Pengertian Sosialisasi

ASTALOG.COM – Sejak manusia lahir hingga tumbuh berkembang menjadi dewasa, ia tak luput untuk melakukan suatu proses sosialisasi dalam kehidupannya. Lalu apa itu sosialisasi? Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan, karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.

Dilihat dari kepentingan individu, sosialisasi adalah suatu proses sosial yang terjadi bila seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan perilaku kelompoknya. Jadi, sosialisasi dapat dikatakan pula sebagai suatu proses sosial, yang terjadi bila seseorang menghayati dan mengamalkan atau melaksanakan norma-norma kelompok tempat ia hidup, sehingga akan merasa menjadi bagian dari kelompok tadi.

RANGKUMAN MATERI

Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli

1. Pengertian Sosialisasi Menurut Laurence

Sosialisasi adalah proses pendidikan atau latihan seseorang yang belum berpengalaman dalam suatu kebudayaan belajar dan berusaha menguasai kebudayaan sebagai aspek perilakunya.

2. Pengertian Sosialisasi Menurut Charlotte Buhler

Sosialisasi adalah sebuah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.

3. Pengertian Sosialisasi Menurut Bruce J. Cohen

Sosialisasi dipahami sebagai proses pembelajaran seorang individu terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang ada dalam masyarakat sehingga seseorang menjadi bagian dari masyarakat.

4. Pengertian Sosialisasi Menurut Edward A. Ross

Sosialisasi adalah pertumbuhan perasaan ”kita”. Di mana perasaan ini akan menimbulkan tindakan segolongan.

5. Pengertian Sosialisasi Menurut Guire

Sosialisasi adalah proses penyajian kemungkinan-kemungkinan perilaku perorangan dengan sanksi positif atau negatif yang akan menyebabkan penerimaan atau penolakan oleh orang lain.

6. Pengertian Sosialisasi Menurut Krathwohl

Sosialisasi adalah proses yang mengusahakan seseorang menjadi peka terhadap rangsangan masyarakatnya dan menyesuaikan diri serta berperilaku seperti orang lain dalam masyarakat kelompoknyya atau kebudayaannya.

7. Pengertian Sosialisasi Menurut John C. Macionis

Sosialisasi adalah pengalaman sosial seumur hidup, di mana individu dapat mengembangkan potensinya dan mempelajari pola-pola kebudayaan mereka.

8. Pengertian Sosialisasi Menurut Peter L. Berger

Sosialisasi adalah suatu proses seorang anak belajar menjadi anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.

9. Pengertian Sosialisasi Menurut Robert M. Z. Lawang

Sosialisasi adalah proses mempelajari nilai, norma, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.

10. Pengertian Sosialiasi Menurut Jack Levin dan James L. Spates

Sosialisasi adalah proses di mana kebudayaan diteruskan dan diinternalisasikan oleh kepribadian individu.

Jenis-jenis Sosialisasi

Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Sosialisasi Primer (Keluarga)

Sosialisasi primer merupakan sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.

Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.

2. Sosialisasi Sekunder (Masyarakat)

Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Bentuk-bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami ‘pencabutan’ identitas diri yang lama.

Pola Sosialisasi

  1. Sosialisasi represif : menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Ciri lain dari sosialisasi represif adalah:
    1. Penekanan pada penggunaan materi dalam hukuman dan imbalan.
    2. Penekanan pada kepatuhan anak dan orang tua.
    3. Penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah, nonverbal dan berisi perintah.
    4. Penekanan sosialisasi terletak pada orang tua dan keinginan orang tua, dan peran keluarga sebagai significant other.
  2. Sosialisasi partisipatoris : merupakan pola di mana anak diberi imbalan ketika berperilaku baik. Selain itu, hukuman dan imbalan bersifat simbolik. Dalam proses sosialisasi ini anak diberi kebebasan. Penekanan diletakkan pada interaksi dan komunikasi bersifat lisan yang menjadi pusat sosialisasi adalah anak dan keperluan anak. Keluarga menjadi generalized other.