Kenapa Difusi dan Osmosis Dapat Terjadi?

Loading...

ASTALOG.COM – Difusi dan Osmosis merupakan contoh dari transpor pasif yang mana transpor pasif itu adalah proses suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya.

Difusi.
Difusi adalah peristiwa ketika zat di dalam pelarut mengalir atau berpindah, dari bagian yang punya konsentrasi tinggi, ke bagian dengan konsentrasi rendah. Proses ini akan terus terjadi sampai semua zat tersebut tersebar secara merata atau konsentrasi sudah seimbang, tidak ada lagi yang lebih tinggi atau rendah. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk.

Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis.

Faktor Yang Memengaruhi Kecepatan Difusi.
Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi:

– Ukuran partikel. Semakin besar ukuran partikel,maka semakin lambat partikel itu akan bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin rendah dan berlaku juga sebaliknya.
– Ketebalan membran. Semakin tebal membran, maka semakin lambat kecepatan difusi.
– Luas suatu area. Semakin luas areanya, maka semakin cepat kecepatan difusinya.
– Jarak. Semakin besar perbedaan dua konsentrasi, maka semakin lambat kecepatan difusinya.
– Suhu. Seperti yang dibahas pada artikel laju reaksi. Semakin tinggi suhu, partikel akan mendapatkan energi sehingga bergerak dengan lebih cepat. dan kecepatan difusi menjadi lebih cepat.

Mekanisme Difusi.
Difusi sederhana melalui membrane berlangsung karena molekul -molekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu, memmbran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O,CO2, HO, dan H2O.

Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus membran melalui saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran, semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya. Sementara itu, molekul – molekul berukuran besar seperti asam amino, glukosa, dan beberapa garam – garam mineral , tidak dapat menembus membrane secara langsung, tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membrane.

Jenis Difusi.
Difusi dibedakan menjadi dua, yaitu difusi biasa dan khusus. Inilah uraiannya:

– Difusi biasa
Sel ingin mengambil nutrisi, atau terjadi pada molekul/partikel hydropobhic (tidak berpolar). Partikel akan langsung berdifusi tanpa memerlukan energi, dan bisa melewati membran langsung.

Difusi khusus
Terjadi di sel yang ingin mengambil nutrisi, terjadi di partikel yang punya polar/ion (hydrophilic). Diperlukan protein yang khusus agar partikel bisa melewati membran.

Osmosis.
Osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membran semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis). Peristiwa osmosis dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain pada penyerapan air melalui bulu-bulu akar, dan mengerutnya sel darah merah yang dimasukkan ke dalam larutan hipertonis.

Faktor yang mempengaruhi Osmosis :

1. Ukuran molekul yang meresap: Molekul yang lebih kecil daripada garis pusat lubang membran akan meresap dengan lebih mudah.
2. Keterlarutan lipid: Molekul yang mempunyai keterlarutan yang tinggi meresap lebih cepat daripada molekul yang kelarutan yang rendah seperti lipid.
3. Luas permukaan membran: Kadar resapan menjadi lebih cepat jika luas permukaan membran yang disediakan untuk resapan adalah lebih besar.
4. Ketebalan membran: Kadar resapan sesuatu molekul berkadar songsang dengan jarak yang harus dilaluinya. Berbanding dengan satu membran yang tebal, kadar resapan melalui satu membran yang tipis adalah lebih cepat.
5. Suhu: Pergerakan molekul dipengaruhi oleh suhu. Kadar resapan akan menjadi lebih cepat pada suhu yang tinggi dibandingkan dengan suhu yang rendah.

 

Contoh Osmosis Dalam Kehidupan

Beberapa contoh tentang osmosis yang ada di hidup sehari-hari adalah:

Dialisis
Adalah proses cuci darah yang biasanya dilakukan oleh pasien gagal ginjal. Karena ginjal tidak bisa melakukan fungsinya menyaring zat-zat beracun dan air, maka proses dialisis dilakukan untuk membantu. Di proses ini, molekul kecil dapat keluar dari pori-pori membran, dan molekul besar seperti garam menjadi tertahan di kantung membran.

Penyerapan air tanah ke akar tumbuhan
Bisa terjadi karena perbedaan tekanan antara sel air tanah dan sel akar. Tekanan rendah di sel akar akan membuat air masuk ke dalamnnya. Akar bisa mencegah hal ini terjadi jika tumbuhan tidak membutuhkannya. Namun jika volume air tanah lebih banyak daripada seharusnya, maka akar tersebut akan kesulitan mencegahnya, dan melunak, menjadi membusuk.

Pemberian garam ke sayuran dan buah
Anda pasti sering melihat atau mungkin melakukan hal ini. Memberikan garam ke sayuran seperti wortel atau buah seperti kates yang keras dan padat. Garam tersebut akan membuat dinding sayur dan buah yang keras jadi lunak, sebab garam yang punya kadar air rendah menarik air dari sayur tersebut keluar.

Loading...