Apa Penyebab Diare?

Loading...

ASTALOG.COM – Diare ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan atau buang air besar (BAB) dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Penyebab Diare.

Ada berbagai sebab kenapa kita bisa terkena diare. Banyak orang yang mengatakan bahwa makanan adalah pemicu utama dari diare, seperti bahaya makanan pedas. Namun tidak semua diare disebabkan karena makanan yang kurang sehat atau makanan yang terkena kontaminasi penyebab diare. Berikut ini penyebab diare yang sudah dikemukakan oleh para ahli kesehatan.

1. Infeksi Virus

Berbagai jenis virus yang masuk ke tubuh lewat makan dan minuman juga bisa menyebabkan diare. Beberapa jenis virus antara lain adalah seperti cytomegalo, virus hepatitis, dan virus rota. Virus juga bisa masuk ke tubuh manusia melalui udara yang buruk, termasuk penyebab penyakit paling mematikan di dunia yaitu HIV

2. Infeksi Parasit

Berbagai jenis parasit ternyata juga bisa menyebabkan diare. Berbagai jenis parasit penyebab diare adalah seperti Giardia Lambilia dan Cripstosporadium. Parasit ini bisa masuk ke tubuh lewat makanan dan minuman.

3. Infeksi bakteri

Bakteri adalah salah satu penyebab diare yang sangat umum. Bakteri bisa masuk ke tubuh manusia lewat makanan dan minuman yang kurang sehat atau perlengkapan memasak yang tidak bersih. Beberapa jenis bakteri yang menyebabkan diare antara lain adalah salmonella, escheria colli, shigella dan campylobacter.

BACA JUGA:  Ragam Bromelia

4. Antibiotik

Jenis-jenis antibiotik yang beredar adalah salah satu obat yang biasanya diberikan oleh dokter untuk menciptakan kekebalan tubuh dan melawan infeksi dalam tubuh. Pemakaian antibiotik yang tidak sesuai juga dapat memicu diare. Efek samping antibiotik ini, akan menyebabkan gangguan keseimbangan bakteri yang bekerja untuk usus, yang justru akan memicu infeksi seperti infeksi clostridium.

5. Alergi Susu

Alergi susu biasanya menjadi penyebab diare yang sangat umum pada anak-anak atau bayi. Hal ini disebabkan karena organ pencernaan tidak bisa mencerna laktosa atau gula yang terdapat pada susu. Berikan makanan untuk anak diare dengan tepat, agar tidak semakin parah.

6. Buah yang banyak mengandung fruktosa

Fruktosa adalah salah satu jenis gula alami yang ditemukan pada beberapa jenis buah-buahan. Namun beberapa orang memiliki organ pencernaan yang lemah, sehingga tidak bisa mencerna fruktosa dan menyebabkan diare.

7. Konsumsi makanan dengan bahan pemanis dan pengawet buatan

Beberapa orang memang memiliki kepekaan khusus pada beberapa bahan pemanis seperti sorbitol. Pemanis ini akan membuat organ pencernaan memberikan reaksi khusus seperti diare ringan atau berat. Bahaya pengawet makanan buatan dari bahan kimia, juga bisa menjadi penyebab diare.

8. Radioterapi

Radioterapi yang digunakan untuk perawatan kanker bisa menyebabkan diare terutama jika radiasi diterapkan pada bagian sekitar perut. Beberapa orang bisa mengalami diare parah atau diare ringan.

BACA JUGA:  Pohon Mahoni Dapat di Manfaatkan Untuk?

Gejala Diare.

Diare terkadang bisa timbul kapan saja dan tidak disertai dengan gejala khusus. Semua ini ditentukan dari penyebab diare dan kondisi kesehatan penderita. Berikut ini adalah beberapa gejala diare yang biasanya muncul pada diare tahap awal atau menengah:

  • Rasa sakit pada bagian perut. Rasa sakit digambarkan dengan perut melilit, perut kembung dan nyeri yang hebat pada perut

  • Keluarnya air bersama tinja saat buang air besar

  • Keinginan untuk buang air besar secara terus menerus

  • Perut mual, tidak nyaman dan terkadang disertai dengan muntah

  • Berat badan yang terus menurun untuk diare dalam waktu yang lebih lama

  • Demam dan badan terasa tidak nyaman seperti gejala influenza

  • Muncul darah atau nanah untuk diare yang sudah berat

Jenis – Jenis Diare.

Umumnya semua orang mengenal diare sebagai diare biasa. Hanya saja dalam dunia medis dikenal kelompok diare yang disebabkan karena kondisi diare tersebut. Tipe diare antara lain adalah:

1. Diare Osmotik – Diare osmotik adalah sebuah diare yang disebabkan karena usus terlalu banyak mengandung air. Diare ini akan ditandai dengan buang air besar yang lebih sering namun hanya berisi air. Penderita akan merasa tidak nyaman pada bagian perut seperti kembung dan penuh.

2. Diare Sekretorik – Diare sekreorik disebabkan karena ada banyak air dari tubuh yang disalurkan ke dalam usus. Diare ini biasanya disebabkan karena perawatan dengan obat-obatan khusus dan infeksi pada tubuh.

BACA JUGA:  Penyebab Timbulnya Jerawat dan Cara Menghilangkannya

3. Diare Eksudatif  Diare eksudatif biasanya ditandai dengan pendarahan pada tinja. Dalam kasus yang lebih parah biasanya disertai dengan nanah. Diare ini disebabkan karena ada infeksi dalam usus atau organ pencernaan lain.

Perawatan Pada Penderita Diare.

Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Oralit dan tablet zinc adalah pengobatan pilihan utama dan telah diperkirakan telah menyelamatkan 50 juta anak dalam 25 tahun terakhir. Untuk banyak orang, perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.

Jika tidak tersedia oralit bubuk, oralit dapat dibuat dengan bahan-bahan berikut ini:

  • 200 ml atau segelas seukuran belimbing air matang
  • 2 sendok teh gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam halus

Campur semua bahan hingga larut lalu minumkan pada penderita diare. Minum oralit dengan ketentuan sebagai berikut:

Usia Pemberian Setelah 3 Jam Diketahui Diare Pemberian Setelah BAB
Kurang dari 1 tahun 1 1/2 gelas 1/2 gelas
1 – 4 tahun 3 gelas 1 gelas
5 – 12 tahun 6 gelas 1 1/2 gelas
Dewasa 12 gelas 5 gelas