Manfaat Ilmu Anatomi Bagi Manusia

ASTALO.COM – Anatomi adalah adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia.

Anatomi Hewan

Anatomi hewan juga disebut sebagai anatomi perbandingan atau morfologi hewan jika mempelajari struktur berbagai hewan, dan disebut anatomi khusus jika hanya mempelajari satu jenis hewan saja.
Anatomi Manusia

Dilihat dari sudut kegunaan, bagian paling penting dari anatomi khusus adalah yang mempelajari tentang manusia dengan berbagai macam pendekatan yang berbeda. Dari sudut medis, anatomi terdiri dari berbagai pengetahuan tentang bentuk, letak, ukuran, dan hubungan berbagai struktur dari tubuh manusia sehat sehingga sering disebut sebagai anatomi deskriptif atau topografis. Kerumitan tubuh manusia menyebabkan hanya ada sedikit ahli anatomi manusia profesional yang benar-benar menguasai bidang ilmu ini; sebagian besar memiliki spesialisasi di bagian tertentu seperti otak atau bagian dalam.

Anatomi topografi harus dipelajari dengan pembedahan dan pemeriksaan berulang kali pada tubuh manusia yang telah meninggal (kadaver) Anatomi bukan sekedar ilmu biasa, namun harus benar-benar mempunyai keakuratan yang tinggi karena dapat digunakan dalam situasi yang darurat. Patologi anatomi adalah ilmu mengenai organ yang memiliki kelainan dan dalam keadaan sakit. Ilmu ini diterapkan untuk berbagai tujuan seperti bedah dan ginekologi.

Hakikat Pendidikan Anatomi

Hakekat pendidikan anatomi pada dasarnya mempunyai 3 dimensi. Yaitu : dimensi subtantif, dimensi metodologis, dan dimensi nilai (value). Ketiga dimensi ini tidak terpisahkan secara exsplisit, karena satu sama lain saling berkaitan.

a) Anatomi sebagai substansi ilmu
Sebagai substansi ilmu, maka anatomi mempunyai tujuan untuk dapat dikuasai oleh mahasiswa sehingga pembelajaran anatomi diarahkan untuk dapat dipahami dan dikuasai tentang teori-teori, konsep-konsep dan kaidah-kaidah struktur anatomi. Dengan penguasaan substansi, mahasiswa mempunyai kompetensi dasar untuk memahami susunan dan bentuk organisme serta penerapannya di bidang kedokteran, kesehatan dan lain-lainnya.

b) Anatomi sebagai metode berpikir
Sebagai metode berpikir, anatomi bermaksud melatih berpikir secara analitis, logis, kausatif (sebab-akibat), rasional dan sistematis kemampuan berpikir mempengaruhi cara berpikir dan perilaku mahasiswa. Dengan demikian, anatomi dapat dikatakan
sebagai alat (tool) cara berpikir. Logika berpikir dikembangkan secara lebih tertib sesuai hakekat anatomi sebagai ilmu yang mempunyai paradigma, struktur batang tubuh keilmuan (body of knowledge).

c) Anatomi sebagai nilai (value)
Dengan mempelajari anatomi dapat dipahami bahwa betapa erat dan ketergantungannya (dependency) hubungan mahluk dengan sekitarnya, yang pada akhirnya menumbuhkan kesadaran akan lingkungan. Mempelajari anatomi dapat memahami kompleksitas penciptaan mahluk secara tertib dan tersistem yang akhirnya membawa kesadaran akan kebasaran tuhan serta kesadaran religius. Dalam Al Qur’an/surat al mukminun ayat 12 – 14 ; menginformasikan kaidah dasar penciptaan mahluk yang menjelaskan pentahapan kehidupan embryonal. Yang terakhir mempelajari anatomi, sesungguhnya merupakan upaya untuk memahami hukum-hukum Allah.

Anatomi Sebagai Himpunan Ilmu

Sebagai himpunan ilmu, anatomi mempunyai cakupan yang luas dengan pendekatan yang beragam dan cara pembelajaran yang beragam pula.

Himpunan ilmu menyangkut:
a. Jenis mahluk (manusia, hewan, tumbuhan)
b. Tahapan kehidupan (embryologi, pediatri, pertumbuhan, gerontologi)
c. Jenis pendekatan (makro, mikrositologi, molekuler)
d. Basis terapan (gross anatomy, applied anatomy, anatomi bedah, radiologi, biomekanika, ergonomi)

Pembelajaran gross anatomy pada umumnya dengan pendekatan:
a. Deskripsi/sistemik
Cara pendekatan ini dengan menguraikan setiap sistem yang ada dalam tubuh manusia. Misalnya: sistem lokomosi (sistem muskuloskeletal), sistem cardiovasculer, sistem nervosum, sistem respiratorius, sistem digestivus, sistem urogenitalis, sistem sensuum
b. Regional/topografi
Cara pendekatan dengan menguraikan setiap organ per regio (daerah) misalnya: cranium, collum, truncus corporis (yang terdiri atas thorax dan abdomen), serta membra (yang terdiri atas membrum superior dan membrum inferior).

Tujuan Pendidikan Anatomi

Tujuan pendidikan anatomi adalah bahwa hasil akhir dapat mengadakan perubahan tingkah laku sesuai dengan yang diinginkan. Bertambahnya pengetahuan, meluasnya pengertian, meningkatnya ketrampilan, berubahnya sikap, mendalamnya apresiasi, semua ini sebagai perubahan tingkah laku.

Ada 2 kegiatan dalam pembelajaran anatomi:
a. Pengumpulan fakta dan mengingat kembali fakta tersebut
b. Mengadakan korelasi fakta dan menemukan mutual relationship

Dalam kegiatan a) Mengandung unsur memahami morfologi, topografi, pertumbuhan dan perkembangan sampai pada variasi bentuk maupun jenis dan konsep kelainan organ. Sementara dalam kegiatan b) mengandung unsur memahami kaitan morfologi jaringan dan organ tertentu serta fungsinya, memahami sifat, bentuk individu serta ukuran-ukuran (manusia Indonesia) untuk memahami fakta anthropologis.