Tokoh Ilmuwan yang Dikenal Sebagai Bapak Taksonomi Adalah?

ASTALOG.COM –  Taksonomi berasal dari kata takson yang berarti kelompok, dan nomos yang berarti hokum. Makhluk hidup yang memiliki persamaan ciri-ciri dikelompokan ke dalam unit-unit (takson). Takson disusun dari tingkat tinggi ke tingkat rendah.

Makhluk hidup yang memiliki sedikit persamaan ciri-ciri dikelompokan ke dalam tingkat takson yang lebih tinggi. Pada tingkat ini jumlah mahkluk hidupnya banyak. Sedangkan makhluk hidup yang memiliki banyak persamaan dikelompokkan ke dalam tingkat takson yang lebih rendah. Di sini jumlah makhluk hidupnya lebih sedikit.

Dasar pengelompokkan makhluk hidup ini adalah adanya persamaan dan perbedaan ciri-ciri morfologi, anatomi, fisiologi, tingkah laku, dan lain-lain.

Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupu hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris. Namun ide itu disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778).

Contoh klasifikasi makhluk hidup adalah:

* Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan semak.
* Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembap (higrofit).
* Berdasarkan manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan sebagainya
* Berdasarkan jenis makanannya. Contoh: Hewan dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora).

Cara pengelompokan makhluk hidup seperti ini dianggap kurang sesuai yang disebabkan karena dalam pengelompokan makhluk hidup dengan cara demikian dibuat berdasarkan keinginan orang yang mengelompokkannya.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup.

1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki.
2. Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis lain.
3. Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup.
4. Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama.

Selain memiliki tujuan, klasifikasi memiliki manfaat bagi manusia, antara lain :
1. Klasifikasi memudahkan kita dalam mmpelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam.
2. Klasifikasi membuat kita mengetahui hubungan kekerabatan antarjenis makhluk hidup.
3. Klasifikasi memudahkan komunikasi.

Tahapan dalam Klasifikasi
Pengklasifikasian makhluk hidup melalui beberapa tahap, sebagai berikut:

1) Pencanderaan makhluk hidup
Pada tahap ini, identifikasi dan ciri-ciri yang tampak dan mudah diamati, yaitu ciri-ciri morfologi, anatomi, dan fisiologi. Misalnya; bentuk daun, bentuk batang, warna bunga, dan lain-lain.

2) Pengelompokan makluk hidup
Pada tahap ini, makhluk hidup dikelompokan berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki. Misalnya; mangga, jambu air, kacang dikelompokan dalam tumbuhan berbiji belah.

3) Pemberian nama takson
Setelah organisme dikelompokkan berdasarkan ciri-cirinya, kemudian diberikan nama pada takson tersebut. Misalnya; itik, ayam, burung dikelompokan dalam kelompok aves.

Pemberian nama takson pada tingkat spesies harus berpedoman pada binomial nomenclatur yaitu cara pemberian nama jenis (spesies) suatu makhluk hidup dengan dua kata. Aturan ini dikemukakan oleh Carolus Linnaeus, yang merupakan nama ilmiah dan nama aslinya Carl Von Linne. Ketentuan penamaan system ini, sebagai berikut:

1) Nama spesies terdiri dari dua kata dalam bahasa latin atau kata yang dilatinkan. Misalnya: Panthera tigris (harimau Sumatera), Varanus komodoensis (komodo), Pendrogalus inustus (anoa).

2) Nama pertama menunjukan nama genus, ditulis dengan huruf pertama menggunakan huruf capital. Misalnya: Panthera, Varanus, Pendrogalus.

3) Nama kedua merupakan nama spesifik yang menunjukan jenis, ditulis dengan huruf awal menggunakan huruf kecil. Misalnya: tigris, komodoensis, inustus.

4) Nama spesies dicetak miring atau digaris bawahi, atau dicetak berbeda dengan teks lainnya. Tujuannya agar mudah terbaca di dalam teks tersebut. Misalnya : Oryza sativa (padi), Mangifera indica (mangga), Elephas maximus (gajah).

Urutan Tingkatan Takson dalam Klasifikasi.
1) Spesies : satuan atau unit dasar klasifikasi dua jenis organism/lebih bisa dimasukkan dalam satu spesies jika organism tersebut dapat melakukan perkawinan alami dan menghasilkan keturunan secara fertile.

2) Genus ( marga) : kumpulan dari spesies yang memiliki cirri-ciri yang sama.

3) Famili (suku) : tingkatan takson yang anggotanya terdiri atas beberapa genus atau marga yang memiliki cirri yang sama.

4) Ordo (bangsa) : tingkatan takson yang terdiri atas beberapa famili yang memiliki cirri yang sama.

5) Classis ( kelas) : kumpulan beberapa ordo dengan ciiri yang sama.

6) Phylum (filum) : kumpulan beberapa kelas dengan cirri yang sama.

7) Kingdom (kerajaan ) : tingkatan tertinggi klasifikasi. Semua hewan masuk dalam Kingdom Animalia, sedangkan tumbuhan masuk ke dalam Kingdom Plantae.

Tokoh Ilmuwan yang Dikenal Sebagai Bapak Taksonomi Adalah?
Ilmuwan yang dijuluki sebagai Bapak Taksonomi adalah Carolus Linnaeus. Hingga saat ini sistem nama biner yang digunakan disebut binomial nomenclature diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus.