Struktur Sosial dan Ciri-cirinya

ASTALOG.COM – Struktur sosial merupakan tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam suatu masyarakat. Dalam hal ini, struktur sosial dapat tersusun secara horizontal maupun vertikal. Contoh:

  • struktur sosial yang horizontal adalah kelompok pria dan kelompok wanita, atau kelompok orang beragama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu. Cirinya masing-masing dalam kelompok tersebut tidak bertingkat, artinya di masyarakat kedudukannya sama.
  • struktur sosial yang vertikal adalah kelompok orang kaya dan kelompok orang miskin, hal ini jelas menunjukkan kedudukan yang berbeda dalam masyarakat. Orang kaya berada di tempat yang lebih tinggi daripada orang miskin.

Definisi Struktur Sosial Menurut Para Ahli

Sementara itu, beberapa ahli mendefinisikan struktur sosial sebagai berikut:

  • Menurut George Simmel: struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
  • Menurut George C. Homans: struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar  dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menurut William Kornblum: struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku individu.
  • Menurut E. R. Lanch: struktur sosial adalah cita-cita tentang distribusi kekuasaan di antara individu dan kelompok sosial.
  • Menurut Raymond Flirth: struktur sosial adalah pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan meliputi pula lembaga-lembaga di mana orang banyak tersebut ambil bagian.
  • Menurut Talcott Parsons: struktur sosial adalah keterkaitan antar manusia.
  • Menurut Colemann: struktur sosial adalah sebagai sebuah pola hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia.
  • Menurut Kornblum: konsep struktur sosial terletak pada pola perilaku individu dan kelompok, yaitu pola perilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat.
  • Menurut Gerhard Lenski:  struktur sosial masyarakat diarahkan oleh kecenderungan panjang yang menandai sejarah.
  • Menurut Koentjaranigrat: struktur sosial adalah kerangka yang dapat menggambarkan kaitan antara pelbagai elemen dalam masyarakat.
  • Menurut Soerjono Soekanto: struktur sosial adalah hubungan timbal balik antara posisi-posisi dan peranan-peranan sosial.
  • Menurut Abdul Syani: struktur sosial adalah sebagai sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat. Tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial yang pokok, seperti kelompok sosial, kebudayaan, lembaga sosial, stratifikasi sosial, kekuasaan, dan wewenang.
  • Menurut Soeleman B. Taneko: struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur unsur sosial yang pokok yakni kaidah kaidah sosial, lembaga lembaga sosial, kelompok kelompok sosial serta lapisan lapisan sosial.

Ciri-ciri Struktur Sosial

Pada umumnya, struktur sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Bersifat abstrak, artinya tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba. Struktur sosial disini merupakan hierarki kedudukan dari tingkatan yang tertinggi sampai yang terendah, berfungsi sebagai saluran kekuasaan dan pengaturan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
  2. Terdapat dimensi vertikal dan horizontal, struktur sosial pada dimensi vertikal adalah hierarki status-status sosial dengan segala peranannya sehingga menjadi satu sistem yang tidak dapat dipisahkan dari struktur status yang tertinggi hingga struktur status yang terendah. Sedangkan pada struktur sosial yang memiliki dimensi horizontal, seluruh masyarakat berdasarkan karakteristiknya terbagi-bagi dalam kelompok-kelompok sosial yang memiliki karakter sama.
  3. Sebagai landasan sebuah proses sosial suatu masyarakat, artinya proses sosial yang terjadi dalam suatu struktur sosial termasuk cepat lambatnya proses itu sendiri sangat dipengaruhi oleh bagaimana bentuk struktur sosialnya.
  4. Merupakan bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan pola hubungan masyarakat, artinya struktur sosial yang dimiliki suatu masyarakat berfungsi untuk mengatur berbagai bentuk hubungan antar individu di dalam masyarakat tersebut.
  5. Struktur sosial selalu berkembang dan dapat berubah, struktur sosial merupakan tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat yang mengandung dua pengertian, yaitu dalam struktur sosial terdapat peranan yang bersifat empiris dalam proses perubahan dan perkembangan, serta dalam setiap perubahan dan perkembangan tersebut terdapat tahap perhentian stabilitas, keteraturan, dan integrasi sosial yang berkesinambungan, sebelum terancam proses ketidakpuasan dalam tubuh masyarakat. Pada ciri yang kelima ini, dalam sosiologi sering digunakan untuk melukiskan keteraturan sosial atau keteraturan elemen-elemen dalam kehidupan masyarakat.

Unsur Pembentuk Struktur Sosial

  1. individu, dalam hal ini individu adalah sebagai pembentuk masyarakat sekaligus pembentuk struktur sosial, Jika tidak ada individu-individu maka tidak mungkin ada masyarakat.
  2. interaksi, interaksi antar individu dalam masyarakat akan membentuk struktur sosial, tanpa adanya interaksi maka struktur sosial tidak mungkin terbentuk.