Apakah Yang Dimaksud Skala Prioritas?

ASTALOG.COM – Dalam menentukan pilihan, sikap rasional perlu dilakukan. Artinya, kalian harus selalu menggunakan akal sehat. Pertimbangkan sebaik-baiknya antara pengorbanan yang diberikan dengan manfaat yang diperoleh.

Kebalikan dari sikap rasional adalah irasional atau tidak rasional. Contoh sikap tidak rasional dalam memilih adalah seorang konsumen yang berpenghasilan terbatas, namun selalu membeli barang-barang bermerek hanya untuk mengikuti mode.

Rasional atau tidaknya suatu pilihan tergantung pada alasan atau motif dalam melakukan pilihan dan apakah tindakannya selaras dengan prinsip ekonomi. Bagaimanakah tindakan yang sesuai prinsip ekonomi tersebut? Prinsip ekonomi merupakan pedoman agar pelaku ekonomi berusaha dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil maksimal atau dengan pengorbanan tertentu diusahakan kerugian minimal. Untuk itu maka dibutuhkan skala prioritas.

Skala Prioritas.
Skala prioritas adalah suatu daftar bermacam macam kebutuhan yang disusun berdasarkan tingkat kepentingannya,yaitu dari yang paling penting sampai dengan kebutuhan yang dapat ditunda pemenuhannya.

Hal-hal yang mempengaruhi prioritas kebutuhan manusia adalah sebagai berikut:
a. Tingkat pendapatan. Alternatif pilihan bagi seorang yang berpenghasilan tinggi, berbeda dengan orang yang berpenghasilan menengah atau rendah.
b. Status sosial (kedudukan dalam masyarakat). Alternatif yang diprioritaskan bagi seorang guru berbeda dengan pedagang kaki lima.
c. Lingkungan. Lingkungan orang-orang kaya mempunyai alternatif pilihan yang berbeda dengan lingkungan orang-orang biasa. Dalam memenuhi kebutuhan, manusia mendahulukan kebutuhan yang dianggap penting, mendesak, dan pokok. Setelah kebutuhan-kebutuhan tersebut terpenuhi manusia akan memenuhi kebutuhan pada prioritas berikutnya, agar mencapai kepuasan yang maksimal.

Penyusunan Skala Prioritas
Langkah langkah dalam menyusun daftar skala prioritas kebutuhan sebagai berikut :

a. Mencatat semua kebutuhan yang ada.
b. Membuat urutan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya.
c. Membuat beberapa catatan kebutuhan alokasi dana yang ada.
d. Memilih catatan kebutuhan yang paling memberi manfaat secara optimal.
e. Belanja sesuai dengan daftar yang telah ditentukan.

Dalam tabel skala prioritas terdapat empat kuadran yakni:

* Kuadran I : merupakan kuadran yang mewakili kebutuhan yang penting dan mendesak untuk dipenuhi
* Kuadran II : merupakan kuadran yang mewakili kebutuhan yang penting tapi kurang mendesak untuk dipenuhi
* Kuadran III : merupakan kuadran yang mewakili kebutuhan yang kurang penting namun mendesak untuk dipenuhi
* Kuadran IV : merupakan kuadran yang mewakili kebutuhan yang tidak penting dan tidak mendesak.

PERTIMBANGAN DALAM MENYUSUN SKALA PRIORITAS.
1. Tingkat Urgensi
Hal yang pertama yaitu tingkat urgensinya, yaitu bagaimana didalam menentukan pilihan, mana yang harus didahulukan harus perlu dipertimbangkan seberapa jauh tingkat kepentingan hal tersebut.

2. Pertimbangan Masa Depan.
Yang ketiga adalah bagaimana jika dalam menghadapai pilihan yang sulit, maka faktor masa depan juga perlu dipertimbangkan.

3. Kemampuan Diri.
Hal terakhir yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan skala prioritas adalah berawal dari sifat manusia yang mempunyai banyak keinginan dan selalu merasa tidak puas, namun ada hambatan karena keterbatasan kemampuan, baik dari segi ekonomi maupun yang lain. Maka perlu dipertimbangkan pula berdasarkan kemampuan yang dimiliki, baik dari segi materi maupun non materi agar pilihan yang diambil bisa tepat sesuai kemampuan.

Contoh Skala Prioritas.
Misalnya, Fitri mempunyai uang Rp90.000,00 kebutuhannya ada lima macam, yaitu buku pelajaran, sepatu, ban sepeda, menonton bioskop, dan menabung. Kelima macam kebutuhan Fitri tersebut tidak mungkin terpenuhi semuanya dengan uang yang hanya Rp90.000,00 itu. Untuk mengatasi masalah tersebut, Fitri harus mengadakan pilihan. Kebutuhan yang paling mendesak itulah yang harus diperhatikan lebih dahulu.

Jika buku pelajaran paling mendesak, buku itulah yang harus dibeli terlebih dahulu. Jika masih ada sisa uang, diadakan pilihan lagi di antara kebutuhan yang belum terpenuhi. Kebutuhan mana yang paling mendesak dan dapat dipenuhi dengan sisa uang yang ada, itulah yang harus dipenuhi lagi dan begitulah seterusnya.