Mengapa Proses Penyerapan Kembali Zat Tertentu Di Dalam Ginjal Sangatlah Penting?

ASTALOG.COM – Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak rongga belakang usus agak atas. Bentuknya seperti kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke arah sumbu tengah tubuh. Ginjal merupakan dua organ pemain kunci dalam pembersihan tubuh kita dengan ukuran kira-kira sebesar kepalan tangan. Tidak kurang ginjal kita bekerja dengan menyaring 120 hingga 150 liter darah untuk dapat menghasilkan sekitar 1 sampai 2 liter urine. Fungsi utama ginjal untuk mengatur kesetimbangan elektrolit selain mengatur tekanan darah dan menjaga keseimbangan tubuh atau homeostasis.

Bagian Utama Ginjal dan Fungsinya.
1. Korteks.
Bagian terluar pada ginjal yang terletak antara kapsul ginjal dan juga medula ginjal. Fungsi korteks pada ginjal adalah sebagai pelindung ginjal itu sediri. Di dalam korteks terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi.

Sedangkan badan malphigi itu sendiri tersusun dari glomerulus yang diselimuti oleh kapsula Bowman dan juga beberapa saluran yang terdiri dari tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal dan tubulus kontortus kolektivus. Jutaan nefron yang berada pada korteks ini membuat permukaan kapiler ginjal menjadi lebih luas, dan ini mengakibatkan perembesan zat buang pada ginjal menjadi lebih banyak.

2. Medula.
Medula adalah tempat berkumpulnya pembuluh darah kapiler dan juga kapsula bowman. Di dalam bagian ginjal ini lah terdapat proses reabsorbsi dan juga augmentasi yang dikerjakan oleh tubulus proksimal dan juga tubulus destal.

3. Pelvis Renalis.
Merupakan bagian pada ureter yang melebar di bagian proksimal dan terletak di bagian dalam sinus renalis yang menjadi permukaan ureter. Pelvis sendiri adalah tempat penampungan urine dan selanjutnya akan mengalirkan urine ke ureter. Setelah itu urine dari rongga ginjal akan menuju ke kandung kemuh atau vesika urinaria yang dikirim dari ureter. Dan di dalam kandung kemih, urine disimpan untuk sementara waktu sebelum akhirnya urine dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.

Proses yang Terjadi pada Bagian-Bagian Ginjal.
1. Filtrasi.
Proses filtrasi ini terjadi pada kapiler glomerulus dan kapsul bowman. Ada beberapa faktor yang bisa memantu melancarkan proses filtrasi ini, yaitu tekanan hidrolik dan juga pemeabilitas yang tinggi pada glomerulus itu sendiri. Pada glomerulus juga terjadi beberapa proses lain diantaranya adalah pengikatan kembali sel-sel darah, keping darah, dan juga sebagian besar protein plasma yang ada di dalam tubuh. Proses ini akan menghasilkan urine primer.

2. Reabsorbsi.
Proses reabsorbsi terjadi pada tubulus kontortus proksimal yang nantinya akan menghasilkan urine sekunder. Pada proses ini akan terjadi penambahan beberapa zat sisa serta urea yang ada pada tubulus kontortus distal.

Reabsorpsi air: Penyerapan air yang dilakukan oleh tubulus proksimal dengan cara osmosis disebut reabsorpsi obligat. Penyerapan yang dilakukan oleh tubulus kontortus distal disebut reabsorbpsi fakultatif yaitu penyerapan air sesuai dengan kebutuhan. Jika kekurangan cairan dalam darah maka tubulus kontortus akan menyerap air sehingga tidak terbuang, sebaliknya jika tubuh tidak membutuhkan air maka reabsorpsi tidak dilakukan.Reabsorbsi fakultatif dipengaruhi oleh hormon ADH.

Reabsorpsi zat tertentu: dilakukan dengan 2 cara yaitu transport akif dan difusi. Pada sisi tubulus yang berdekatan dengan lumen terjadi difusi sedangkan sisi tubulus yang berdekatan dengan kapiler terjadi transport aktif. Kadar Na+ menurun karena proses transport aktif yang dilakukan oleh sisi tubulus yang berdekatan dengan kapiler, sehingga sisi tubulus yang berdekatan dengan lumen akan mengalami proses difusi Na+.

Reabsorpsi zat penting: Pada umumnya reabsorpsi zat yang terpenting bagi tubuh dilakukan dengan proses transport aktif. Zat-zat yang secara aktif di serap adalah glukosa, protein, asam amino, asam asetoasetat dan vitamin.

Jadi proses reabsorpsi kembali zat tertentu pada ginjal itu penting karena untuk memanfaatkan atau mengambil kembali zat yang masih berguna bagi tubuh.

3. Augmentasi.
Proses terakhir adalah proses augmentasi di mana urine sekunder yang berasal dari lengkung henle akan disalurkan ke tubulus kontortus distal. Pada bagian itulah urine sekunder akan mengalami proses augmentasi, di mana urine sekunder akan ditambahkan beberapa zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Proses ini akan menghasilkan urine sesungguhnya yang akan dikeluarkan melalui ureter. Urine tersebut terdiri dari 96% air, 1,5% garam, dan 2,5 urea, sedangkan sisanya terdiri dari substansi lainnya.

Apa yang terjadi jika fungsi ginjal terganggu?

Intake makanan sebagai energi dan untuk perbaikan jaringan akan disaring dan molekul yang tidak terpakai seperti toksin (racun) akan dikeluarkan oleh ginjal. Jika fungsi ginjal terganggu maka kemampuan menyaring zat sisa ini dapat terganggu pula dan terjadi penumpukan dalam darah sehingga dapat menimbulkan berbagai manifestasi gangguan terhadap tubuh.

Ginjal memiliki struktur yang cukup unik, yaitu pembuluh darah dan unit penyaring. Proses penyaringan terjadi pada bagian kecil dalam ginjal, yang disebut dengan nefron. Setiap ginjal memiliki sekitar satu miliar nefron. Selain membuang sampah-sampah yang sudah tidak terpakai lagi, fungsi ginjal adalah menjadi ‘pabrik’ penghasil tiga hormon penting, yaitueritropoietin, renin, dan bentuk aktif vitamin D (kalsitriol).