Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

ASTALOG.COM – Dalam ilmu Ekonomi dasar, dikenal istilah kebutuhan. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang sifatnya harus dipenuhi agar manusia dapat bertahan hidup. Hal ini berbeda dengan keinginan, dimana keinginan merupakan sesuatu yang ingin dipenuhi namun jika tidak dimiliki maka tidak akan mengancam kelangsungan hidup sehingga sifatnya dapat ditunda di kemudian hari. Jadi jika dilihat dari tingkatannya, kebutuhan itu lebih penting dibandingkan dengan keinginan.

Kebutuhan juga menjadi salah satu aspek psikologis yang menggerakkan manusia dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) bagi setiap manusia untuk melakukan suatu usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada dasarnya, manusia akan berusaha dengan cara bekerja karena mereka mempunyai tujuan tertentu, yaitu untuk memenuhi kebutuhan.

Kebutuhan tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari, sebab selama hidupnya, manusia akan selalu membutuhkan bermacam-macam kebutuhan, seperti: makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan juga dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, maka semakin tinggi pula jenis atau macam kebutuhan yang harus dipenuhinya.

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Dalam ilmu Ekonomi, dikenal suatu teori tentang kebutuhan yang sangat terkenal yang dicetuskan oleh Abraham Maslow. Dalam teori itu, ia menyatakan bahwa manusia memiliki berbagai tingkat kebutuhan, mulai dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri. Teori itu digambarkan dalam bentuk piramida sebagai berikut:

Konsep hierarki kebutuhan dasar ini bermula ketika Maslow melakukan observasi terhadap perilaku monyet. Berdasarkan pengamatannya, didapatkan suatu kesimpulan bahwa beberapa kebutuhan lebih diutamakan dibandingkan dengan kebutuhan yang lain. Kebutuhan-kebutuhan ini sering disebutnya sebagai kebutuhan-kebutuhan dasar yang digambarkan sebagai sebuah hierarki atau tangga yang menggambarkan 5 tingkat kebutuhan dasar, yaitu:

  1. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang paling dasar pada setiap orang, yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Contoh: makanan, minuman, tempat berteduh, tidur, dan udara (oksigen).
  2. Kebutuhan akan rasa aman, dimana setelah kebutuhan-kebutuhan fisiologis terpuaskan secukupnya, maka muncullah kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman. Contoh: rasa aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan dan kebebasan dari daya-daya mengancam seperti perang, terorisme, penyakit, takut, cemas, bahaya, kerusuhan, dan bencana alam.
  3. Kebutuhan akan kasih sayang, dimana jika kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman telah terpenuhi, maka muncullah kebutuhan akan kasih sayang. Contoh: dorongan untuk bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan untuk dekat pada keluarga dan kebutuhan antar pribadi seperti kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta.
  4. Kebutuhan akan penghargaan, dimana setelah kebutuhan akan kasih sayang tercukupi, manusia akan bebas untuk mengejar kebutuhan akan penghargaan. Maslow menemukan bahwa setiap orang memiliki 2 kategori mengenai kebutuhan penghargaan, yaitu:
    1. Kebutuhan yang rendah adalah kebutuhan untuk menghormati orang lain, kebutuhan akan status, ketenaran, kemuliaan, pengakuan, perhatian, reputasi, apresiasi, martabat, bahkan dominasi.
    2. Kebutuhan yang tinggi adalah kebutuhan akan harga diri termasuk perasaan, keyakinan, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian dan kebebasan.
  5. Kebutuhan aktualiasi diri adalah kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan, tetapi melibatkan keinginan yang terus menerus untuk memenuhi potensi. Maslow melukiskan kebutuhan ini sebagai hasrat untuk semakin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri, menjadi apa saja menurut kemampuannya. Awalnya Maslow berasumsi bahwa kebutuhan untuk aktualisasi diri langsung muncul setelah kebutuhan untuk dihargai terpenuhi, akan tetapi ia menyadari bahwa banyak anak muda yang telah memenuhi kebutuhan yang cukup terhadap kebutuhan-kebutuhan lebih rendah seperti reputasi dan harga diri, tetapi mereka belum juga bisa mencapai aktualisasi diri.

Selain itu, Maslow memberi hipotesis bahwa setelah individu memuaskan kebutuhan pada tingkat yang paling bawah, maka individu akan memuaskan kebutuhannya pada tingkat yang berikutnya. Jika pada tingkat tertinggi tetapi kebutuhan dasar tidak terpuaskan, maka individu dapat kembali pada tingkat kebutuhan yang sebelumnya. Masih menurutnya lagi, pemuasan berbagai kebutuhan tersebut didorong oleh 2 kekuatan, yaitu:

  1. Motivasi kekurangan yang bertujuan untuk mengatasi masalah ketegangan manusia karena berbagai kekurangan yang ada.
  2. Motivasi pertumbuhan yang didasarkan atas kapasitas setiap manusia untuk tumbuh dan berkembang. Kapasitas tersebut merupakan pembawaan dari setiap manusia.