Jenis Hormon pada Tumbuhan dan Fungsinya

Loading...

ASTALOG.COM – Sebagai salah satu dari makhluk hidup, tumbuhan juga memiliki hormon yang secara umum membantunya dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Hormon tumbuhan atau fitohormon adalah sekumpulan senyawa organik non hara (nutrien), baik yang terbentuk secara alami maupun yang dibuat oleh manusia, yang dalam kadar sangat kecil mampu mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan (taksis) tumbuhan.

Hormon pada tumbuhan dihasilkan dari jaringan non-spesifik (biasanya meristematik) yang menghasilkan zat ini apabila mendapat rangsang. Penyebaran hormon tumbuhan tidak harus melalui sistem pembuluh karena hormon tumbuhan dapat ditranslokasi melalui sitoplasma atau ruang antar sel. Secara umum hormon pada tumbuhan dapat dihasilkan dalam 2 cara, yaitu:

  1. Endogen, yaitu hormon tumbuhan yang dihasilkan sendiri oleh tumbuhan tersebut.
  2. Eksogen, yaitu hormon tumbuhan yang dihasilkan dari pemberian dari luar yang melibatkan bahan kimia non alami seperti bahan sintetik yang terbuat dari ekstrak tumbuhan yang menimbulkan rangsang yang serupa dengan hormon tumbuhan alami.

Jenis Hormon pada Tumbuhan dan Fungsinya

Sebenarnya terdapat ratusan hormon tumbuhan atau zat pengatur tumbuh yang dikenal luas, baik yang dihasilkan secara alami oleh tumbuhan sendiri (endogen) maupun yang dihasilkan oleh organisme non-tumbuhan atau yang sintetis buatan manusia (eksogen). Pengelompokan dilakukan untuk memudahkan identifikasi, dan terutama didasarkan pada efek fisiologis yang serupa, bukan berdasarkan kemiripan struktur kimia semata. Berdasarkan kesepakatan banyak ahli, terdapat 5 jenis utama hormon tumbuhan, yaitu:

1. Hormon Auksin

Auksin adalah zat hormon tumbuhan yang ditemukan pada ujung batang, akar, dan pembentukan bunga yang berfungsi sebagai pengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Auksin berperan penting dalam pertumbuhan tumbuhan.

Cara kerja hormon auksin adalah dengan menginisiasi pemanjangan sel dan juga memacu protein tertentu yang ada di membran plasma sel tumbuhan untuk memompa ion H+ ke dinding sel. Ion H+ mengaktifkan enzim ter-tentu sehingga memutuskan beberapa ikatan silang hidrogen rantai molekul selulosa penyusun dinding sel. Sel tumbuhan kemudian memanjang akibat air yang masuk secara osmosis.

Fungsi Hormon Auksin:

  • Membantu dalam proses mempercepat pertumbuhan, baik itu pertumbuhan akar maupun pertumbuhan batang.
  • Mempercepat perkecambahan.
  • Merangsang perpanjangan sel.
  • Membantu dalam proses pembelahan sel.
  • Merangsang aktivitas kambium.
  • Merangsang pembekokan batang.
  • Mempercepat pemasakan buah.
  • Merangsang pantenokarpi.
  • Merangsang dominasi apikal.
  • Mengurangi jumlah biji dalam buah.

2. Hormon Sitokinin

Sitokinin adalah sekelompok hormon tumbuhan dan zat pengatur tumbuh yang mendorong terjadinya pembelahan sel (sitokinesis) di jaringan meristematik. Sitokinin dapat bekerja lokal ataupun jarak jauh. Biasanya, sitokinin ditransportasi lewat pembuluh kayu. Dalam menjalankan fungsi fisiologinya, sitokinin kerap kali bekerja bersama-sama dengan auksin.

Fungsi Hormon Sitokinin:

  • Mengatur pembentukan bunga dan buah.
  • Membantu proses pertumbuhan akar dan tunas pada pembuatan kultur jaringan.
  • Memperkecil dominansi apikal dan juga dapat menyebabkan pembesaran daun muda.
  • Merangsang pembelahan sel dengan cepat. Bersama-sama giberelin dan auksin, dapat membantu mengatur pembelahan sel yang terdapat didaerah meristem sehingga pertumbuhan titik tumbuh normal.
  • Menunda pengguguran daun, bunga, dan buah yang dilakukan dengan meningkatkan transport zat makanan ke organ tersebut.

3. Hormon Giberelin

Giberelin (asam giberelat) adalah semua anggota kelompok hormon tumbuhan yang memiliki fungsi yang serupa atau terkait dengan bioassay GA1. Giberelin hadir pada hampir sepanjang hidup tumbuhan.

Fungsi Hormon Giberelin:

  • Mengatur pembelahan sel, perkecambahan, pemanjangan batang, pemicuan pembungaan, perkembangan kepala sari (anther), perkembangan biji dan pertumbuhan perikarp.
  • Mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan akar, daun, bunga, dan bunga
  • Berperan dalam tanggapan terhadap rangsang melalui regulasi fisiologis yang terkait dengan mekanisme biosintesisnya.

4. Hormon Etilena

Etilena atau etena merupakan satu-satunya zat pengatur tumbuh yang berwujud gas pada suhu dan tekanan ruangan (ambien). Selain itu, etilena tidak memiliki variasi bentuk yang lain. Etilena dihasilkan dari buah yang sudah tua. Etilena juga dihasilkan pada saat pemasakan buah atau untuk merespon adanya peningkatan kadar auksin yang tinggi.

Fungsi Hormon Etilena:

  • Mempercepat dalam pematangan buah.
  • Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan kukuh.
  • Memacu hormon lain dalam menimbulkan reaksi tertentu.
  • Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar.
  • Induksi sel kelamin betina pada bunga.
  • Merangsang terjadinya pemekaran bunga.
  • Pembentukan akar adventif.

5. Hormon Asam Absisat

Asam absisat (ABA) merupakan kelompok fitohormon yang terkait dengan dormansi dan perontokan daun (senescense). ABA sering dikelompokkan sebagai hormon inhibitor karena perannya yang kerap terkait dengan penundaan proses. Selain dihasilkan secara alami oleh oleh tumbuhan, hormon ini juga dihasilkan oleh alga hijau dan cendawan.

Fungsi Hormon Asam Absisat:

  • Menghambat perkecambahan biji.
  • Mempengaruhi terjadinya dormansi pada kuncup.
  • Menghambat pembelahan sel dan pembesaran sel.
  • Membantu tumbuhan dalam mengatasi tekanan pada lingkungan yang kurang baik.
  • Memperpanjang masa dormansi umbi-umbian.

 

 

Loading...