Mengapa Cicak Bisa Menempel Di Dinding?

ASTALOG.COM – Dikutip dari Wikipedia, Cecak atau cicak adalah hewan reptil yang biasa merayap di dinding atau pohon. Cecak berwarna abu-abu, tetapi ada pula yang berwarna coklat kehitam-hitaman. Cecak biasanya berukuran sekitar 10 centimeter. Cecak bersama dengan tokek dan sebangsanya tergolong ke dalam suku Gekkonidae.

Diperkirakan kata ‘cecak‘ berasal dari suara yang dibuat oleh hewan ini yaitu: “cak, cak, cak”. Dengan ini bisa dikatakan bahwa kata ini merupakan sebuah onomatope.

Onomatope sendiri bisa diartikan sebagaimana pengertian yang dijelaskan dalam KBBI yaitu tiruan bunyi. Lebih jelasnya, mungkin disebut penamaan kata berdasarkan bunyi. Bunyi yang dibahas dalam tulisan ini berasal dari hewan.

Jenis-jenis Cecak.
Cecak ada banyak jenisnya. Di lingkungan rumah kita saja ada sekitar tiga jenis (spesies) yang sering ditemui, yakni :

– Cecak tembok (Latin Cosymbotus platyurus), yang kerap ditemui di tembok-tembok rumah dan sela-sela atap. Cecak ini bertubuh pipih lebar, berekor lebar dengan jumbai-jumbai halus di tepinya. Bila diamati di tangan, dari sisi bawah akan terlihat – Cecak kayu (Hemidactylus frenatus), yang bertubuh lebih kurus. Ekornya bulat, dengan enam deret tonjolan kulit serupa duri, yang memanjang dari pangkal ke ujung ekor. Cecak kayu lebih menyukai tinggal di pohon-pohon di halaman rumah, atau di bagian rumah yang berkayu seperti di atap. Terkadang didapati bersama cecak tembok di dinding luar rumah dekat lampu, namun umumnya kalah bersaing dalam memperoleh makanan.
– Cecak gula (Gehyra mutilata), bertubuh lebih kecil, dengan kepala membulat dan warna kulit transparan serupa daging. Cecak ini kerap ditemui di sekitar dapur, kamar mandi dan lemari makan, mencari butir-butir nasi atau gula yang menjadi kesukaannya. Sering pula ditemukan tenggelam di gelas kopi kita.
– Cecak batu (Cyrtodactylus marmoratus).

Cecak biasa memakan serangga dan terutama nyamuk. Biasanya cecak hidup di dinding-dinding dan di atap rumah. Di alam cecak biasanya hidup pada tempat-tempat teduh.

Berikut ini beberapa ciri-ciri khusus cicak:

* Cicak memiliki telapak kaki dengan sistem perekat. Sistem perekat ini dibangun oleh telapak kaki yang beralur pararel. Dengan alur yang dimiliki, memungkinkan cicak dapat menempelkan kakinya di dinding dan berjalan tanpa terpeleset.
* Ciri khusus cicak yang lain adalah kemampuan memutuskan ekornya. Hal ini dilakukan cicak untuk melindungi diri dari musuhnya. Cicak akan memutuskan ekor, kemudian ekor tersebut akan bergerak-gerak untuk mengalihkan perhatian musuh. Sementara itu, cicak dengan ekor yang putus akan leluasa untuk meloloskan diri.
* Ciri khusus lainya pada hewan cicak adalah untuk memperoleh makanan, cicak memiliki lidah yang panjang dan lengket. Bentuk lidah ini digunakan untuk menangkap mangsa berupa serangga yang terbang.

Mengapa cicak bisa merayap di dinding?
Telapak kaki cicak mempunyai rambut-rambut yang sangat kecil disebut spatula. Jumlahnya mencapai milyaran, kumpulan dari sekitar 1000 spatula yang disebut seta.

Rambut halus pada telapak kaki cicak ini memiliki panjang yang bervariasi, antara 30 sampai 130 mikrometer dan ketebalannya hanya sepersepuluh tebal rambut manusia.

Rambut-rambut halus ini dapat melekat dengan erat pada berbagai permukaan, bahkan permukaan kaca yang sangat halus.

Satu seta dapat menahan beban sebesar 20 mg. Artinya, jutaan seta dapat menahan beban hingga puluhan kilogram. Bandingkan dengan berat cicak yang hanya 50 g hingga 150 g.

Sumber dari gaya lekat pada telapak kaki cicak ini karena gaya tarik listrik antara molekul permukaan dinding dengan molekul seta (gaya Van der Waals).

Cicak dapat melepaskan kakinya dari dinding dengan membuat sudut antara seta dengan dinding. Ketika sudut antara seta dan dinding membesar, gaya lekat antara seta dengan dinding juga ikut mengecil.

Cicak bisa jatuh dari dinding karena dia salah mengatur posisi kaki saja (kesalahan teknis peletakan telapak kaki cicak oleh cicak sendiri).