Bagaimana Jika Keringat Dalam Tubuh Tidak Keluar?

Loading...

ASTALOG.COM – Keringat adalah air yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat pada kulit mamalia. Kandungan utama dalam keringat adalah natrium klorida (bahan utama garam dapur) selain bahan lain (yang mengeluarkan aroma) seperti 2-metilfenol (o-kresol) dan 4-metilfenol (p-kresol).

Pada manusia, keringat dikeluarkan untuk mengatur suhu tubuh, walaupun ada yang beranggapan bahwa komponen dari keringat laki-laki dapat berfungsi sebagai feromon.

Penguapan keringat dari permukaan kulit memiliki efek pendinginan karena panas laten penguapan air yang mengambil panas dari kulit. Oleh karena itu, pada cuaca panas, atau ketika otot memanas karena bekerja keras, keringat dihasilkan. Keringat meningkat dalam keadaan gugup dan mual, serta menurun dalam keadaan demam. Hewan-hewan yang memiliki sedikit kelenjar keringat, seperti anjing, menurunkan temperatur tubuh dengan membuka mulutnya sambul menjulurkan lidah (terengah-engah), sehingga air menguap dari rongga mulut dan faringnya. Hewan primata dan kuda, memiliki kelenjar keringat di ketiak seperti pada manusia.

Manfaat Keringat Untuk Kesehatan Tubuh

1. Keringat membuat suhu tubuh tetap dingin
Keringat berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, yakni mendinginkan suhu tubuh anda yang naik ketika berolahraga. Berkeringat sangat penting untuk proses pendinginan tubuh secara alami. Ketidakmampuan seseorang untuk berkeringat bisa mengancam nyawanya. “Ada kondisi yang disebut ectodermal dysplasia yang membuat orang tidak berkeringat,” tutur Joel Schlessinger, seorang dermatolog. Orang-orang seperti ini tidak dapat berpartisipasi dalam olahraga karena suhu tubuhnya terlalu panas saat latihan yang intens, yang memiliki efek kurang baik pada jantung dan fungsi tubuh lainnya. Bersyukurlah jika anda bisa berkeringat.

BACA JUGA:  Sebutkan Aspek-Aspek Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa Hindu dan Budha?

2. Keringat dapat membuat wajah anda lebih bersih
Berkeringat membantu penurunan timbulnya komedo. Hal ini dikarenakan saat berkeringat, pori-pori anda terbuka, yang dapat membantu mengurangi jerawat. Namun yang perlu diperhatikan adalah membiarkan keringat berlama-lama hingga kering di wajah anda dapat memiliki efek yang berlawanan. Oleh sebab itu cucilah wajah anda setelah beberapa saat berkeringat.

3. Berkeringat dapat meningkatkan sirkulasi darah
Ketika Anda berkeringat, denyut jantung anda mempercepat dan meningkatkan sirkulasi darah, terutama di kulit, kata Kara Rogers, editor ilmu biomedis untuk Ensiklopedia Britannica. “Dasar dari setiap kelenjar keringat terletak jauh di dalam lapisan kulit yang terletak sangat dekat dengan pembuluh darah kecil,” katanya. Keringat dapat meningkatan aliran darah di kulit, yang membantu memacu sistem sirkulasi darah Anda. “Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah Anda melalui keringat,” kata Rogers.

4. Keringat dapat melawan infeksi
Para dokter mengatakan bahwa berkeringat dapat menangkis methicillin-resistant Staphylococcus aureus, lebih dikenal sebagai MRSA, bakteri jahat yang bertanggung jawab untuk beberapa infeksi yang sulit diobati. “Keringat telah terbukti memainkan peran penting dalam memerangi bakteri berbahaya dan jamur pada kulit,” kata Adam Friedman, M.D., FAAD, dokter di Pusat Dermatology. Itu karena keringat mengandung nitrit, di mana setelah mencapai permukaan kulit akan mengkonversi menjadi oksida nitrat, gas kuat dengan sifat spektrum anti-bakteri dan anti-jamur. “Keringat juga mengandung antibiotik atau peptida antimikroba alami yang disebut DermIcidin, yang dapat membunuh MRSA dan bakteri buruk lainnya yang ada di permukaan kulit,” kata Friedman.

BACA JUGA:  Sumber Polusi Air Adalah

5. Berkeringat dapat membersihkan racun berbahaya
Berkeringat membantu tubuh Anda secara alami membuang racun. “Penelitian telah menunjukkan bahwa keringat mengandung berbagai jenis senyawa, termasuk sejumlah kecil logam yang berpotensi beracun, seperti kadmium, aluminium, dan mangan. Ini adalah alasan utama mengapa berkeringat dianggap sebagai detoxicant (penetralisir zat beracun),” kata Rogers. 2 juta hingga 5 juta kelenjar keringat di kulit manusia dapat memainkan peran penting dalam menghilangkan banyak zat beracun yang ada di tubuh.

6. Berkeringat membantu menyembuhkan penyakit
Pernah bertanya-tanya mengapa anda berkeringat ketika anda sedang demam? Berkeringat adalah cara tubuh dalam memberitahu sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Tidak hanya membantu menjaga berat badan, keringat juga bermanfaat ketika anda sedang demam. “Peningkatan aktivitas metabolik merangsang sistem kekebalan tubuh. Jadi, ketika anda demam, berkeringat adalah cara tubuh anda untuk berusaha menyembuhkan dirinya sendiri”, kata Christian Nix, MA, L.Ac, seorang dokter pengobatan Cina dan ahli akupuntur berlisensi.

7. Berkeringat dapat mencegah asma
Jika anda berkeringat banyak setelah berolahraga, maka memungkinkan anda untuk meminimalisir terjadinya asma. Penelitian dari Universitas Michigan mengatakan bahwa berkeringat dapat membantu menurunkan resiko terjadinya asma. Dan semakin anda berkeringat ketika berolahraga, semakin baik, karena semakin anda berkeringat, semakin rendah resiko anda mengalami asma.

Bagaimana Jika Keringat Dalam Tubuh Tidak Keluar?

Banyaknya keringat dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain jenis kelamin, metabolisme tubuh, genetik, suhu dan kelembaban lingkungan, kondisi emosional/stres, aktivitas fisik, ataupun adanya penyakit dan penggunaan obat-obatan tertentu.

BACA JUGA:  Bagian Bumi yang Paling dalam Adalah

Berikut ini adalah beberapa penyebab mengapa keringat yang keluar dari tubuh Anda berkurang:
– Secara neurologis, bisa disebabkan oleh cedera kepala, stroke akibat panas, histeria, dan masalah bedah saraf seperti sindrom Guillain-Barre.
– Penyakit kulit yang menutup kelenjar keringat seperti miliaria, contact dermatitis.
– Penyakit bawaan yang menyebabkan tidak adanya kelenjar keringat dalam tubuh.
– Beberapa jenis obat seperti obat antipsikotik untuk mengobati gangguan mental, antiperspirant topikal yang mengandung aluminium sulfat, serta antikolinergik, seperti atropin dan skopolamin.
– Trauma pada kelenjar keringat seperti dermatitis exfoliative.
– Luka bakar.
– Diabetes.
– Dehidrasi.
– Bayi yang baru lahir dan bayi prematur biasanya mengalami anhidrosis sementara karena sistem sarafnya belum sempurna.

Menurut dr. Hanny Nilasari, ahli Dermatologis RSCM, tidak berkeringat justru dapat menyebabkan penyakit karena tidak adanya penyesuaian suhu tubuh. Orang yang tidak pernah mengeluarkan keringat lebih rentan terserang penyakit karena racun atau toksin yang berada di dalam tubuhnnya tak dapat keluar.

Tidak keluarnya keringat bisa jadi merupakan gejala gangguan metabolisme tubuh. Gejala awal penyakit gondok atau pertanda gejala serangan jantung dan penyakit dalam lainnya bisa jadi ditunjukkan dengan tubuh yang tak dapat mengeluarkan keringat. Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui gangguan yang sedang terjadi pada tubuh Anda.