Apa yang Dimaksud Amfiartrosis?

ASTALOG.COM – Seperti yang kita ketahui, tubuh manusia tidah hanya terdiri dari otot dan organ saja, melainkan juga tulang yang merupakan penyangga tubuh. Tulang yang satu berhubungan dengan tulang yang lain sehingga membentuk rangka tubuh dengan struktur jaringan penyambung yang dinamakan Persedian atau artikulasi. Pada artikulasi ada cairan pelumas yang dinamakan cairan sinoval. Otot dapat dilekatkan pada tulang oleh jaringan ikat yang dinamakan tendon. Adapun jaringan penghubung antartulang dinamakan ligamen.

Pengertian Tulang
Dilansir dari wikipedia, tulang atau kerangka adalah penopang tubuh Vertebrata. Tanpa tulang, pasti tubuh kita tidak bisa tegak berdiri. Tulang mulai terbentuk sejak bayi dalam kandungan, berlangsung terus sampai dekade kedua dalam susunan yang teratur.

Pengelompokan Pergerakan Tulang
Berdasarkan pergerakannya, persendian dikelompokkan menjadi sinartrosis, amfiartosis dan diartrosis.

1. Sinartosis
Sinartrosis adalah persendian yang tidak memungkinkan terjadinya gerakan. Pada persendian ini, tulang-tulangnya dipersatukan oleh serabut jaringan ikat (sinartrosis sinfibrosis) atau oleh tulang rawan hialin (sinartrosis sinkondrosis).
Contoh sinartrosis sinfibrosis adalah hubungan antartulang tengkorak, sedangkan contoh sinartrosis sinkondrosis adalah hubungan antatulang vertebrata.

2. Amfiartrosis
Amfiartrosis adalah persendian tulang dengan gerakan yang sangat terbatas. Contoh amfiartrosis adalah hubungan antartulang rusuk dan tulang dada.

Amfiartrosis dibagi menjadi dua, yaitu:
a.Simfisis
Pada simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang pipih. Contohnya pada sendi antartulang belakang dan pada tulang kemaluan.

b.Sindesmosis
Pada sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contohnya sendi antartulang betis dan tulang kering.

3. Diartrosis
Diartrosis adalah persendian yang menyebabkan gerakan bebas dan biasanya terjadi pada tulang-tulang panjang dam mriliki mobilitas cukup besar. Ujung-ujung tulang biasanya tertutupi oleh tulang rawan. Selain itu pada ujung tulang terdapat rongga sinovial yang berisi cairan sinovial untuk memudahkan gerakan. Hubungan antartulang tersebut dibungkus oleh pembungkus jaringan fibrosa. Hubungan diartosis terbagi atas sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi pelana dan sendi geser.

Persendian diartrosis dapat dibagi menjadi beberapa macam sendi, yaitu:
a. Sendi putar
Persendian yang memungkinkan adanya gerakan rotasi atau berputar. Hal ini terjadi apabila ujung tulang yang satu bergerak mengitari ujung tulang yang lain. Contoh sendi putar adalah tulang tengkorak dengan tulang atlas, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.

b. Sendi engsel
Persendian yang menyebabkan gerakan satu arah karena berporos satu disebut sendi engsel. Contoh sendi engsel ialah hubungan tulang pada siku, lutut, dan jari-jari.

c. Sendi pelana
Sendi pelana adalah persendian yang membentuk sendi, seperti pelana, dan berporos dua. Contohnya, terdapatpada ibu jari dan pergelangan tangan.

d. Sendi peluru
Sendi peluru adalah persendian yang memungkinkan gerakan yang lebih bebas. Sendi ini terjadi apabila ujung tulang yang satu berbentuk bonggol, seperti peluru masuk ke ujung tulang lain yang berbentuk cekungan. Contoh sendi peluru adalah hubungan tulang panggul dengan tulang paha, dan tulang belikat dengan tulang atas.