Apa Itu Jaringan Epidermis?

ASTALOG.COM – Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai fungsi, struktur dan asal yang sama. Jaringan pada tumbuhan dipelajari secara khusus pada ilmu histologi.

Jika ditinjau secara lebih sempit, disebut jaringan tumbuhan apabila semua sel berkumpul menjadi satu pada tumbuhan. Pengertian jaringan sering disebut dengan sekumpulan sel yang tiap tiap selnya katif pada proses kehidupannya, yaitu aktif pada proses fotosíntesis, aktif pada proses metabolisme, aktif dalam berkembang secara baik, dan aktif juga dalam pengambilan zat makanan.

Jaringan Epidermis merupakan jaringan yang berada pada lapisan paling luar yang memiliki fungsi sebagai tameng atau pelindung jaringan dan organ di dalamnya. Epidermis hanya terdapat pada tumbuhan sedangkan hewan terdapat jaringan epitel.

– Sebagai pelindung yang tidak akan bisa ditembus oleh air dari luar kecuali akar yang masih muda.

– Menjadi peresap air dan mineral pada akar yang masih muda, maka karena itu akar-akar yang masih muda lebih diperluas dengan adanya tonjolan yang biasanya kita sebut dengan bulu akar.

–  Untuk proses penguapan air yang biasanya melalui proses evaporasi ataupun gutasi.

– Sebagai wadah atau tempat proses difusi O2 dan CO2 ketika waktu respirasi.

Bentuk-Bentuk Jaringan Epidermis.
Adapun bentuk-bentuk jaringan epidermis khusus atau derifat epidermis antara lain sebagai berikut..
  • Sel Silika dan Sel Gabus: Silica berisi kristal silica sedangkan sel gabus berisi endapan suberin. Kedua dari sel, selalu berpasangan yang pada umumnya ditemukan di tulang daun gramine.
  • Sel Kipas atau Sel Bulliform: Berupa sederet sel yang lebih besar dari sel epidermis lainnya, berdinding tipis, vakuola besar, dan berisi air. Fungsi dari sel kipas adalah untuk membuka dan menutup daun (daun yang menggulung).
  • Litokis: Litokis adalah sel yang berisi dari epidermis normal dengan pertumbuhan khusus ke arah dalam. Sel  tersebut berisi kristal kalsium karbonat yang disebut dengan sistolit.
  • Stomata: Stomata adalah celah dan kedua sel penutupnya. Sel penutup merupakan dua buah sel yang bentuk husus mengapit celah. Stomata dapat ditemukan di daun, batang, rhizoma, perhiasan bunga, bakal buah dan biji. Letak stomata dapat sejajar dengan permukaan epidermis (fanerofor) atau tenggelam (Cryptofor).
  • Trikoma: memiliki bentuk seperti rambut. Jumlahnya bisa tunggal ataupum majemuk. Ada yang memilii kelenjar sekretori, ada yang tidak. Fungsi: mengurangi penguapan, perlindungan terhadap hewan herbivora, membantu penyerbuan bunga, menyerap air dan garam mineral dari tanah (trikoma pada akar), meneruskan rangsangan dari luar, dan membantu penyebaran biji.
  • Rambut Akar: Rambut akar adalah modifikasi dari epidermis yang berfungsi dalam penyerapan air dalam tanah.
  • Spina atau Duri: Modifikasi duri dapat dibagi menjadi 2, yaitu duri palsu dan duri asli. Duri asli merupakan duri yang dibentuk dari jaringan stele batang, sedangkan duri palsu dibentuk oleh jaringan epidermis. Duri asli sulit untuk dicabut, misalnya pada bunga kertas, sedangan duri palsu mudah dicabut, misalnya pada bunga mawar.
    Fungsi: perlindungan diri

Ciri Jaringan Epidermis

Berikut ciri-ciri jaringan epidermis:

  • Memiliki susunan sel rapat tanpa disertai ruang antarsel
  • Terdiri dari sel-sel hidup
  • Dinding sel yang beragam dengan bergantung posisi dan jenis tumbuhan
  • Memiliki protoplasma hidup yang mengandung kristal garam, getah, kristal silikat, dan minyak.
  • Memiliki vakuola yang berukuran besar yang dapat berisi antosianin
  • Tidak berkloroplas, kecuali pada sel penutup, pada hidrofit, dan tumbuhan dibawah naungan
  • Mengalami modifikasi dengan membentuk derivat jaringan epidermis seperti stomata, vilamen, trikomata (rambut-rambut), sel kersik (sel silika), spina (duri), sel kipas.

 

SISWA LAIN JUGA MEMBACA INI: