Arti Dari Gnetum Gnemon Adalah?

Loading...

ASTALOG.COM – Melinjo (Gnetum gnemon Linn) adalah suatu spesies tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) berbentuk pohon yang berasal dari Asia tropik, melanesia, dan Pasifik Barat. Melinjo dikenal pula dengan nama belinjo, mlinjo (bahasa Jawa). Melinjo banyak ditanam di pekarangan sebagai peneduh atau pembatas pekarangan dan terutama dimanfaatkan buah dan daunnya.

Di Indonesia, melinjo dikenal sebagai salah satu tanaman multiguna. Bagian bijinya bisa diolah menjadi kerupuk yang nikmat. Bagian kulit biji bisa diolah menjadi berbagai macam kuliner. Daun melinjo yang masih muda sangat nikmat diracik menjadi sayuran pendamping makanan.

Klasifikasi Melinjo Secara Ilmiah.

Adapun klasifikasi melinjo sesuai dengan yang dipahami dalam ilmu botani adalah: 

Dari klasifikasi melinjo di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa ia adalah sejenis tanaman dengan akar tunggang atau radix primaria. Adapun batangnya cenderung berkayu dengan bentuk membulat atau teres. Sementara itu, daun melinjo merupakan daun tunggal yang terdiri atas tangkai daun dan juga helai daun. Sementara itu, bagian bunganya digolongkan sebagai uniseksualis dioecus. Adapun bijinya merupakan biji terbuka yang tidak terbalut daging melainkan kulit luar. Melinjo merupakan tanaman yang bisa mencapai usia 100 tahun. Ketinggian maksimalnya bisa mencapai 25 meter. Sistem perbanyakan melinjo bisa dilakukan dengan dua cara, generatif dan juga vegetatif (stek, cangkok, okulasi dan penyambungan). 

Klasifikasi Melinjo Berdasarkan Varietasnya.

Menurut seorang ahli bernama Becker dan juga Van De Brink, hanya ada satu varietas melinjo di Indonesia yakni Gnetum Gnemon L Vardo Mesticum. Tetapi, jika kita menyimak perkembangan yang ada, saat ini terdapar beragam varietas melinjo di Indonesia. Misalnya saja di wilayah Jawa Tengah, setidaknya dalam konteks variteas, klasifikasi melinjo di wilayah ini ada 3 antara lain: 

  1. Varietas Kerikil, adalah jenis melinjo dengan ukuran buah yang kecil. Jika diamati, betuknya sedikit bulat. Saat berbuah cukup lebat.
  2. Varietas Ketan, adalah jenis melinjo dengan ukuran buah yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan melinjo kerikil. Saat berbuah sangat lebat.
  3. Varietas Gentong, jenis melinjo yang satu ini memiliki ukuran paling besar dengan bentuk yang bulat. Tetapi kelemahan jenis melinjo yang satu ini adalah saat berbuah kurang lebat.
BACA JUGA:  Pertanyaan dan Jawaban Terkait Manajemen Resiko

Ciri-ciri Melinjo.

* Habitat:  Gnetum gnemon adalah pohon berkayu, dengan tinggi 5-10 m.
* Akar:  Tumbuhan ini memiliki sistem perakaran tunggang ( radix primaria ).
* Batang: Percabangan batangnya adalah simpodial dengan bentuk batang   bulat (teres). Berwaarna hijau kehitam hitaman.
* Daun:  Daun Gnetum gnemon  merupakan daun tidak lengkap, hanya terdiri dari lamina dan petioles. Daun berupa daun tunggal tanpa stipula.Bentuk helaian daun bulat memanjang ( oblongus ), Ujung daun meruncing (acuminatus), pangkal daaun meruncing (acuminatus), tepi daun rata ( integer),  tulang daun menyirid (penninervis). Dengan duduk daun berhadapan (folia opposita).Jika daunnya disobek terdapat serabut-serabut yang halus.
* Bunga:  Bunganya merupakan bunga unisexualis dioecus, tersusun  dalam   bulir (spica), letak bunga terdapat pada ketiak daun dengan percabangan dichasium. Gnetum gnemon tidak memiliki perhiasan bunga.Pada bunga jantan terdapat stamen dan diatasnya terdapat ovulum-ovulum yang steril.Pada bunga betina terdapat ovulum-ovulum yang fertile.Pada bunga nya juga terdapat brachtea.
* Biji: Gnetum gnemon memiliki biji yang dilindungi oleh selaput. Selaput keras yang paling luar disebut integumen luar.Selaput dalam yang lembut disebut integument dalam dan selaput tengah disebut integumen tengah.Biji yang masih muda berwarna hijau dan jika sudah matang berwarna merah.

BACA JUGA:  Bagaimanakah Upaya Menanggulangi Masalah Urbanisasi?

Melinjo bisa diperbanyak dengan cara generatif maupun dengan cara vegetatif. Namun biji melinjo sangat sulit dikecambahkan sehingga perbanyakan vegetatif banyak dilakukan. Cara perbanyakan vegetatif yang banyak dilakukan adalah mencangkok sambung, dan okulasi. Melinjo memang jarang dibudidayakan secara intensif. Kayunya dapat dipakai sebagai bahan papan dan alat rumah tangga sederhana.