Penyakit Bronkitis Disebabkan Oleh Penyempitan dan Perdangan Pada Bagian?

ASTALOG.COM – Dikutip dari Wikipedia, Bronkitis adalah suatu peradangan pada bagian cabang tenggorok (bronchus) (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.

Penyebab & Faktor Risiko

Setelah kita mengenal gejalanya, kita juga harus mengetahui penyebab dan faktor resiko penyakit ini.

A. Penyebab Penyakit Bronchitis

– Bronchitis akut.
Virus pilek sering menyebabkan bronchitis akut. Tetapi anda juga dapat mengalami bronchitis noninfeksi karena terkena asap rokok dan polutan lain seperti debu.

Bronchitis dapat juga terjadi ketika asam perut sering naik ke dalam esophagus, kondisi ini dikenal dengan nama gastroesophageal reflux disease (GERD). Dan pekerja yang terkena debu atau asap tertentu dapat mengalami bronchitis. Bronchitis akut umumnya hilang ketika tidak lagi terkena iritan.

– Bronchitis kronis
Terkadang peradangan dan penebalan dinding pipa bronchial menjadi permanen –kondisi yang diketahui sebagai bronchitis kronis. Anda umumnya mempertimbangkan bahwa anda mengalami bronchitis kronis jika anda batuk setiap hari yang hilang seteah tiga bulan dalam setahun dalam dua tahun berturut.

Tidak seperti bronchitis akut, bronchitis kronis terus berlanjut dan merupakan penyakit yang serius. Merokok adalah penyebab yang paling besar, tetapi polusi udara dan debu atau gas beracun pada lingkungan atau tempat kerja juga dapat berkontribusi pada penyakit ini.

Faktor risiko terkena Bronchitis

Faktor yang meningkatkan risiko terkena bronchitis antara lain:

* Merokok. Rokok memang sumber dari berbagai macam penyakit. Karena itu, berhentilah merokok karena sangat merugikan kesehatan.
* Daya tahan tubuh yang lemah, dapat karena baru sembuh dari sakit atau kondisi lain yang membuat daya tahan tubuh menjadi lemah.
* Kondisi dimana asam perut naik ke esophagus (gastroesophageal reflux disease).
* Terkena iritan, seperti polusi, asap atau debu.

Gejala

Beberapa gejala dari penyakit Bronkitis antara lain:

* batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan)
* sesak napas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan
* sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu)
* bengek
* lelah
* pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan
* wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan
* pipi tampak kemerahan
* sakit kepala
* gangguan penglihatan.

Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan.

Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.

Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu.

Sesak napas terjadi jika saluran udara tersumbat. Sering ditemukan bunyi napas mengi, terutama setelah batuk. Bisa terjadi pneumonia.

Pencegahan Penyakit Bronchitis.

Tindakan yang dapat membantu menurunkan risiko bronchitis dan melindungi paru-paru anda secara umum adalah:

Hindari merokok atau terkena asap rokok
Hindari mereka yang sedang sakit pilek atau flu
Cuci tangan anda secara teratur
Gunakan masker untuk mengurangi risiko infeksi

Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Penderita Bronkitis.
Bahan makanan yang bisa memicu pembentukan lendir harus dihindari sepenuhnya. Berikut beberapa jenis makanan yang harus dihindari oelh penderita bronkitis:

* Produk Susu.
Susu adalah salah satu jenis makanan/minuman yang sehat. Tetapi bila Anda menderita bronkitis, susu dianggap buruk karena mengandung lemak jenuh. Ketika lemak jenuh dikonsumsi selama masa bronkitis, hal tersebut bisa meningkatkan produksi dahak dan menyebabkan ketidaknyamanan ketika bernafas. Pizza, es krim, mayones serta saos juga harus dikurangi atau bahkan dihindari. Jika Anda tetap ingin mengkonsumsi susu, pilihlah susu rendah lemak.

* Makanan Berminyak.
Makanan yang digoreng mengandung oksidan dan tinggi lemak jenuh. Hal ini bisa memicu produksi lendir yang berlebih.

* Produk Dengan Pemanis.
Hidari produk dengan tambahan pemanis karena produk tersebut sama sekali tidak memiliki nilai gizi sama sekali bahkan menekan fungsi kekebalan tubuh. Tambahan pemanis bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang akhirnya bisa mengakibatkan kesulitan bernafas pada penderita bronkitis.

* Makanan Asin.
Garam bertindak sebagai pengencer darah. Karena bronkitis, saluran udara menjadi meradang dan menyempit. Jika Anda mencoba untuk bernafas lebih keras untuk menghirup oksigen dengan setiap nafas, akan membebani jantung karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah tambahan akibat dari darah yang meningkatkan volume darah.