Objek Kajian Ilmu Ekonomi

ASTALOG.COM – Istilah Ekonomi berasal dari kata serapan bahasa Yunani kuno, yaitu oikos nomos yang merupakan gabungan dari 2 kata, yaitu oikos yang artinya rumah dan nomos yang artinya pengelolaan. Menurut Albert L. Meyers, ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia. Kata kunci dari definisi ini adalah:

  • Pertama, tentang “kebutuhan”, yaitu suatu keperluan manusia terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang sifat dan jenisnya sangat bermacam-macam dalam jumlah yang tidak terbatas.
  • Kedua, tentang ”pemuas kebutuhan” yang memiliki ciri-ciri terbatas.

Seiring dengan perkembangan waktu, ilmu ekonomi telah terbagi menjadi beberapa bidang kajian ilmu, karena pada prinsipnya, ilmu ekonomi memang selalu berkembang mengikuti kehidupan ekonomi itu sendiri. Ilmu ekonomi merupakan suatu disiplin tentang aspek-aspek ekonomi dan tingkah laku manusia. Secara fundamental dan historis, ilmu ekonomi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

  1. Ilmu ekonomi positif, yaitu ilmu ekonomi yang hanya membahas deskripsi mengenai fakta, situasi dan hubungan yang terjadi dalam ekonomi.
  2. Ilmu ekonomi normatif, yaitu ilmu ekonomi yang membahas mengenai pertimbangan-pertimbangan nilai dan etika, misalnya “haruskah sistem perpajakan diarahkan pada kaidah mengambil dari yang kaya untuk menolong yang miskin?

Tujuan Ilmu Ekonomi

Sebagaimana disebutkan diatas bahwa ilmu ekonomi merupakan disiplin ilmu yang mengkaji tentang aspek ekonomi dan tingkah laku manusia, yang artinya juga mengkaji peristiwa-peristiwa ekonomi yang terjadi di dalam masyarakat. Dan perlu diketahui, bahwa mengkaji peristiwa-peristiwa ekonomi, tujuannya adalah berusaha untuk mengerti hakikat dari peristiwa-peristiwa tersebut untuk selanjutnya dipahami.

Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa tujuan ilmu ekonomi itu untuk:

  1. Mencari pengertian tentang hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi, baik yang berupa hubungan kausal maupun fungsional.
  2. Dapat menguasai masalah-masalah ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat.

Objek Kajian Ilmu Ekonomi

Saat ini, ilmu ekonomi telah berkembang jauh melebihi ilmu-ilmu sosial lainnya yang terbagi-bagi dalam beberapa objek kajian seperti:

1. Ekonomi Lingkungan

Bidang kajian Ekonomi Lingkungan (Environmental Economics) bermula dari tulisan Gray (1900-an), Pigou (1920- an), dan Hotelling (1930-an), akan tetapi baru muncul sebagai studi koheren pada tahun 1970-an, yaitu ketika revolusi lingkungan mulai terjadi di berbagai negara di dunia.

2. Ekonomi Evolusioner

Ekonomi Evolusioner (Evolusioner Economics) merupakan bidang kajian ekonomi yang menjelaskan naik turunnya pertumbuhan ekonomi dan jatuh bangunnya perusahaan-perusahaan, kota-kota, kawasan dan negara, yang mencerminkan bahwa evolusi selalu beroperasi pada tingkat yang berlainan dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Dan, hal inilah yang menjadi latar belakang munculnya bidang-bidang baru kegiatan ekonomi.

3. Ekonomi Eksperimental

Ekonomi Eksperimental (Experimental Economics) pada mulanya merupakan hasil-hasil studi perilaku pilihan individu, terutama ketika para ekonom memusatkan perhatiannya pada teori-teori mikro ekonomi.

4. Ekonomi Kesehatan

Ekonomi Kesehatan (Health Economics) berusaha melakukan analisis terhadap input-input perawatan kesehatan, seperti pembelanjaan dan tenaga kerja, memperkirakan dampak-dampaknya pada hasil akhir yang diinginkan, yaitu kesehatan masyarakat. Sedangkan tujuannya ilmu ekonomi kesehatan adalah menggeneralisasikan aneka informasi mengenai biaya dan keuntungan dari cara-cara alternatif mencapai kesehatan dan tujuan-tujuan kesehatan. Pada kenyataannya, evaluasi mengenai perawatan kesehatan itu jarang dilakukan baik yang bersifat publik (pemerintah) maupun pribadi (misalnya individu pembuat keputusan dan anggota keluarganya).

5. Ekonomi Institusional

Ekonomi institusional (institutional economics) merupakan studi tentang sistem-sistem sosial yang membatasi penggunaan dan pertukaran sumber daya langka, serta upaya-upaya untuk menjelaskan munculnyaberbagai bentuk pengaturan institusional yang masing-masing mengandung konsekuensi tersendiri terhadap kinerja ekonomi.

6. Ekonomi Sumber Daya Alam

Ekonomi Sumber Daya Alam (Natural Resource Economics) merupakan bidang ekonomi yang mencakup kajian deskriptif dan normatif terhadap alokasi berbagai sumber daya alam, yaitu sumber daya yang tidak diciptakan melalui kegiatan manusia, melainkan disediakan oleh alam.

7. Ekonomi Matematika

Ekonomi Matematika (Mathematical Economics) mulai berkembang sejak tahun 1950-an. Sebelum terjadi formalisasi ekonomi matematika dan sebelum dikenal teknik-teknik canggih dalam analisis, matematika ekonomi tersebut terutama bertumpu pada teknik-teknik analisis grafik dan presentasi.

8. Ekonomi Pertahanan

Ekonomi pertahanan (defence economic) merupakan studi tentang biaya-biaya pertahanan yang mengkaji masalah pertahanan dan perdamaian dengan menggunakan analisis dan metode ekonomi yang meliputi kajian mikro dan makro ekonomi, seperti: optimiasi statis dan dinamis, teori-teori pertumbuhan, distribusi, perbandingan data statistik, dan ekonometrik. Sedangkan pelaku-pelaku dalam studi ini antara lain, Menteri Pertahanan, birokrat, kontraktor pertahanan, anggota parlemen, bangsa-bangsa yang bersekutu, para gerilyawan, teroris dan pemberontak.