Negara Penghasil Beras Terbesar di Asia Tenggara

ASTALOG.COM – Sebenarnya negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang beriklim tropis memiliki potensi pertanian yang besar kecuali Singapura. Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara diklaim sebagai negara dengan penghasil beras terbesar di dunia. Sebut saja Indonesia, Thailand, Filipina, dan saat ini posisi penghasil beras terbesar di dunia dari kawasan Asia Tenggara dipegang oleh Vietnam

Vietnam kini menjadi produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan dunia. Jauh sebelumnya, Vietnam sempat belajar dari Indonesia, bahkan pernah meminjam beras pada Era Orde Baru. Vietnam di tahun 1989-1990 meminjam beras sebanyak 100.000 ton kepada Indonesia. Namun beras mereka saat ini bisa surplus 5-6 juta ton/tahun. Salah satu kuncinya mereka mengikuti sistem pertanian di Indonesia. Vietnam kini menjadi pengeskpor beras terbesar di dunia bahkan mengalahkan Thailand.

Sistem pertanian yang ditiru Vietnam dari Indonesia adalah sistem/program intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi pertanian. Dari ketiga cara itu, Vietnam lebih memfokuskan untuk terus mencetak sawah baru di negaranya. Cara tersebut dinilainya telah dilakukan oleh Presiden Soeharto pada masa lalu.

Berkat penggunaan varietas padi baru hasil tinggi dan perbaikan dalam teknologi pertanian dan infrastruktur, hasil padi Vietnam meningkat secara signifikan. Hasil rata-rata melonjak dari 4,2 ton / hektar pada 2000 menjadi 5,6 ton / hektar pada  saat ini.

Sekilas Mengenai Vietnam

Vietnam adalah negara yang terletak di bagian paling timur Semenanjung Indochina di Asia Tenggara dengan batasan-batasan wilayahnya sebagai berikut:

  • Utara: berbatasan dengan Republik Rakyat Tiongkok
  • Barat laut: berbatasan dengan Laos
  • Barat daya: berbatasan dengan Kamboja
  • Timur: terbentang Laut China Selatan

Vietnam termasuk di dalam grup ekonomi “Next Eleven“, dengan tingkat pertumbuhan GDP sebesar 8,17% pada tahun 2006, dan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di kawasan Asia Timur dan pertama di kawasan Asia Tenggara. Setahun kemudian, yaitu pada 2007, pertumbuhan GDP Vietnam mencapai rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir, yaitu sebesar 8,44%.

Vietnam adalah negara yang menganut paham komunis dimana presiden Vietnam adalah kepala negara dan secara nominal adalah panglima tertinggi militer Vietnam yang menduduki Dewan Nasional untuk Pertahanan dan Keamanan (Council National Defense and Security). Perdana Menteri Vietnam adalah kepala pemerintahan, yang mengepalai kabinet yang terdiri atas 3 deputi Perdana Menteri dan kepala 26 menteri-menteri dan perwira-perwira.

Vietnam beribukota di Hanoi, sedangkan kota terbesar dan terpadat adalah Kota Ho Chi Minh (dahulu dikenal sebagai Saigon). Vietnam memiliki 5 kotamadya yang dikontrol langsung oleh pemerintah pusat dan memiliki level yang sama dengan provinsi. Provinsi-provinsi di Vietnam dibagi menjadi 59, yang kemudian dibagi-bagi lagi menjadi kotamadya provinsi, dan kemudian dibagi lagi menjadi kota/komune. Sedangkan, 5 kotamadya yang dikontrol oleh pemerintah pusat di bagi menjadi distrik dan kabupaten, dan kemudian, dibagi lagi menjadi kelurahan.

Bahasa Vietnam merupakan bahasa ibu negara ini dengan populasi penggunanya sekitar 86,2%. Bahasa Perancis, peninggalan masa kolonial, masih digunakan oleh orang-orang tua Vietnam sebagai bahasa kedua tetapi telah hilang kepopulerannya. Dalam beberapa tahun terakhir, bahasa Mandarin, Jepang, dan Inggris telah menjadi bahasa-bahasa asing paling populer, dengan bahasa Inggris menjadi sebagai pelajaran wajib di kebanyakan sekolah. Bahasa Indonesia juga diumumkan sebagai bahasa kedua secara resmi pada Desember 2007.

Vietnam kini semakin populer dengan beragam potensi wisata yang terdapat di negara ini, antara lain:

  1. Ha Long Bay yang terletak di utara Vietnam dengan 120km garis pantai yang panjang. Ha Long Bay memiliki ribuan pulau, yang masing-masing di atasnya mempunyai vegetasi hutan tebal, membentuk pemandangan laut pilar batu kapur yang spektakuler. Beberapa pulau yang berlubang, dengan gua-gua yang sangat besar, pulau-pulau lain yang termasuk danau dan beberapa dukungan desa nelayan yang mengambang.
  2. Pagoda Thien Mu di Hue adalah sebuah pagoda tertinggi di Vietnam. Pagoda ini menghadap ke Sungai Parfum dan dianggap sebagai simbol yang tidak resmi dari bekas ibukota kekaisaran. Candi ini dibangun pada tahun 1601 pada masa pemerintahan Lords Nguyen. Pada awal dibangun sangatlah sederhana, tetapi seiring waktu berjalan terus dipugar dan diperluas dengan berbagai fitur yang lebih rumit.
  3. Hoi An telah menjadi pelabuhan internasional dari abad ke-16 meskipun bisnis pengiriman serius sudah lama pindah ke kota Da Nang. Jantung kota masih di Old Town, penuh dengan jalur berliku dan toko-toko yang bergaya Cina. Terkadang juga disebut dengan “Venice of Vietnam” karena sebuah kanal sempit yang membelah bagian dari kota.