Apa Itu Uang Bulu Burung ?

Loading...

ASTALOG.COM – Uang dalam ilmu ekonomi tradisional adalah setiap alat tukar yang diterima sacara umum. Jika di sederhanakan, uang adalah alat untuk mempermudah pertukaran secara umum dalam transaksi pembelian barang dan jasa atau untuk pembayaran utang.

Terdapat juga defenisi uang menurut beberapa ahli ekonomi :

  • Robertson, uang adalah sesuatu yang umum atau luas dapat diterima untuk transaksi pembayaran barang-barang.
  • George N. Halm, uang adalah alat untuk memperlancar atau mempermudah pertukaran dan segera dapat mengatasi kesulitan-kesulitan dalam melakukan transaksi atau barter.

Jika digabungkan secara keseluruhan, uang adalah alat tukar yang bisa digunakan untuk mendapatkan barang yang di inginkan untuk memperlancar proses jual beli.  Uang bahkan menjadi pengganti efektif dari barter yang menjadi salah satu proses untuk melakukan transaksi jual beli jaman dulu.

Ciri-Ciri Uang

Sebelum beredar di masyarakat, uang yang menjadi alat tukar juga memiliki ciri agar dapat di terima di masyarakat. Ciri-ciri uang antara lain :

  1.  Acceptability, Disepakati atau diterima oleh umum
  2. Portability, mudah dibawah, dipidahtangankan oleh pemiliknya, .
  3. Stability of value, nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu,
  4. Durability, Memiliki sifat tahan lama atau tidak mudah rusak,
  5. scarcity, terdapat dalam jumlah yang terbatas, tidak berlebihan,  namun jumlahnya memenuhi kebutuhan,
  6. Uniformity, Bendanya memenuhi persyratan mutu tertentu, atau mempunyai kesamaan kualitas
BACA JUGA:  Makna yang Bisa Diambil dari Peristiwa Supersemar

Jenis-Jenis Uang

Jenis-jenis uang yang dilihat dari berbagai sisi antara lain :

1. Berdasarkan bahan, uang terbagi 2 yaitu :

  • Uang kertas yaitu uang yang bahannya terbuat dari kertas atau bahan lainnya. Uang dari bahan kertas biasanya dalam nominal yang besar sehingga mudah dibawa untuk keperluan sehari-hari. Uang jenis ini terbuat dari kertas yang berkualitas tinggi, yaitu tahan terhadap air,  tidak mudah robek atau luntur. Biasanya uang kertas dengan nominal Rp 1.000, Rp 5.000, Rp10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000.
  • Uang logam yaitu jenis uang yang berbentuk  koin terbuat dari logam, almunium, kupronikel, bronze,emas, perak atau perunggu dan bahan lainnya. Biasanya uang yang terbuat dari logam dalam nominal kecil seperti Rp. 50, Rp 100, Rp 500, Rp 1.000

2. Berdasarkan Nilai

Jenis uang yang dilihat dari nilai terbagi ke dalam dua jenis, yaitu

  • Bernilai penuh (full bodied money)

Bernilai penuh merupakan uang yang nilai intrinsiknya sama dengan  nilai nominalnya. Contohnya : Uang logam dimana nilai bahan untuk membuat uang tersebut sama dengan nominal yang tertulis di uang.

  • Tidak bernilai penuh (representatif full bodied money)

Tidak bernilai penuh lebih pada nilai intrinsiknya yang lebih kecil  dari nilai nominalnya. Contohnya :  uang yang terbuat dari kertas.

BACA JUGA:  Jelaskan 2 Aspek Geografi Beserta Contoh

Di indonesia saat ini, rupiah adalah jenis uang yang menjadi alat tukar yang digunakan dan sudah di sahkan dalam UU. Bagaimana dengan uang jaman dulu atau kuno ? Berikut sedkit ulasan mengenai uang kuno yang digunakan sebagai alat tukar.

1. Uang Real Batu, Kesultanan Sumenep (1730 M)

Kerajaan Sumenep di Madura mengedarkan mata uang yang berasal dari uang-uang asing yang kemudian diberi cap bertulisan Arab berbunyi ‘sumanap’ sebagai tanda pengesahan. Uang kerajaan Sumenep yang berasal dari uang Spanyol disebut juga real batu karena bentuknya yang tidak beraturan. Dulunya uang perak ini banyak beredar di Mexico yang kemudian beredar juga di Filipina (jajahan Spanyol). Di negeri asalnya uang mi bernilai 8 Reales. Selain uang real Mexico, kerajaan Sumenep juga memanfaatkan uang gulden Belanda dan uang thaler Austria.

2. Uang Picis, Kesultanan Cirebon (1710 M)

Sultan yang memerintah kerajaan Cirebon pernah mengedarkan mata uang yang pembuatannya dipercayakan kepada seorang Cina. Uang timah yang amat tipis dan mudah pecah ini berlubang segi empat atau bundar di tengahnya, disebut picis, dibuat sekitar abad ke-17. Sekeliling lubang ada tulisan Cina atau tulisan berhuruf Latin berbunyi CHERIBON.

BACA JUGA:  Komisi 3 Negara

3. Uang Jinggara, Kerajaan Gowa (Abad ke-16)

Di daerah Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, berdiri kerajaan Gowa dan Buton. Kerajaan Gowa pernah mengedarkan mata uang dan emas yang disebut jingara, salah satunya dikeluarkan atas nama Sultan Hasanuddin, raja Gowa yang memerintah dalam tahun 1653-1669. Di samping itu beredar juga uang dan bahan campuran timah dan tembaga, disebut kupa.

4. Uang Kampua, Kerajaan Buton (Abad ke-14)

Uang yang sangat unik,yang dinamakan Kampua dengan bahan kain tenun ini merupakan satu-satunya yang pernah beredar di Indonesia.

5. Uang Bulu Burung (Santa Cruz di Pasifik)

Uang bulu burung atau yang biasa di sebut gulungan berasal dari Santa Cruz di Pasifik. Gulungan di buat dari serat sayuran dengan sebelah sisinya di hiasi dengan bulu merah kecil. Panjang dari gulungan ini berkisar sekitar 10 meter. Secara tradisional uang bulu burung ini di gunakan sebagai pembayaran untuk menyelesaikan pembayaran utang sosial seperti mas kawin.