Bahan Penyusun Plastik

ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik.

Nama ini berasal dari fakta bahwa banyak dari mereka “malleable”, memiliki properti keplastikan. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, “reliency” dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri.

Sejarah Plastik
Bahan sejenis plastic dikenalkanpertama oleh Alexander Parkes tahun 1852. Ia menyatakan bahwa bahan baru hasil temuannya mempunyai sifat yang mirip dengan karet tetapi harganya jauh lebih murah. Bahan tersebut dapat dicetak menjadi berbagai macam bentuk yang berbeda.

Tahapan penemuan plastik
1. Tahun 1907 ditemukan plastic bakelit oleh seorang kimiawan bernama Leo Baenkeland. Plastik ini merupakan plastic termosering pertama. Plastik ini pertama kali di gunakan untuk pembuatan telepon.
2. Tahun 1913 ditemukan plastic yang diberi nama selofana. Selofana adalah bahan banyak digunakan untuk kemasan pembungkus anti air yang lentur.
3. Tahun 1965 ditemukan serat baru yang diberi nama Kevler. Serat ini mempunyai sifat ringan, kuat dan lentur. (contohnya untuk rompi anti peluru dan peralatan olahraga).

Bahan Penyusun Plastik
Untuk mengerti karakteristik dari plastik, bisa dimulai dari struktur kimia penyusun plastik. Pengetahuan dasar kimia dibutuhkan untuk mengerti sifat-sifat dasar plastik. Ikatan kimia dalam struktur plastik adalah ikatan kovalen, yaitu ikatan antar atom dengan cara berbagi elektron diantara dua atom. Ikatan ini dapat terdiri dari beberapa elektron. Plastik merupakan bagian dari molekul hidrokarbon zat yang penyusun dasarnya adalah karbon dan hidrogen. Contoh dari ikatan kovalen diantaranya:

Ikatan tunggal C-C, ikatan ganda C=C, atau ikatan rangkap 3 C≡C.
Karbon mempunyai kemampuan untuk berikatan membentuk rantai yang panjang seperti oktane: CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3.

Plastik yang mempunyai struktur paling sederhana adalah polyethylene (PE). Umumnya susunan molekul dari PE terdiri dari sekitar 1000 atom karbon didalam tulang punggungnya. Molekul dari plastik sering disebut dengan macro molekul karena ukurannya sangat besar dilihat dari panjang rantai karbonnya. Untuk menyederhanakan struktur kimia dari macro molekul, maka digunakan penyingkatan. Bagian terkecil dari rantai karbon yang panjang disebut dengan mer atau monomer. Sering dituliskan seperti berikut.

-[CH2-CH2]n-
dimana n adalah jumlah atau derajat dari polimerisasi. Polimerisasi berarti penggabungan bersama monomer. Sekarang ini ada ribuan jenis plastik, tapi pada dasarnya, atom-atom penyusun inti plastik adalah Karbon (C), Hidrogen (H) dan beberapa tambahan atom Oksigen (O), nitrogen (N), Klor (Cl), Fluor (F), dan belerang (S).

Homopolymer:
Penyusun kimia paling dasar dari plastik disebut dengan homopolymer karena hanya terdiri dari satu struktur dasar. Contohnya:
-[CH2-CH-X]n-
>Jika X adalah hidrogen (H), maka bahan tersebut adalah polyethylene (PE). Tetapi ika X adalah klor [Cl], maka bahan tersebut adalah poli vinil klorida (PVC).
Bisa juga dua atom hidrogen (H) diganti dengan atom-atom tertentu menjadi sebagai berikut:
-[CH2-CX-Y]n-

Jenis Plastik
Secara umum plastik dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu :

1. Thermo Halus
Thermo halus adalah plastik yang mempunyai sifat apabila dipanaskan ia akan menjadi halus. Jenis plastik ini sering kita gunakan karena sifat plastik ini mudah dibentuk sesuai keinginan kita.

2. Thermo Kasar
Thermo kasar adalah plastik yamg mempunyai sifat apabila dipanaskan ia akan menjadi keras dan tidak akan menjadi lunak. Jenis plastik ini sering digunakan pada industri-industri besar dan juga digunakan pada pesawat ruang angkasa.