Sifat-sifat Benda Cair

ASTALOG.COM – Zat atau benda adalah sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Berdasarkan wujudnya, zat dibagi menjadi tiga, yaitu zat padat, zat cair dan zat gas. Bagaimana sifat dari masing-masing zat tersebut?

1. Benda Padat.
Contoh benda yang termasuk benda padat adalah batu, kayu, buku, uang koin, gelas, penggaris, pensil, dan penghapus. Untuk dapat menentukan suatu benda termasuk benda padat maka kita harus mengetahui sifat-sifat benda padat.
Zat padat mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
– Bentuknya tetap.
Benda padat seperti penggaris bila diletakkan di atas meja kemudian dipindahkan ke dalam gelas atau mangkok maka bentuknya tetap.

– Menempati ruang.
Ruang merupakan tempat dimana benda berada yang meliputi panjang, tinggi, dan lebar. Contoh sebuah penghapus diletakkan di dalam air maka penghapus ini akan menempati ruang sesuai dengan ukuran panjang, lebar dan tingginya.

– Volumenya tetap.
Ruang yang dibutuhkan sebuah benda disebut volume. Volume diukur dalam sentimeter kubik (cm3) yaitu panjang x lebar x tinggi. Sebuah kotak kayu yang diletakkan di dalam gelas kemudian dipindahkan ke dalam gelas lain yang lebih kecil akan mempunyai volume yang tetap.

-Mempunyai berat.
Berat dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan satuan kg (kilogram) dan dapat diukur menggunakan timbangan. Sebuah buku dan batu bila ditimbang dengan timbangan akan terlihat berapa kg beratnya. Hal ini menunjukkan bahwa benda padat mempunyai berat.

– Bisa diubah bentuknya dengan perlakuan tertentu.
Benda padat dapat diubah bentuknya dengan menekan atau memanaskannya terlebih dahulu. Plastisin dan tanah liat bisa diubah menjadi berbagai bentuk dengan cara di tekan. Besi yang keras bisa dibentuk menjadi pipih dengan cara memanaskannya terlebih dahulu kemudian dipukul-pukul sampai pipih. Sebuah papan dapat dipotong-potong kemudian dibuat meja dan kursi.

2. Benda Gas.
Benda gas mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya. Saat kita meniup balon, kita memasukkan udara ke dalam balon. Semakin kuat kita meniupnya, maka semakin banyak udara yang kita masukkan ke dalam balon. Akibat tiupan itu, balon mengembang. Udara mengisi seluruh ruang dalam balon. Hal ini berarti benda gas mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya.

Benda gas menekan ke segala arah. Balon dan kantong plastik mengembang ke seluruh bagian jika ditiup. Hal ini menunjukkan bahwa udara menekan ke segala arah.

Benda gas terdapat di segala tempat. Benda gas yang selalu ada di sekitar kita adalah udara. Di semua tempat ada udara. Bahkan wadah yang terlihat kosong pun ternyata berisi udara.

3. Benda Cair.
Ada berbagai macam benda cair di sekitar kita. Jika kita amati, benda cair itu memiliki sifat yang membedakannya dengan benda cair lainnya. selain itu, benda cair memiliki kekentalan yang beragam. Contoh benda cair yang dapat kita lihat di dalam kehidupan sehari-hari adalah air, minyak, susu dan kecap.

Air sangat encer, berbeda dengan kecap manis yang sangat kental. Jika air dituangkan, air lebih mudah mengalir dibandingkan aliran kecap. Saat dilekatkan di kulitpun terasa berbeda antara sabun cair dan kecap, kecap terasa lengket di kulit sedangkan sabun cair terasa licin.Oleh karena itu sifat-sifat benda cair dapat dipelajari antara lain :

– Bentuk benda cair tidak tetap, selalu mengikuti bentuk wadahnya.
Ketika kita menuangkan air ke dalam botol, maka bentuknya akan seperti botol. Demikian juga halnya jika air dimasukkan dalam gelas dan mangkuk, maka bentuk air akan menyerupai mangkuk dan gelas.

– Bentuk permukaan benda cair yang tenang selalu datar.
Bentuk permukaan benda cair yang tenang berbeda dengan benda cair yang bergelombang. Hal ini dapat diamati pada permukaan air yang diletakkan dalam botol yang tembus pandang, walaupun botol dimiringkan ke segala arah ketika diamati bentuk permukaan benda cair yang tenang tetap datar.

– Benda cair mengalir ke tempat lebih rendah.
Sifat benda cair yang berikutnya yaitu bergerak ke segala arah, mengalir dari tempat yang tinggi ke tampat yang rendah.hal ini dapat di amati pada air terjun, air mengalir deras dari atas dan jatuh melalui tebing yang curam. Pada saat hujan, Air hujan jatuh dari atap rumah melalui talang dan mengalir ke selokan.

– Benda cair menekan ke segala arah.
Air mempunyai tekanan. semakin ke dalam, tekanan air pada tempat itu semakin besar. hal ini yang meyebabkan tembok bendungan makin dalam dibuat makin tebal untuk menahan tekanan air yang makin besar di bagian paling dalam. Sifat air lainnya adalah menekan ke segala arah.

– Benda cair meresap melalui celah-celah kecil.
Ketika air tumpah di lantai ,kita melapnya dengan kain pel maka kain pel menjadi basah, sedangkan jika dilap dengan plastik maka plastik tidak basah, mengapa bisa demikian? Hal ini disebabkan karena air tersebut dapat meresap ke dalam kain pel karena kain pel memilikin pori-pori/celah-celah kecil sedangkan plastik tidak. Perisriwa meresapnya benda cair melalui benda cair disebut peristiwa kapilaritas.