Apakah Fungsi Dari Air Ludah dan Dihasilkan Oleh kelenjar apa?

ASTALOG.COM –  Air liur atau air ludah atau saliva adalah cairan yang dihasilkan oleh beberapa kelenjar di bagian mulut. Umumnya tidak berwarna atau jernih. Air liur ini berperan penting sebagai bagian dari kesehatan tubuh seseorang. Air liur sebagian besar terdiri dari air. Tapi air liur juga memiliki substansi penting yang digunakan oleh tubuh kita untuk mencerna makanan dan menjaga gigi kita tetap kuat.

Setiap mengunyah, air liur akan diproduksi dan makin sering dan kuat Anda mengunyah maka air liur yang diproduksi, juga akan semakin banyak, termasuk saat menghisap permen.

Apa Saja Yang Terkandung Di Air Liur?
Sebagian besar air liur adalah air, tetapi juga mengandung elektrolit (Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium), bakteri, virus, jamur, sekresi dari hidung dan paru-paru, sel-sel dari lapisan mulut dan sekitar 500 protein.

Pada air liur atau ludah ini juga terkandung Mukosa yang mengandung Mukopolisakarida dan Glikoprotein, senyawa antibakteri dan beberapa macam enzim.
Tentu saja, isi dari air liur juga tergantung pada apa yang dimasukkan ke dalam mulut, seperti puing-puing makanan. Komponen pasta gigi juga umum ditemukan dalam air liur. Kandungan air liur setiap orang pun berbeda.

Berikut rinciannya:

* Elektrolit: (2-21 mmol/L natrium, 10-36 mmol/L kalium, 1,2-2,8 mmol/L kalsium, 0,08-0,5 mmol/L magnesium, 5-40 mmol/L klorida, 2-13 mmol/L bikarbonat, 1,4-39 mmol/L fosfat)
* Mukosa, yang terutama mengandung mukopolisakarida dan glikoprotein;
* Senyawa antibakteri (tiosianat, hidrogen peroksida, dan immunoglobulin A)
* Beberapa macam enzim, di antaranya alfa-amilase (EC3.2.1.1), lisozim (EC3.2.1.17), dan lingual lipase (EC3.1.1.3). Amilase dan lipase berturut-turut memulai pencernaan pati dan lemak sebelum makanan ditelan. Enzim-enzim tersebut bekerja optimal pada pH 7,4. Lingual lipase memiliki pH optimum ~4,0, sehingga tak akan aktif jika belum memasuki lingkungan asam. Lisozim berperan dalam lisis bakteri.

Air liur manusia juga mengandung fosfatase asam ludah A+B (EC3.1.3.2), N-asetilmuramil-L-alanin amidase (EC3.5.1.28), NAD(P)H dehidrogenase-quinone (EC1.6.99.2), laktoperoksidase ludah (EC1.11.1.7), superoksida dismutase (EC1.15.1.1), glutation transferase (EC2.5.1.18), dehidrogenase aldehid kelas 3 (EC1.2.1.3), glukosa-6-fosfat isomerase (EC5.3.1.9), dan kallikrein jaringan (EC3.4.21.35). Adanya produk-produk ini kadang mengakibatkan air liur berbau tidak sedap.

Kelenjar Apa Yang Menghasilkan Air Liur?
Adapun kelenjar yang menghasilkan air liur disebut sebagai kelenjar air liur atau salivary glands. Kelenjar air liur ini terletak di dalam masing-masing pipi, di bagian bawah mulut dan dekat bagian depan gigi di daerah tulang rahang.

Terdapat 6 kelenjar air liur utama (sepasang kelenjar parotis, sepasang kelenjar submandibula, dan sepasang kelenjar sublingual) dan ratusan kelenjar air liur tambahan.

Air liur yang bergerak melalui kanal yang disebut dengan duktus atau kanal air liur (salivary ducts). Kelenjar parotis merupakan kelenjar air liur terbesar dan menghasilkan 25% dari air liur. Kelenjar submandibula terletak di rahang bawah dan menghasilkan 70% dari air lir, sedangkan kelenjar sublingual terletak di bawah lidah dan menghasilkan 5% dari air liur.

Tapi setiap orang berbeda dengan jumlah air liurnya. Jumlah normal saliva bervariasi cukup sedikit. Penyakit tertentu dan obat-obatan dapat mempengaruhi berapa banyak air liur yang manusia buat. Jika manusia tidak membuat cukup air liur, mulut manusia bisa menjadi sangat kering. Kondisi ini disebut mulut kering (xerostomia).

Mulut kering menyebabkan gusi, lidah, dan jaringan lain di mulut menjadi bengkak dan tidak nyaman. Kuman berkembang sehingga mulut kering menyebabkan bau mulut.

Mulut kering juga membuat manusia lebih mungkin untuk mengembangkan kerusakan gigi yang cepat dan penyakit gusi (periodontal) . Itu karena air liur membantu partikel makanan yang jelas dari gigi manusia. Hal ini membantu mengurangi risiko gigi berlubang.
Manfaat Air Liur.

* Menjaga mulut kita dalam keadaan lembab dan nyaman.
* Membantu kita saat mengunyah, mengecap dan menelan makanan.
* Melawan kuman-kuman di mulut dan mencegah bau mulut.
* Air liur juga mengandung protein dan mineral sehingga membantu melindungi enamel gigi dan mencegah pembusukan pada gigi dan cegah penyakit gusi.
* Membantu menjaga posisi gigi agar tetap pada tempatnya.