Pulau dengan Jumlah Provinsi Terbanyak di Indonesia

ASTALOG.COM – Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 7 pulau besar yang masing-masing membentuk suatu provinsi, dan ribuan pulau-pulau kecil yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Adapun ke-7 pulau tersebut adalah:

  1. Pulau Sumatera
    1. Aceh
    2. Bengkulu
    3. Jambi
    4. Kepulauan Bangka Belitung
    5. Kepulauan Riau
    6. Lampung
    7. Riau
    8. Sumatera Barat
    9. Sumatera Selatan
    10. Sumatera Utara
  2. Pulau Jawa
    1. Banten
    2. Jakarta
    3. Jawa Barat
    4. Jawa Tengah
    5. Jawa Timur
    6. Daerah Istimewa Yoyyakarta
  3. Pulau Kalimantan
    1. Kalimantan Barat
    2. Kalimantan Tengah
    3. Kalimantan Timur
    4. Kalimantan Utara
  4. Pulau Sulawesi
    1. Gorontalo
    2. Sulawesi Barat
    3. Sulawesi Selatan
    4. Sulawesi Tengah
    5. Sulawesi Tenggara
    6. Sulawesi Utara
  5. Pulau Nusa Tenggara
    1. Bali
    2. Nusa Tenggara Barat
    3. Nusa Tenggara Timur
  6. Pulau Maluku
    1. Maluku
    2. Maluku Utara
  7. Papua
    1. Papua
    2. Papua Barat

Dari ke-7 pulau besar di Indonesia yang masing-masing memiliki provinsi, maka bisa diketahui bahwa Pulau Sumatera merupakan pulau di Indonesia dengan jumlah provinsi terbanyak, yaitu 10 provinsi.

Sumatera sebagai Pulau di Indonesia dengan Jumlah Provinsi Terbanyak

Sumatera/Sumatra adalah pulau ke-6 terbesar di dunia yang terletak di Indonesia, dengan luas mencapai sekitar 443.065,8 km². Pulau ini dikenal pula dengan nama lain, yaitu Pulau Percha, Andalas, atau Suwarnadwipa yang dalam bahasa Sanskerta berarti “Pulau Emas“.

Sejarah Pulau Sumatera

Berdasarkan catatan sejarah diketahui bahwa asal nama Sumatera berawal dari keberadaaan Kerajaan Samudera Pasai yang terletak di pesisir timur Aceh. Diawali dengan kunjungan Ibnu Batutah, seorang petualang asal Maroko ke negeri tersebut pada tahun 1345, kemudian dia melafalkan kata ‘Samudera menjadi ‘Samatrah‘, dan kemudian menjadilah Sumatera/Sumatra, yang selanjutnya nama ini tercantum dalam peta-peta abad ke-16 buatan Portugis yang merujuk pada pulau ini, sehingga kemudian dikenal meluas sampai sekarang.

Sementara itu nama asli Sumatera sendiri, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat adalah “Pulau Emas“. Istilah ‘Pulau Ameh‘ yang dalam bahasa Minangkabau berarti ‘Pulau Emas‘ dapat dijumpai dalam cerita ‘Cindua Mato’ dari Minangkabau. Kemudian dalam cerita rakyat Lampung juga tercantum nama ‘Tanoh Mas‘ untuk menyebut pulau Sumatera.

Seorang musafir dari Tiongkok yang bernama I-tsing yang bertahun-tahun menetap di Kerajaan Sriwijaya (Palembang) pada abad ke-7, juga menyebut Sumatera dengan nama ‘Chin Chou‘ yang berarti ‘Negeri Emas’. Para musafir Arab juga menyebut Sumatera dengan nama “Serendib” (tepatnya: “Suwarandib“), yang berasal dari kata ‘Suwarnadwipa‘ yang juga berarti ‘Pulau Emas‘ dalam bahasa Sanskerta.

Hasil Bumi Pulau Sumatera

Sebagai pulau yang dulunya dijuluki ‘Pulau Emas‘, Sumatera memiliki sejumlah kekayaan alam. Dari 5 provinsi terkaya hasil bumi di Indonesia, 3 provinsi itu terdapat di pulau Sumatera, yaitu provinsi Aceh, Riau dan Sumatera Selatan. Hasil-hasil bumi utama pulau Sumatera ialah kelapa sawit, tembakau, minyak bumi, timah, bauksit, batu bara dan gas alam. Hasil-hasil bumi tersebut sebagian besar diolah oleh perusahaan-perusahaan asing, seperti PT. Caltex yang mengolah minyak bumi di provinsi Riau. Sementara itu daerah tempat penghasil kekayaan tambang dari Pulau Sumatera antara lain:

  • Arun (NAD), menghasilkan gas alam.
  • Pangkalan Brandan (Sumatera Utara), menghasilkan minyak bumi
  • Duri, Dumai, dan Bengkalis (Riau), menghasilkan minyak bumi
  • Tanjung Enim (Sumatera Selatan), menghasilkan batu bara
  • Plaju dan Sungai Gerong (Sumatera Selatan), menghasilkan minyak bumi
  • Tanjungpinang (Kepulauan Riau), menghasilkan bauksit
  • Natuna dan Kepulauan Anambas (Kepulauan Riau), menghasilkan minyak bumi dan gas alam
  • Singkep (Kepulauan Riau), menghasilkan timah
  • Karimun (Kepulauan Riau), menghasilkan granit
  • Indarung (Sumatera Barat), menghasilkan semen
  • Sawahlunto (Sumatera Barat), menghasilkan batubara

Kondisi Geografis Pulau Sumatera

Pulau Sumatera terletak di bagian barat gugusan kepulauan Nusantara dengan batasan-batasannya sebagai berikut:

  • Di sebelah utara berbatasan dengan Teluk Benggala
  • di sebelah timur berbatasan dengan Selat Malaka
  • di sebelah selatan berbatasan dengan Selat Sunda
  • di sebelah barat berbatasan dengan Samudra Hindia.

Perlu diketahui bahwa di sebelah timur pulau Sumatera, banyak dijumpai rawa-rawa yang dialiri oleh sungai-sungai besar yang bermuara di sana, antara lain:

  • Sungai Asahan (Sumatera Utara)
  • Sungai Siak (Riau)
  • Sungai Kampar (Sumatera Barat)
  • Sungai Indragiri (Riau)
  • Sungai Batang Hari (Sumatera Barat, Jambi)
  • Sungai Musi, Ogan, Lematang, Komering (Sumatera Selatan)
  • Sungai Way Sekampung, Way Tulangbawang, Way Seputih, dan Way Mesuji (Lampung).

Sementara itu beberapa sungai yang bermuara ke pesisir barat pulau Sumatera di antaranya adalah Sungai Batang Tarusan (Sumatera Barat) dan Sungai Ketahun (Bengkulu).

Di bagian barat pulau Sumatera terbentang pegunungan Bukit Barisan yang membujur dari barat laut ke arah tenggara dengan panjang sekitar 1500km. Sepanjang bukit barisan tersebut terdapat puluhan gunung, baik yang tidak aktif maupun gunung berapi yang masih aktif, seperti:

  • Gunung Geureudong (Aceh)
  • Gunung Sinabung (Sumatera Utara)
  • Gunung Merapi dan Talang (Sumatera Barat)
  • Gunung Kaba (Bengkulu)
  • Gunung Kerinci (Sumatera Barat dan Jambi).

Di pulau Sumatera juga terdapat beberapa danau, di antaranya:

  • Danau Laut Tawar (Aceh)
  • Danau Toba (Sumatera Utara)
  • Danau Singkarak, Danau Maninjau, Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Talang (Sumatera Barat)
  • Danau Kerinci (Jambi)
  • Danau Ranau (Lampung dan Sumatera Selatan)