bar (10 kPa to 10 µPa)
  3. Termosfer/korona yang meluas dari 4.000 km hingga setinggi 50.000 km dari permukaan.

Adapun bagian-bagian dari atmosfer Uranus:

  • Hidrogen molekuler dan helium. Fraksi mol helium, yaitu jumlah atom helium per molekul gas, adalah 0,15 ± 0,03 di troposfer atas, yang bersesuaian dengan fraksi massa 0,26 ± 0,05. Nilai ini sangat dekat dengan fraksi massa helium protosolar 0,275 ± 0,01 yang menandakan bahwa helium tidak pernah berada di tengah-tengah planet seperti halnya pada raksasa-raksasa gas.
  • Metana (CH4). Metana memiliki pita penyerapan yang kuat pada cahaya tampak dan dekat inframerah membuat Uranus nampak berwarna hijau-biru atau sian. Metana menempati 2,3% atmosfernya dalam fraksi mol di bawah lapisan awan metana pada level tekanan 1,3 bar (130 kPa); ini menyatakan kira-kira 20 hingga 30 kali limpahan karbon yang ditemukan di Matahari.
  • Hidrokarbon. Ditemukan pada stratosfer Uranus yang diperkirakan dihasilkan dari metana oleh fotolisis yang diinduksi oleh radiasi ultraviolet Matahari. Hidrokarbon itu termasuk etana (C2H6), asetilena (C2H2), metilasetilena (CH3C2H), dan diasetilena (C2HC2H).
  • Uap air, karbon monoksida, dan karbon dioksida di atmosfer atas, yang hanya dapat berasal dari sumber luar seperti debu yang jatuh dan komet.