Benda Langit selain Planet sebagai Penyusun Tata Surya

ASTALOG.COM – Sebagaimana diketahui, matahari merupakan pusat tata surya dimana planet dan benda langit lainnya berputar melintasi orbitnya mengelilingi matahari. Setelah sebelumnya telah dibahas mengenai planet penyusun tata surya, kali ini akan dibahas lagi tentang benda langit lainnya yang menjadi penyusun sistem tata surya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa matahari yang menjadi pusat tata surya memiliki elemen penyusun yang terdiri dari planet dan benda langit lainnya. Benda langit itu terdiri dari : 

  1. Satelit
  2. Asteroid
  3. Meteoroid
  4. Komet

Untuk lebih jelasnya mari disimak mengenai ke-4 benda langit yang juga menjadi penyusun tata surya selain planet.

1. Satelit

Satelit, dalam hal ini satelit alami adalah benda-benda luar angkasa yang bukan merupakan buatan manusia yang mengorbit pada sebuah benda lain yang lebih besar daripada dirinya.

Satelit alami yang terdapat dalam sistem tata surya kita sangat banyak jumlahnya. Bumi menjadi satelit alami untuk matahari, sedangkan bulan menjadi satelit alami untuk bumi.

Di planet selain bumi, bahkan memiliki satelit lebih dari satu. Jika dijumlahkan semuanya maka mungkin akan berjumlah ratusan satelit.

Bulan sebagai satelit alami bumi merupakan satelit alami terbesar di tata surya menurut ukuran planet yang diorbitnya. Posisi rotasi bulan selalu sinkron dengan bumi, yang selalu memperlihatkan sisi yang sama pada bumi.

Meskipun bulan adalah benda langit yang paling terang setelah matahari dan selalu nampak sangat putih dan terang, tetapi sebenarnya permukaan bulan itu gelap menyerupai aspal cair.

Gravitasi pada bulan menyebabkan terjadinya pasang surut di lautan serta terasa lebih panjangnya waktu dalam satu hari di bumi. Posisi dan fase bulan di langit juga sudah digunakan sejak zaman dahulu kala dalam kebudayaan manusia. Mulai dari penanggalan, mitologi, seni, dan bahasa.

2. Asteroid

Asteroid merupakan benda langit yang berukuran lebih kecil dari planet dan bergaris tengah antara 5-400 km. Asteroid yang ukurannya kecil tetapi lebih besar daripada meteoroid juga memiliki penampakan visual yang berbeda daripada komet. Dimana komet memiliki ekor, sedangkan asteroid tidak. Asteroid berputar melintasi sabuk asteroid yang posisinya berada di antara Mars dan Jupiter.

Ada sekitar ratusan ribu asteroid yang telah ditemukan sampai hari ini. 4 diantaranya adalah asteroid yang terkenal di kalanagan ilmuwan, yaitu :

  1. Ceres : disimbolkan dengan huruf C. Posisinya berada di bawah sebelah kiri bulan dengan ukuran yang kecil.
  2. Pallas : disimbolkan dengan tombak Athena. Merupakan asteroid terbesar dalam sabuk asteroid pada sistem tata surya.
  3. Juno : disimbolkan dengan tongkat berujung bintang milik Yuno, sang Ratu Naga. Merupakan asteroid berbatu terbesar dalam asteroid tipe S. Di antara asteroid-asteroid tipe S yang umumnya tidak mengkilat, Juno nampak mengkilat. Hal ini mungkin disebabkan oleh elemen penyusun permukaannya.
  4. Vesta : disimbolkan dengan altar dan api suci Vesta. Merupakan asteroid terbesar kedua dalam sabuk asteroid serta asteroid yang paling terang dalam sistem tata surya. Massanya telah berkurang 1% akibat tabrakan yang terjadi sekitar 1 milyar tahun yang lalu. Serpihan-serpihannya banyak yang jatuh ke bumi sebagai meteorit HED.

3. Meteoroid

Meteoroid merupakan benda-benda kecil dalam tata surya yang ukurannya lebih kecil daripada asteroid tetapi lebih besar daripada sebuah atom atau molekul.

Kita pasti pernah mendengar tentang fenomena ‘bintang jatuh’. Bintang jatuh itu tak lain dari jejak gas bercahaya dan terionisasi pada meteor. Apabila meteor jatuh mencapai tanah di bumi, maka dinamakan meteorit.

Apabila meteoroid masuk dalam atmosfer bumi, maka meteoroid akan menyala atau terbakar karena bergesekan dengan udara. Gas-gas di sepanjang lintasannya akan terionisasi dan bercahaya serta meninggalkan sebuah jejak.

Jatuhnya meteor itu kemungkinan besar disebabkan oleh karena benda langit ini tidak memiliki lintasan tetap sehingga meteoroid akan mengembara dalam ruang antar planet.

4. Komet

Komet yang berasal dari bahasa Yunani, ‘kometes’ yang berarti ‘rambut panjang’ adalah salah satu benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar yang lonjong. Istilah lain dari komet adalah ‘bintang berekor’, meskipun istilah itu tidak tepat karena sebenarnya komet bukanlah bintang.

Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang akan membeku pada saat berada jauh dari matahari. Ketika komet mendekati matahari, sebagian bahan penyusunnya akam menguap dan membentuk kepala gas dan ekor. Panjang ekornya bisa mencapai jutaan kilometer.

Komet memerlukan waktu ribuan tahun untuk menyelesaikan satu periode mengorbit di matahari. Orbit lintasannya berbentuk elips serta lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet.

Penampakannya terlihat seperti lapisan batu yang bercahaya dikarenakan adanya gesekan atom-atom di udara. Diantara sekian banyak komet yang ada, yang paling terkenal adalah komet Halley yang akan terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun sekali.