Apakah Yang Dimaksud Dengan Fitohormon?

ASTALOG.COM – Hormon adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dan hormon pada setiap makhluk hidup itu berbeda-beda. Senyawa organik yang berpengaruh terhadap laju pertumbuhan yang dibuat oleh suatu bagian tumbuhan disebut dengan fitohormon. Beberapa contoh hormon antara lain auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, etilen, asam traumalin, dan kalin.

Jenis-jenis Dari Fitohormon.
1. Auksin
Auksin adalah fitohormon yang berperan dalam pertumbuhan ujung tanaman. Auksin dapat ditemukan pada ujung tanaman, ujung akar, dan bunga. Auksin dapat rusak jika terkena sinar matahari. Hal inilah yang menyebabkan tanaman cenderung mengarah ke matahari. Karena sisi tanaman yang terkena matahari akan mengalami denaturasi auksin. Sehingga pemanjangan selnya tidak sepanjang sel pada bagian yang tidak terkena matahari.

Auksin ada beberapa jenisnya, yaitu auksin a (memiliki kandungan air 1 mol lebih banyk dari pada auksin b) , auksin b , dan heteroauksin (zat yang diketahui sebagai asam indol asetat atau IAA/ Indole Acetic Acid). IAA atau asam indol asetat merupakan hormon auksin yang pertama kali di isolasi. IAA berasal dari asam amino triptofan yang sebagian besas di sintesis di ujung batang, ujung tunas, daun muda, ujung akar, bunga, dan buah, serta sel-sel kambium.

Pengaruh auksin pada fisiologi tumbuhan yaitu sebagai berikut :

a) Menghambat pertumbuhan tunas lateran.
b) Merangsang kambium untuk membentuk xilem dan floem.
c) Merangsang pertumbuhan akar lateral (samping) dan akar serabut.
d) Merangsang pemanjangan sel batang dan menghambat pemanjangan sel akar.
e) Mempercepat terjadinya diferensiasi di daerah meristem dan daerah pengguguran (absisi), sehingga mencegah rontoknya daun, bunga, dan buah.
f) Membantu proses partenokarpi pada buah, yaitu pembentukan buah tanpa terjadi pembuahan, dapat dihasilkan secara buatan dengan cara memberi auksin pada putiknya.
g) Mempercepat proses pembelahan dan pemanjangan jaringan sel.

2. Giberelin
Giberelin juga termasuk fitohormon pertumbuhan. Fitohormon ini sering ditemukan pada biji, kuncup, ujung daun, dan ujung akar. Giberelin memiliki fungsi antara lain sebagai perangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun, perkecambahan biji, menghentikan dormansi biji, merangsang pertumbuhan kuncup dan pematangan serbuk sari, dan perkembangan bunga pada spesies tertentu.

Giberelin ada beberapa jenis yaitu GA1, GA3, GA4, dan GA7. Hasil penelitian B arker dan Collin (1968) menunjukkan bahwa GA3 lebih efektif dibanding auksin dalam terjadinya partenokarpi.

3. Sitokinin
Sitokinin lebih cenderung berperan dalam pematangan endosperma pada suatu tumbuhan. Fungsi lain dari sitokinin adalah merangsang pertumbuhan embrio, pembelahan sel secara mitosis, pematangan buah secara alami setelah dipetik dari pohon, mempertahankan warna daun setelah dipetik dari tumbuhan, merangsang pertumbuhan lateral atau sekunder, dan diferensiasi sel tumbuhan.

4. Etilena
Etilena atau gas etilen memiliki fungsi mempercepat pematangan buah, respirasi, dan pengguguran daun. Tempat pembentukan etilena pada buah letaknya berbeda-beda. Ada yang diujung seperti buah pepaya, ada yang dipangkal seperti buah mangga.

5. Asam Absisat
Asam Absisat adalah Horman yang menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu dengan mengurangi pembelahan sel maupun perbesaran sel ataupun kedua-duanya. Secara umum peranan asam absisat adalah sebagai berikut :

a) Merangsang penutupan mulut daun atau stomata pada musim kering.
b) Mempertahankan tumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk, misalnya kekurangan air yaitu dengan cara dormansi (menunda pertumbuhan).
c) Membantu peluruhan atau gugurnya daun pada musim kering.
d) Menghambat pembelahan dan pemanjangan sel.

6. Kalin
Kalin adalah hormon tumbuhan yang merangsang pembentukan organ tumbuhan. Berdasarkan organ yang dirangsang pembentukannya. Ada beberapa jenis kalin yaitu antokalin untuk pembentukan bunga, filokalin untuk pembentukan organ daun, kaulokalin untuk pembentukan organ batang, rizokalin untuk pembentukan organ akar.

7. Asam Traumalin.
Asam traumalin merupakan Horman yang merangsang pembelahan sel-sel di bagian tubuh tumbuhan yang mengalami kerusakan atau luka, sehingga bagian yang terluka akan tertutup. Horman dihasilkan oleh tumbuhan dikotil yang terluka. Kemampuan tubuh tanaman memperbaiki bagiam tubuh yang rusak disebut dengan daya restitusi atau daya regenerasi.