Penyebab Kematian Ferdinand Magelhaens

ASTALOG.COM – Ferdinand Magelhaens lahir pada tahun 1480 adalah seorang petualang Portugis. Dia lahir di Sabrosa, Portugal utara. Magelhaens mendapatkan kewarganegaraan Spanyol karena mau bekerja di bawah perintah Raja Charles I dari Spanyol untuk menyelidiki suatu rute pelayaran ke arah barat menuju “kepulauan rempah-rempah” (kepulauan Maluku di Indonesia sekarang).

Ekspedisi Magelhaens yang berlangsung dari 1519 sampai 1522 adalah ekspedisi pertama yang mengarungi Samudera Atlantik masuk ke Samudera Pasifik (yang waktu itu dinamakan “laut damai” oleh Magellan karena airnya yang tenang) melewati Selat Magellan, lalu menyeberangi untuk pertama kalinya Samudera Pasifik.

Ekspedisi ini juga adalah ekspedisi pertama lewat laut yang berhasil mengelilingi bola Bumi (= pelayaran sirkumnavigasi), meskipun Magellan sendiri tidak sempat menyelesaikan seluruh perjalanan laut ini karena dia terbunuh dalam Perang Maktan di Filipina. Namun, Magelhaens dalam suatu pelayaran sebelumnya ke arah timur berhasil sampai ke Semenanjung Melayu, sehingga dialah penjelajah laut pertama yang berhasil melintasi semua garis bujur bola bumi.

Ferdinand Magelhaens pada masanya membuktikan kepada dunia dan kepada semua yang menolak gagasannya bahwa orang dapat berlayar mengelilingi Bumi karena planet biru ini bulat seperti bola. Pelayarannya memberikan bukti positif pertama bagi sains bahwa Bumi ini bulat.

Pada saat melakukan pelayaran, kapal Magelhaens memasuki saluran dekat ujung badai Amerika Selatan. saluran itu sempit dan berliku-liku di tempat-tempat berbahaya. Lebih dari lima minggu kemudian, akhirnya memasuki kapal laut, tenang biru. Magellan bernama ini laut Pasifik, yang berarti “damai” Hari ini., Lorong Magelhaens sulit ditemukan namanya: Selat Magelhaens.

Magelhaens Melintasi Pasifik.
Magelhaens kapalnya mendesak maju ke barat. Tapi Magelhaens tidak tahu bagaimana luas laut ini. Jauh dari darat, para pelaut kehabisan makanan. Magelhaens’s orang kelaparan makan tikus, kulit, dan serbuk gergaji. Kebanyakan mengembangkan sebuah penyakit yang disebut penyakit kudis, dan banyak yang meninggal. Setelah 98 hari mengerikan di laut, Magelhaens tiba di Pulau Guam. Setelah beristirahat, ia berlayar, mencapai Filipina.

Kematian Magelhaens.
Pada tanggal 28 Maret, mereka mendarat di Filipina dan berteman dengan seorang raja suku, Rajah Humabon Pulau Cebu. Setelah menghabiskan waktu dengan raja, Magellan dan krunya dibujuk untuk membantu suku membunuh musuh mereka Lapu-Lapu di pulau Mactan. Pada tanggal 21 April 1521, Magellan ambil bagian dalam Pertempuran Mactan dan dibunuh oleh tentara Lapu-Lapu’s.

Setelah kematian Magelhaens, Sebastian del Cano memiliki Konsepsi terbakar (sehingga tidak dapat digunakan terhadap mereka oleh penduduk setempat) dan mengambil alih dua kapal yang tersisa dan 117 awak kapal. Untuk memastikan bahwa satu kapal akan membuat kembali ke Spanyol, satu kapal, Trinidad, menuju ke timur, dan Victoria terus barat. Trinidad ditangkap oleh Portugal dalam perjalanan, namun pada September 6, 1522 Victoria dan hanya 18 anggota kru yang masih hidup kembali ke Spanyol, menyelesaikan pertama mengelilingi bumi.

Meskipun Magellan meninggal sebelum perjalanan itu selesai, ia sering dikreditkan dengan pertama mengelilingi bumi sebagai awalnya ia memimpin perjalanan. Dia juga menemukan apa yang sekarang disebut Selat Magellan, bernama Samudra Pasifik, dan Amerika Selatan Tierra del Fuego. Magellan Awan di angkasa yang juga bernama baginya, sebagai krunya adalah yang pertama untuk melihat mereka sementara berlayar di belahan bumi selatan. Paling penting untuk geografi meskipun, adalah realisasi Magellan tentang tingkat penuh sesuatu-bumi yang secara signifikan membantu dalam pengembangan eksplorasi kemudian geografis dan pengetahuan yang dihasilkan dunia saat ini.

Nama Magelhaens Dikenang Sejarah.
Selama bertahun-tahun, Magelhaens tidak mendapat tempat semestinya dalam sejarah. Disimpangkan oleh laporan para kapten yang memberontak, orang-orang Spanyol menodai reputasinya, mengatakan bahwa ia seorang bengis dan tidak becus. Orang Portugis mencapnya sebagai pengkhianat. Sungguh menyedihkan, catatannya lenyap sewaktu ia meninggal, kemungkinan dimusnahkan oleh orang-orang yang akan dirugikan olehnya. Tetapi berkat Pigafetta yang gigih—salah seorang dari 18 navigator yang selamat itu—dan sekitar 5 anggota lainnya dalam ekspedisi tersebut, nama Magelhaens mendapat tempat dalam catatan sejarah dunia.

Pada waktunya, sejarah mengubah penilaiannya, dan dewasa ini nama Magelhaens mendapat kehormatan yang selayaknya. Sebuah selat menyandang namanya, demikian juga Awan Magelhaens—dua galaksi yang kabur di sebelah selatan yang pertama kali dilukiskan oleh awaknya—dan pesawat ruang angkasa Magellan (nama Fernando de Magelhaens dalam bahasa Inggris, Ferdinand Magellan).