Lapisan Ektoderm, Mesoderm, dan Endoderm

Loading...

ASTALOG.COM – Lapisan kecambah (germinal epithelium) yang terdiri dari ektoderm, mesoderm, dan endoderm merupakan 3 lapisan gugus sel yang terdapat pada gastrula dan terbentuk pada masa embriogenesis, dan merupakan lapisan yang membentuk seluruh jaringan dan organ di dalam tubuh pada masa organogenesis.

  • Ektoderm merupakan jaringan yang terletak di bagian paling luar
  • Mesoderm merupakan jaringan yang terletak di bagian tengah
  • Endoderm merupakan jaringan yang terletak di bagian paling dalam

Lapisan Ektoderm, Mesoderm, dan Endoderm

1. Lapisan Ektoderm

Ektoderm adalah bagian terluar dari 3 lapisan massa sel yang muncul di awal perkembangan embrio. Ektoderm berasal dari sel epiblast, dan terbentuk selama proses gastrulasi. Gastrulasi adalah proses tahapan pertumbuhan embrio yang berbentuk mangkuk dan terdiri atas 2 sel. Adapun tahap-tahap pertumbuhannya adalah sebagai berikut:

  1. Setelah lapisan mesoderm terbentuk, sel-sel akan berhenti masuk ke streak primitif dan sel epiblast yang tersisa selanjutnya akan membentuk ektoderm.
  2. Ektoderm menimbulkan 2 garis keturunan yang berbeda, yaitu ektoderm permukaan dan ektoderm saraf.
BACA JUGA:  Pengertian Seni Patung Menurut Bentuknya

Pada vertebrata, ektoderm kemudian akan tumbuh menjadi rambut, kulit, kuku dan lensa mata. Pada cnidaria dewasa dan ctenophora, tubuhnya meliputi jaringan epidermis yang terkadang juga disebut ektoderm.

Menurut Atlas of Human Embriology yang senada dengan Encyclopedia Britannica, lapisan ektoderm akan membentuk sistem saraf pusat, sistem saraf perifer, epitel sensorik (dari telinga, hidung dan mata), epidermis, rambut, kuku, subkutan, enamel gigi dan kelenjar hipofisis. Ektoderm juga berkontribusi terhadap adiposa dan hati.

2. Lapisan Mesoderm

Mesoderm adalah bagian tengah dari 3 lapisan massa sel yang muncul di awal perkembangan embrio. Adapun tahapan fase perkembangannya adalah sebagai berikut:

  1. Saat terjadi fase pembuahan atau fertilisasi yang ditandai dengan bertemunya sel gamet atau sel kelamin jantan dan betina, maka akan dihasilkan satu sel yang disebut zigot.
  2. Sel zigot ini akan mengalami pembelahan menjadi 2 sel, hingga 32 sel.
  3. Kemudian sel akan mencapai fase gastrulasi dimana sejumlah sel yang dihasilkan dari tahap pembelahan terus membelah dan bergerak menata dirinya menjadi lapisan-lapisan dan kumpulan yang berbeda. Pada fase ini terbentuk lapisan sesuai jenis hewannya, yaitu:
    1. Jika hewan bersifat tripoblastik maka akan tersusun atas 3 lapisan, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.
    2. Jika hewan bersifat dipoblastik maka akan tersusun atas 2 lapisan, yaitu ektoderm dan endoderm.
BACA JUGA:  Fitohormon pada Tumbuhan

Lapisan mesoderm inilah yang kemudian akan membentuk struktur organ penyusun bentuk tubuh atau struktur berongga seperti tulang belakang, rongga perut, dan rongga dada.

Namun, ada berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan jaringan mesoderm, salah satunya adalah faktor parakrin. Yang termasuk dalam faktor parakrin adalah hormon dan protein sinyal lainnya. Contoh faktor parakrin yang paling penting adalah famili-FGF (Fibroblast Growth Factor), dimana faktor ini berguna untuk menginduksi jaringan mesoderm sehingga dapat berdiferensiasi.

3. Lapisan Endoderm

Endoderm adalah bagian terdalam dari 3 lapisan massa sel yang muncul di awal perkembangan embrio. Adapun tahap-tahap perkembangannya adalah sebagai berikut:

  1. Setelah embrio melewati masa morula hingga akhir perkembangan masa blastula saat telah terbentuk dari sel blastomer, maka awal masa gastrula dimulai dengan migrasi sel membentuk sebuah saluran tipis (archenteron) dengan lapisan endoderma yang perlahan menjadi seperti pipa (alimentary canal) di akhir masa embriogenesis.
  2. Awal masa organogenesis, ditandai dengan perkembangan kanal tersebut menjadi saluran pencernaan meliputi seluruh kelenjar yang bermuara pada saluran ini, termasuk hati, pankreas, saluran pendengaran, lobang pernapasan, paru-paru, kandung kemih, ureter dan folikel kelenjar tiroid dan timus, kecuali mulut, faring. Kesemuanya terbentuk dalam masa embrio sekitar 5 minggu.
BACA JUGA:  Peran Alga Dalam Ekosistem