Apa Fungsi dari Jaringan Sklerenkim?

ASTALOG.COM – Jaringan adalah adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi, sedangkan cabang biologi yang mempelajari berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi.

Jaringan dimiliki oleh organisme yang telah memiliki pembagian tugas untuk setiap kelompok sel-selnya. Organisme bertalus, seperti alga (“ganggang”) dan fungi (“jamur”), tidak memiliki perbedaan jaringan, meskipun mereka dapat membentuk struktur-struktur khas mirip organ, seperti tubuh buah dan sporofor. Tumbuhan lumut dapat dikatakan telah memiliki jaringan yang jelas, meskipun ia belum memiliki jaringan pembuluh yang jelas.

Jaringan sklerenkim adalah jaringan yang terdiri dari sel dengan diding sekunder yang tebal, yang dapat berlignin atau tidak. Fungsi utama sklerenkim adalah penyokong dan kadang-kadang juga pelindung sel sklerenkim memiliki sifat kenyal (elastis), tidak seperti kolenkim yang memiliki sifat.

Jaringan Sklerenkim merupakan jaringan penyokong yang terdapat pada organ tubuh tumbuhan yang telah dewasa. Jaringan sklerenkim tersusun oleh sel-sel mati yang seluruh bagian dindingnya mengalami penebalan sehingga kuat, sel-selnya lebih kaku daripada sel kolenkim, sel sklerenkim tidak dapat memanjang. liat (plastis) .

Macam-Macam Sel Sklerenkim

1. Sklereid
Terdapat di berbagai tempat dalam tubuh-tumbuhan. Sering sklereid berhimpun menjadi kelompok yang keras di antara sel parenkim sekelilingnya. Tempurung kelapa misalnya , hampir seluruhnya terdiri dari sklereid.

Berdasarkan bentuk selnya, sklereid dibedakan dalam berbagai tipe, yaitu:

a. Brakhisklereid: bentuknya seperti sel parenkim, kadang-kadang disebut sel batu. Misalnya pada buah Cocos nucifera.
b. Makrosklereid (sel tongkat): bentuk selnya memanjang. Misalnya pada kulit biji buncis.
c. Osteosklereid (sel tulang): bentuknya seperti tulang, memanjang dan kedua ujungnya melebar. Misalnya pada kulit biji kacang merah.
d. Astrosklereid (sel bintang): selnya bercabang-cabang seperti bintang. Misalnya pada daun teh.
e. Trikosklereid: sklereid yang selnya panjang, bentuk seperti rambut, kadang bercabang. Misalnya pada akar udara Monstera.

2. Serabut (serat) sklerenkim
Serat sklerenkim adalah sel-sel sklerenkim yang memanjang, biasanya dengan ujung yang runcing, lumen sempit dan dinding sekunder tebal. Serat terdapat pada akar, batang, daun, dan buah. Secara morfologis serat terdapat dua tipe, yaitu:

a. Serat xilem, yaitu serat yang terdapat pada xilem. Biasanya noktah berhalaman. Disebut juga dengan serabut kayu.
b. Serat ekstraxilem, yaitu semua serat yang terdapat pada jaringan-jaringan selain xilem, seperti serat korteks, perisikel, dan floem. Biasanya mempunyai noktah sederhana. Serat-serat ini disebut juga dengan bast fibers (serabut kulit kayu).

Ciri Jaringan Sklerenkim

Adapun ciri-ciri dari jaringan sklerenkim ialah:

· Jaringan sederhana yang terspesialisasi untuk penyokong struktural.
· Bentuk sel umumnya memanjang,
· Memiliki dinding primer dan sekunder yang mengandung lignin.
· Sel mati pada saat dewasa

Tipe sklerenkim:
1. Serat
– Sel memanjang, ujung meruncing
– Dinding sel tebal berlignin
– Seringkali ditemukan dalam bentuk berkas (melimpah pada kayu dan kulit kayu tumbuhan berbunga)
– Ditemukan pada batang dan daun.
– Fungsi utamaa penyokong

2. Sklereid
– Ukuran bervariasi, seringkali bercabang
– Sel pendek berbentuk kubus,mis. pada tempurung kelapa,kulit buah pir
– Dapat ditemukan pada setiap bagian tumbuhan, biasanya dalam bentuk

Fungsi Jaringan Sklerenkim

Jaringan sklerenkim berfungsi sebagai alat penyokong, Melindungi dan menguatkan bagian dalam sel, Memberikan kekuatan mekanik ke tubuh tanaman. Aktifitas serat sklerenkim melindungi tanaman dari berbagai stres dan faktor strain dari lingkungan. Serat buah-buahan dan biji membantu penyebaran mereka dengan angin. Memberikan dukungan mekanis untuk tanaman dengan memberikan kekakuan, fleksibilitas dan elastisitas pada tubuh tanaman.