Ciri Pohon Rotan

Loading...

ASTALOG.COM – Rotan merupakan sekelompok jenis tanaman palma yang memiliki habitat memanjat, terutama Calamus, Daemonorops, dan Oncocalamus. Rotan jenis Calameae sendiri terdiri dari sekitar 600 anggota, dengan daerah persebaran di bagian tropis Afrika, Asia dan Australasia. Sebagian besar rotan berasal dari hutan di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Borneo, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Indonesia memasok sekitar 70% kebutuhan rotan dunia. Sisa pasar diisi dari Malaysia, Filipina, Sri Lanka, dan Bangladesh.

Klasifikasi Ilmiah Rotan

  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Liliopsida
  • Ordo: Arecales
  • Famili: Arecaceae
  • Upafamili: Lepidocaryoideae
  • Bangsa: Calameae
  • Generasi:
    • Calamus
    • Daemonorops
    • Oncocalamus

Ciri Pohon Rotan

1. Akar Rotan

Sebagaimana akar tanaman lainnya, akar rotan merupakan suatu bagian yang sangat penting karena akar mempunyai beberapa fungsi, yaitu untuk:

  • memperkuat berdirinya tanaman secara keseluruhan
  • menyerap air dan zat-zat makanan yang ada di dalam tanah
  • sebagai stasiun awal untuk pendistribusian air dan zat makanan lainnya yang sudah terserap tadi untuk diantarkan ke seluruh bagian tubuh

Adapun ciri-ciri akar rotan, yaitu:

  • terletak di dalam tanah, dengan persentase pembagiannya 40% bersifat geotrop atau tumbuh masuk ke bumi, dan 60% bersifat hidotrop atau bertumbuh secara horizontal dan cenderung mengarah untuk mencari air hingga ke permukaan tanah.
  • mempunyai sistem perakaran serabut.
  • cenderung berwarna keputih-putihan, kekuning-kuningan, dan kehitam-hitaman.
  • relatif tumbuh tidak lebih cepat daripada batangnya, namun terus tumbuh pada ujungnya.

2. Batang Rotan

Batang rotan mempunyai beberapa fungsi untuk tumbuhan rotan itu sendiri, antara lain untuk:

  • Mendukung pertumbuhan bagian tanaman rotan lainnya yang ada di atas tanah, seperti pelepah, daun dan bunga, serta buah rotan.
  • Menjadi saran transportasi untuk pendistribusian air dan zat-zat makanan lainnya dari bawah ke atas, dan pengangkutan hasil dari proses asimilasi dari atas ke bawah.
  • Merupakan tempat penyimpanan zat cadangan makanan untuk tanaman rotan itu sendiri.

Adapun ciri-ciri batang rotan, yaitu:

  • Pada umumnya memanjang dan bulat seperti silinder atau segitiga, tetapi selalu bersifat aktinomorf, maksudnya adalah bahwa batang rotan akan menjadi bagian yang setangkup bila dibagi menjadi 2.
  • Dibagi menjadi ruas-ruas yang setiap ruasnya dibatasi oleh buku-buku. Di buku-buku tersebut itulah tempat melekatnya pelepah dan tangkai daun tanaman rotan.
  • Selalu bersifat fototrop atau heliotrop, yaitu selalu mengarah ke atas menuju sinar matahari.
  • Selalu bertambah panjang pada ujungnya.

3. Daun Rotan

Daun tanaman rotan berfungsi sebagai:

  • tempat pengambilan zat makanan/resobsi, khususnya resobsi zat yang bersifat gas, seperti CO2
  • tempat asimilasi/pengolahan zat makanan
  • tempat transpirasi/penguapan air
  • tempat respirasi/pernafasan

Adapun ciri-ciri daun rotan, yaitu:

  • Berdaun majemuk dan juga mempunyai pelepah daun yang duduk pada buku serta menutupi permukaan ruas batang.
  • Anak daunnya tumbuh di atas pelepah dan letak daunnya sejajar atau meyirip genap, atau menyirip ganjil, atau berselang-seling di sepanjang pelepah daun.
  • ditumbuhi duri dengan berbagai bentuk dan warna. Duri yang melekat pada daun umumnya tumbuh menghadap ke dalam. Hal ini berguna untuk menjadi penguat ketika proses pengaitkan batang pada tumbuhan inang.
  • Ukuran dan jumlah daunnya pun bervariasi tergantung pada jenis dan varietas tanaman rotan itu sendiri.

4. Bunga Rotan

Rotan termasuk tumbuhan berbunga majemuk. Secara genetik, hal ini dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

  1. Jenis rotan yang berbunga pada lateral batang yang keluarnya bunga lebih dari satu kali.
  2. Jenis rotan yang berbunga pada ujung dan kemunculannya hanya satu kali dalam hidupnya, yang mana tanaman akan mati setelah proses generatif yang terakhir.

Adapun ciri-ciri bunga rotan, yaitu:

  • Ukuran bunga pada tanaman rotan relatif kecil dan hanya beberapa jenis saja yang mampu memiliki ukuran hingga 1cm atau lebih.
  • Warna bunganya bervariasi, mulai dari kecoklat-coklatan, kehijau-hijauan, atau krem.
  • Terbungkus oleh seludang (spatha), dimana bunga jantan akan siap dibuahi ketika seludang itu terbuka. Sedangkan bunga betina akan baru siap dan mulai masak setelah seludangnya pecah pada hari ke-13 sampai hari ke-27.
  • Bunga jantan dan bunga betina rotan biasanya berumah satu (monoceous). Namun ada juga yang berumah 2 (diceous).
  • Proses penyerbukan bunga pada tanaman rotan juga hampir sama seperti pada tanaman lainnya, yaitu dengan adanya bantuan dari angina/serangga penyerbuk.
  • Pada bunga betina rotan ada 3 putik/stilus, sedangkan pada bunga jantan ada 6 benang sari / stamen.

Loading...