Macam-Macam Kelainan Pada Alat Indra Penglihatan

ASTALOG.COM – Mata merupakan salah satu dari lima alat indra pada manusia. Mata termasuk indra yang sangat penting. Karena bila ada kelainan pada mata, maka kita tidak akan bisa melihat benda apapun. Nah, kali ini kami akan membahas artikel mengenai kelainan pada indra penglihatan manusia. Langsung saja kita simak artikel berikut ini.

Indra Penglihatan

Indra penglihatan pada manusia ialah sepasang mata, mata manusia yang normal berbentuk bola, sedikit pipih dari arah depan ke belakang. Dinding bola mata terdiri dari tiga lapisan yang jelas batas-batasnya.

Mata adalah salah satu indera kita yang paling penting. Dengannya kita bisa mengetahui keadaan lingkungan dan alam semesta. Mata sebagai indera penglihatan harus berfungsi dengan baik, karena mata sangat berguna untuk kegiatan kita sehari-hari. Sebaliknya, kelainan pada mata dapat mempengaruhi aktifitas dan kebiasaan kita pada lingkungan sekitar.

Kelainan dan Penyakit Pada Indra Penglihatan

Mata sebagai indra penglihatan dapat mengalami gangguan akibat kelainan ataupun penyakit. Salah satu penyakit mata yang sudah disebutkan yaitu glaukoma. Kelainan penglihatan itu antara lain sebagai berikut.

1. Mata Miop (miopi)

Miopi atau mata dekat adalah cacat mata yang disebab-kan lensa mata terlalu cembung sehingga bayangan jatuh di depan bintik kuning (retina). Miopi disebut pula rabun jauh, karena tidak dapat melihat jauh. Penderita miopi hanya mampu melihat jelas pada jarak yang dekat. Untuk membantu penderita miopi, sebaiknya memakai kaca mata berlensa cekung (negatif).

2. Mata Hipermetrop (hipermetropi)

Hipermetropi atau mata jauh adalah cacat mata yang disebabkan lensa mata terlalu pipih sehingga bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Hipermetropi disebut pula rabun dekat, karena tidak dapat melihat dekat. Penderita hipermetropi hanya mampu melihat jelas pada jarak yang jauh. Untuk membantu penderita hipermetropi, dipakai kacamata lensa cembung (lensa positif).

3. Mata Presbiop (Presbiopi)

Presbiopi umumnya terjadi pada orang berusia lanjut. Keadaan ini disebabkan lensa mata terlalu pipih dan daya akomodasi mata sudah lemah sehingga tidak dapat memfokuskan bayangan benda yang berada dekat dengan mata. Gangguan mata seperti itu dapat dibantu dengan memakai kacamata berlensa rangkap.

Di bagian atas kacamata dipasang lensa cekung untuk melihat benda yang jauh, sedangkan di bagian bawahnya dipasang lensa cembung untuk melihat benda dekat.

4. Mata Astigmatisma

Mata astigmatisma adalah cacat mata yang disebabkan kecembungan kornea tidak rata, sehingga sinar sejajar yang datang tidak dapat difokuskan ke satu titik. Untuk membantu penderita astigmatisma dipakai kacamata silindris

5. Hemeralopi (Rabun Senja)

Hemeralopi adalah gangguan mata yang disebabkan kekurangan vitamin A. Penderita rabun senja tidak dapat melihat dengan jelas pada waktu senja hari. Keadaan seperti itu apabila dibiarkan berlanjut terus mengakibatkan kornea mata bisa rusak dan dapat menyebabkan kebutaan. Oleh karena itu, pemberian vitamin A yang cukup sangat perlu dilakukan.

6. Katarak

Katarak adalah cacat mata yang disebabkan pengapuran pada lensa mata sehingga penglihatan menjadi kabur dan daya akomodasi berkurang. Umumnya katarak terjadi pada orang yang telah lanjut usia.

7. Buta Warna

Buta warna merupakan gangguan penglihatan mata yang bersifat menurun. Penderita buta warna tidak mampu membedakan warna-warna tertentu, misalnya warna merah, hijau, atau biru. Buta warna tidak dapat diperbaiki atau disembuhkan.

8. Presbiopi (Mata Tua)

Presbiopi adalah suatu gangguan dimana penderitanya kehilangan kemampuan untuk melihat benda-benda yang jaraknya jauh maupun dekat dengan jelas. Gangguan ini umumnya diderita oleh golongan lanjut usia. Penderita presbiopi dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa rangkap.

9. Mata Juling

Juling merupakan kelainan mata akibat ketidakserasian atau tidak sinkron-nya otot-otot mata. Bila penderitanya masih anak-anak, maka juling bisa diatasi dengan cara operasi.

10. Glukoma

Kelainan mata ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata. Tekanan terjadi karena adanya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan pembentukan cairan di bola mata yang berlebihan. Glaucoma merupakan kelainan yang serius. Jika tidak segera diatasi bisa menyebabkan kebutaan.
Mengatasi glaucoma yaitu dengan minum obat-obatan ataupun dengan tindakan pembedahan.