Metode dalam Ilmu Ekonomi

Loading...

ASTALOG.COM – Metode dalam ilmu ekonomi (Metode Ekonomi) adalah ilmu yang mempelajari metode, umumnya metode ilmiah, yang berhubungan dengan ekonomi, termasuk prinsip tentang pertimbangan ekonomi. Metode ekonomi merupakan cara untuk mendapatkan kebijakan ekonomi. Dalam membahas atau memecahkan suatu permasalahan biasanya didasarkan atas suatu teori yang memungkinkan suatu hubungan dapat dijelaskan dengan benar sehingga dapat dianalisis untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi.

Metode dalam Ilmu Ekonomi

Dalam ilmu ekonomi ada beberapa macam metode yang dapat digunakan untuk melakukan analisa ekonomi, antara lain:

1. Metode Induktif

Metode Induktif merupakan suatu metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan semua data informasi yang ada di dalam realitas kehidupan. Realita tersebut terjadi dalam setiap unsur kehidupan yang dialami oleh individu, keluarga, masyarakat lokal, dan sebagainya sehingga dilakukanlah suatu metode untuk mencari solusinya sehingga upaya pemenuhan kebutuhannya tersebut dapat dikaji secara secermat mungkin.

Contoh: Dalam upaya menghasilkan dan menyalurkan sumber daya ekonomi, upaya tersebut dilakukan sedemikian rupa sehingga diperolehlah barang-barang dan jasa-jasa yang dapat tersedia pada jumlah, harga, dan waktu yang tepat bagi pemenuhan kebutuhan tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan perencanaan yang dalam ilmu ekonomi berfungsi sebagai cara ataupun metode untuk menyusun daftar kebutuhan terhadap sejumlah barang dan jasa yang diperlukan masyarakat.

2. Metode Deduktif

Metode Deduktif merupakan suatu metode ilmu ekonomi yang bekerja atas dasar hukum, ketentuan atau prinsip umum yang sudah diuji kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi mencoba menetapkan cara pemecahan masalah, sesuai dengan acuan, prinsip, hukum dan ketentuan yang ada dalam ilmu ekonomi.

Misalnya, dalam ilmu ekonomi terdapat hukum yang mengemukakan bahwa “jika persediaan barang-barang dan jasa berkurang dalam masyarakat, sementara permintaannya tetap, maka maka barang-barang dan jasa-jasa akan naik harganya”. Bertolak dari hukum ekonomi tersebut, para ahli ekonomi secara deduktif sudah dapat menentukan bahwa harus dijaga agar persediaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat tersebut selalu dapat mencukupi dalam kuantitas dan kualitasnya.

3. Metode Matematika

Metode Matematika merupakan metode yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi dengan cara pemecahan soal-soal secara matematis. Hal ini maksudnya adalah bahwa dalam matematika terdapat kebiasaan-kebiasaan yang dimulai dengan pembahasan dalil-dalil. Melalui pembahasan dalil-dalil tersebut dapat dipastikan bahwa kajiannya itu dapat diterima secara umum.

4. Metode Statistika

Metode Statistika merupakan suatu metode pemecahan masalah ekonomi dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, penafsiran data, dan penyajian data dalam bentuk angka-angka secara statistik. Dari angka-angka yang yang disajikan, kemudian dapat diketahui permasalahan yang sesungguhnya untuk kemudian dicarikan cara pemecahannya.

Contoh: Pembahasan mengenai masalah pengangguran. Dalam hal ini bisa terlebih dahulu diidentifikasi unsur-unsur yang berkaitan dengan pengangguran, misalnya:

  • data-data perusahaan
  • data-data tenaga kerja yang yang terdidik/kurang terdidik
  • jenis dan jumlah lapangan kerja yang tersedia
  • jumlah dan tingkat upah yang ditawarkan perusahaan
  • tempat perusahaan beroperasi
  • rata-rata tempat tinggal para calon pekerja

Dari data yang tekumpul tersebut, seorang ahli ekonomi akan dapat menyusun pengolahan/analisis dan penafsiran data secara statistik yang berhubungan dengan pemecahan masalah pengangguran tersebut. Kemudian ia dapat menentukan cara-cara yang tepat untuk membantu mengatasi masalah-masalah pengangguran secara akurat berdasarkan tafsiran peneliti terhadap angka-angka yang disajikan secara statistik.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan Metode Ekonomi

1. Melakukan Tahapan Metode Ilmiah

  1. Mengidentifikasi permasalahan dalam bentuk pertanyaan dan menetapkan variabel yang relevan.
  2. Memunculkan asumsi yang mendasari munculnya ilmu ekonomi yang dikenal dengan asumsi ”Ceteris Paribus”.
  3. Menentukan hipotesis, yaitu jawaban sementara atas permasalahan (pertanyaan).
  4. Melakukan uji hipotesis yang dilakukan dengan memfokuskan pada tiap variabel yang diteliti dan pada saat yang sama memperhatikan faktor lain yang diasumsikan.

2. Membentuk Model Ekonomi

Teori ekonomi yang telah tersusun menjadi dasar pembentukan model ekonomi. Model ekonomi itu dapat berupa diagram maupun matematis. Contoh: Diagram Siklus Ekonomi.

3. Mempertimbangkan Hukum Ekonomi

Hukum Ekonomi adalah hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi. Hubungan ekonomi tersebut dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

  1. Hubungan sebab akibat (kausal) merupakan suatu hubungan dimana suatu peristiwa menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain, namun kejadian ini tidak dapat berlaku sebaliknya. Contoh: ketika harga BBM naik maka akan menyebabkan harga-harga lainnya juga naik.
  2. Hubungan fungsional merupakan suatu hubungan yang saling pengaruh-mempengaruhi. Contoh: hukum permintaan dan hukum penawaran.

Loading...