Akibat Penggunaan Pestisida Berlebihan

ASTALOG.COM – Pembasmi hama atau pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest (“hama”) yang diberi akhiran -cide (“pembasmi”). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu. Pestisida biasanya, tapi tak selalu, beracun.

Penggunaan pestisida tanpa mengikuti aturan yang diberikan membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan, serta juga dapat merusak ekosistem. Berdasarkan Konvensi Stockholm mengenai Polutan Organik Persisten, 9 dari 12 senyawa kimia organik berbahaya adalah pestisida.

Definisi Pestisida

Pestisida adalah semua bahan racun yang digunakan untuk membunuh organisme hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang dibudidayakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya. Menurut PP No. 7 tahun 1973, yang dimaksud pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk:

– Memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit-penyakit yang merusak tanaman, bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian.
– Memberantas rerumputan atau tanaman pengganggu/gulma.
– Mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan.
– Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman, tidak termasuk pupuk.
– Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan-hewan peliharaan dan ternak.
– Memberantas atau mencegah hama-hama air.
– Memberantas atau mencegah binatang-binatang dan jasad-jasad renik dalam rumah tangga, bangunan dan alat-alat pengangkutan.
– Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah dan air.

Dalam Undang-Undang No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, yang dimaksud dengan pestisida adalah zat pengatur dan perangsang tumbuh, bahan lain, serta organisme renik, atau virus yang digunakan untuk melakukan perlindungan tanaman.

FAO mendefinisi pestisa sebagai “zat atau campuran zat yang bertujuan untuk mencegah, membunuh, atau mengendalikan hama tertentu, termasuk vektor penyakit bagi manusia dan hewan, spesies tanaman atau hewan yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan kerusakan selama produksi, pemrosesa, penyimpanan, transprtasi, atau pemasaran bahan pertanian (termasuk hasil hutan, hasil perikanan, dan hasil peternakan). Istilah ini juga mencakup zat yang mengendalikan pertumbuhan tanaman, merontokkan daun, mengeringkan tanaman, mencegah kerontokkan buah, dan sebagainya yang berguna untuk mengendalikan hama dan memitigasi efek dari keberadaan hama, baik sebelum maupun setelah panen.

Dampak Penggunaan Pestisida

Penggunaan perstisida dapat memberikan dampak positif, maupun negatif.

Dampak positif:
– Dapat diaplikasikan dengan mudah
– Dapat diaplikasikan hampir di setiap waktu dan setiap tempat.
– Hasilnya dapat dirasakan dalam waktu singkat
– Dapat diaplikasikan dalam areal yang luas dalam waktu singkat
– Mudah diperoleh dan memberikan keuntungan ekonomi, terutama jangka pendek

Dampak negatif:
– Keracunan pestisida
– Keracunan terhadap ternak dan hewan peliharaan.
– Keracunan pada ikan dan biota lainnya.
– Keracunan terhadap satwa liar.
– Keracunan terhadap makanan.
– Kematian musuh alami organisme pengganggu
– Kenaikan populasi pengganggu
– Dapat menyebabkan timbulnya resistensi
– Residu
– Pencemaran lingkungan
– Menghambat perdagangan

Akibat Penggunaan Berlebihan

Dampak negatif dari penggunaan pestisida dapat membuat ekosistem di sekitar persawahan tersebut menjadi rusak atau musnah. Pemakaian pestisida secara berlebihan merupakan suatu pemborosan. Selain pemborosan, penggunaan pestisida yang berlebihan juga menimbulkan berbagai masalah yang serius serta merugikan manusia dan hewan.

Konsekuensi penggunaan pestisida yang berlebihan dan intensif dapat menyebabkan dampak negatif seperti:
– Dapat meracuni manusia dan hewan domestic
– Meracuni organisme yang berguna, mislanya musuh alam,I hama,lebah dan serangga yang membantu penyerbukan, dan satwa liar yang mendukung fungsi kelestarian alam.
– Mencemari lingkungan dengan segala akibatnya, termasuk residu pestisida.
– Menimbulkan strain hama baru yang resisten terhadap pestisida.
– Menimbulkan terjadinya resurgensi hama atau peristiwa meningkatnya populasi hama setelah diperlakukan dengan pestisida tertentu.
– Menyebabkan terjadinya ledakan hama sekunder dan hama potensial.
– Memerlukan biaya yang mahal karena sifat ketergantungan keberhasilan budi daya tanaman pada pestisida.