Peranan Tumbuhan Paku Bagi Kehidupan

ASTALOG.COM – Menurut wikipedia, tumbuhan paku, paku-pakuan, atau pakis-pakisan dengannama latin Pteridophyta adalah sekelompok tumbuhan dengan sistem pembuluh sejati (Tracheophyta) tetapi tidak pernah menghasilkan biji untuk reproduksi seksualnya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini melepaskan spora sebagai alat penyebarluasan dan perbanyakannya, menyerupai kelompok organisme seperti lumut dan fungi.

  • Pengelompokan Tumbuhan Paku Berdasarkan Spora

Tumbuhan paku umumnya berupa tumbuhan kormus, artinya sudah mempunyai akar, batang dan daun sejati. Perkembangbiakannya dengan cara spora. Berdasarkan spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Paku homospor yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan ukuran dan jenis yang sama.
    Contohnya : Paku hias Adiantum cuneatum, Pteris ensiformis, Lycopodium cernuum (paku kawat), dan sebagainya.
  2. Paku heterospor, yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan jenis dan ukuran yang berbeda, spora berukuran besar yang disebur makrospora dan spora yang berukuran kecil disebut mikrospora. Paku heterospor ditemukan pada tumbuhan paku sampan (Salvinia natans), dan paku rane (Selaginella wildenwoii).
  3. Paku peralihan, yaitu jenis tumbuhan paku yang memilki ukuran yang sama tetapi jenisnya berbeda.
    Contonhnya : Tumbuhan paku ekor kuda (Equisetum debile).
  • Ciri Tumbuhan Paku

Berikut beberapa ciri dari tumbuhan paku antara lain :

  1. Hidupnya di segala tempat terutama di tempat-tempat yang lembab di tempat kering dan terbuka, di air
  2. Berbeda dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Oleh karena itu, tumbuhan paku termasuk kormophyta berspora
  3. Baik pada akar, batang, dan daun, secara anatomi sudah memiliki berkas pembuluh angkut, yaitu xilem yang
  4. berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, dan floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan
  5. Habitat tumbuhan paku ada yang di darat dan ada pula yang di perairan serta ada yang hidupnya menempe
  6. Pada waktu masih muda, biasanya daun tumbuhan paku menggulung dan bersisik
  7. Tumbuhan paku dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan gemmae dan reproduksi seksual dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina
  8. Dalam siklus hidup (metagenesis) terdapat fase sporofit, yaitu tumbuhan paku sendiri
  9. Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya
  10. Memiliki klorofil sehingga cara hidupnya hidupnya fotoautotrof
  • Siklus Hidup Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Siklus hidup dari tumbuhan paku adalah spora dalam tempat yang lembab menjadi prothallium yang berbentuk lembaran. Prothallium ini merupakan gametophyt-nya. Gametophy ini menghasilkan archegonium dan antheridium yang terdapat dipermukaan sebelah bawah prothallium.

Setelah spermatozoida yang dihasilkan antheridium dapat membuahi sel telur yan terdapat dalam archegoniumnya, maka zygota kemudian menjadi Tumbuhan baru. Tumbuhan baru ini akan terus berkembang menjadi Tumbuhan Paku. Karena Tumbuhan ini mampu menghasilkan spora maka ia disebut sporophyt. Tidak semua daun tumbuhan ini mampu menghasilkan spora. Daun-Daun yang mandul (steril) tidak dapat menghasilkan spora. Daun yang subur (fertil)dapat menghasilkan spora.

  • Sistem Reproduksi Tumbuhan Paku 

Tumbuhan paku yang bereproduksi secara aseksual  menghasilkan spora. Sedangkan secara seksual terjadi dengan peleburan gamet jantan yang dihasilkan anteridium dan gamet betina yang dihasilkan arkegonium.

  • Peran dan Keuntungan Tumbuhan Paku Bagi Kehidupan

Karena kecenderungan untuk tumbuh di tempat marginal, tumbuhan paku bukanlah kelompok tumbuhan yang memiliki peran budaya yang menonjol.

Banyak anggota dari tumbuhan paku membuatnya dipilih  menjadi tanaman hias, baik taman, pekarangan, atau ditaruh di pot sebagai tanaman beranda atau dalam rumah (indoor plant). Contoh-contohnya adalah berbagai paku pedang (Nephrolepis), berbagai paku epifit (misalnya paku tanduk rusa, kadaka, Davallia, Drynaria, sering kali tumbuh secara spontan lalu dipelihara), suplir (Adiantum), berbagai paku pohon, dan beberapa paku air untuk penghias akuarium (mis. Ceratopteris thalictroides).

Selain sebagai tanaman hias, terdapat beberapa jenis tumbuhan paku yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Berikut beberapa   contoh dari pemanfaatan tumbuhan paku oleh manusia.

a. Dipelihara sebagai tanaman hias, misalnya Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa), Asplenium sp. (paku sarangburung), Adiantum sp. (suplir), dan Selaginella sp. (paku rane).

b. Penghasil bahan obat-obatan, misalnya Aspidium sp., Dryopteris filixmas, dan Lycopodium clavatum.

c. Sebagai sayuran, misalnya Marsilea crenata (semanggi) dan Pteridium aquilium.

d. Sebagai bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinnata, paku ini bersimbiosis dengan alga hijau-biru Anabaena

azollae dalam memfiksasi nitrogen bebas.

e. Sebagai salah satu bahan dalam membuat karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.