Sebutkan 7 Contoh Qada’ dan Qadar

Loading...

ASTALOG.COM – Iman kepada qada dan qadar termasuk rukun Iman yang ke- enam dan harus diyakini kebenarannya oleh setiap muslimin dan muslimat. Iman kepada qada dan qadar dalam kehidupan sehari-hari lebih popular dengan sebutan takdir.
Pengertian Qada dan Qadar
Menurut bahasa pengertian qada dan qadar adalah sebagai berikut :
A. Arti Qada
Qada berarti hukum atau keputusan ( Q.S. Surat An- Nisa’ ayat 65 )
Qada berarti mewujudkan atau menjadikan ( Q.S. Surat Fussilat ayat 12 )
Qada berarti kehendak ( Q.S. Surat Ali Imron ayat 47 )
Qada berarti perintah ( Q.S. Surat Al- Isra’ ayat 23

B. Arti Qadar
Qadar berarti mengatur atau menentukan sesuatu menurut batas-batasnya ( Q.S. Surat Fussilat ayat 10 )
Qadar berarti ukuran ( Q.S. Surat Ar- Ra’du ayat 17 )
Qadar berarti kekuasaan atau kemampuan ( Q.S. Surat Al- Baqarah ayat 236 )
Qadar berarti ketentuan atau kepastian ( Q.S. Al- Mursalat ayat 23 )
Qadar berarti perwujudan kehendak Allah swt terhadap semua makhluk-Nya dalam bentuk-bentuk batasan tertentu ( Q.S. Al- Qomar ayat 49

Dengan kata lain Qada dan Qadar adalah sama-sama merupakan ketetapan, keputusan, kehendak Allah SWT atas seluruh Makhluk-Nya. Sebagaian pendapat mengatakan Qada adalah ketetapan Allah SWT yang akan terjadi . Sedangkan Qadar, ketetapan Allah SWT yang telah terjadi atas makhluk-Nya.

BACA JUGA:  Silsilah Keturunan Nabi Muhammad SAW

Ciri-ciri orang yang beriman kepada qada dan qadar.
Berikut ini merupakan ciri orang yang beriman kepada qadha dan qadar.

– Selalu menyadari dan menerima kenyataan.
Iman kepada qadha dan qadar dapat menumbuhkan kesadaran yang tinggi untuk menerima kenyataan hidup. Karena yang terjadi adalah sudah pada garis ketentuan Allah pada hakekatnya bencana atau rahmat itu semata-mata dari Allah SWT.

– Senantiasa bersikap sabar.
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar akan senantiasa menerima segala sesuatu dengan penuh kesabaran, baik dalam situasi yang sempit atau susah dan tetap bersabar dalam situasi senang atau bahagia. Dengan demikian orang yang beriman kepada takdir Allah SWT senantiasa dalam keadaan yang stabil jiwanya. Wujud ujian dan cobaan bisa berupa tiadanya biaya pendidikan, fisik yang lemah, penyakit, orang tua meninggal, dilanda bencana alam, dan sebagainya.

– Rajin dalam berusaha dan tidak mudah menyerah.
Agar seseorang terus giat berusaha ia pun yakin bahwa segala hasil usaha manusia selalu diwaspadai, dinilai, serta diberi balasan.

– Selalu bersikap optimis, tidak pesimis.
Keyakinan terhadap Qadha dan Qadar dapat menumbuhkan sikap yang optimis tidak mudah putus asa. Karena ia yakin walau sering gagal, pasti suatu saat akan berhasil sehingga tidak akan berputus asa.

BACA JUGA:  Apa yang Dimaksud dengan Kitab-kitab Allah

– Senantiasa menerapkan sikap tawakal.
Tawakal (berserah diri0 kepada Allah SWT akan tumbuh pada diri seseorang jika ia meyakini bahwa segala sesuatu telah dikehendaki Allah. Allah Maha bijaksana sehingga menurut keyakinannya Allah tidak mungkin menyengsarakannya. Allah sumber kebaikan sehingga tidak mungkin Allah menghendaki hamba-Nya kepada keburukan.

Hubungan Qada dan Qadar.
Qada dan qadar merupakan satu kesatuan. Qada merupakan ketentuan, kehendak dan kemauan Allah swt. Sedangkan Qadar merupakan perwujudan dari kehendak Allah swt. Qada bersifat qodim (lebih dahulu ada), sedangkan qadar bersifat hudus (baru). Seorang ahli bahasa Al- Qur’an, Imam Ar- Raqib mengatakan bahwa Allah swt menakdirkan segala sesuatu dengan dua macam cara yaitu : memberikan qudrah atau kekuatan dan membuat ukuran serta cara-cara tertentu. Qada dan qadar biasa dikenal dengan sebutan taqdir Allah swt.

Contoh Qada.
1. Allah swt. Menetapkan matahari terbit pada siang hari serta bulan dan bintang tampak pada malam hari .
2. Allah swt. Menetapkan kapan laut harus pasang dan surut .
3. Allah swt. Menetapkan setiap mahluk pasti mati .
4. Allah swt. Menetapkan mahluk-Nya untuk berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.
5. Allah swt. Menetapkan seseorang lahir .
Contoh Qadar.
Qadar atau takdir dibagi menjadi dua macam :
1. Takdir Mubram berarti ketentuan Allah swt. Yang mesti terjadi dan tidak bisa diubah. Contoh takdir mubram:
a. Kenyataan bahwa matahari hanya ada pada siang hari, sedangkan bulan dan bintang hanya ada pada malam hari.
b. Kejadian laut pasang dan surut.
c. Kematian setiap mahluk.
d. Kelahiran bayi berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.
e. Kejadian seseorang terlahir di dunia ini.

BACA JUGA:  Hadist Tentang Mengkafani Jenazah

2. Takdir mualak berarti ketentuan Allah swt. Yang mungkin bisa diubah dengan jalan ikhtiar dan berdoa . Contoh takdir mualak:
a. Orang yang bodoh dapat pandai jika giat belajar dan berdoa kepada Allah swt.
b. Orang miskin yang berikhtiar dengan sungguh-sungguh disertai dengan doa dapat menjadi orang kaya.
c. Bencana alam mungkin tidak akan menimbulkan korban yang besar jika manusia dapat mempersiapkan diri dalam menghadapinnya dengan menggunakan kemampuan atau yang telah Allah berikan.