Bagaimana Cara Penyebaran Penyakit Cacar Air?

ASTALOG.COM – Penyakit cacar air, secara medis disebut varisela, umumnya diderita oleh anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun dan lebih jarang menyerang orang dewasa. Hampir semua orang dewasa yang pernah mengidap cacar air tidak akan tertular lagi.

Penyakit yang disebabkan oleh virus varisela zoster ini umumnya ditandai dengan munculnya ruam pada kulit yang menjadi gejala utama cacar air. Ruam tersebut akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mengering, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7-14 hari. Bagian-bagian tubuh yang biasa ditumbuhi bintil cacar air adalah wajah, belakang telinga, kulit kepala, lengan dan kaki.

Mencegah Cacar Air.

Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan. Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh. Berikut tips untuk mencegah cacar air.

– Menjaga kebersihan badan, pakaian dan lingkungan. Pakaian dan lingkungan kotor merupakan sumber dari penyakit. Badan yang kotor akan mudah terinfeksi oleh kuman penyakit.
– Mengkonsumsi makanan bergizi. Makanan bergizi membuat tubuh sehat dan berstamina kuat sehingga dapat menangkal serangan infeksi kuman penyakit.
– Menghindari sumber penularan penyakit cacar air.
– Imunisasi vaksin cacar air.

Gejala Cacar Air 

  • Suhu badan naik (demam) selama kurang lebih 3 hari.
  • Terasa gatal.
  • Beberapa disertai pilek dan batuk.
  • Sakit kepala.
  • Lemah, lesu, dan letih.
  • Beberapa mengalami nyeri sendi.
  • Ruam. terjadi melalui tiga tahap:
  1. Merah benjolan (papula), yang istirahat di tempat yang berbeda selama beberapa hari
  2. Cairan-diisi lepuh (vesikel), membentuk dari tonjolan mengangkat lebih dari sekitar satu hari sebelum pecah dan bocor
  3. Kerak dan scabs, yang meliputi lepuh pecah dan memakan waktu beberapa hari lagi untuk menyembuhkan

benjolan baru terus muncul selama beberapa hari. Akibatnya, penderita mungkin memiliki semua tiga tahap ruam diatas pada saat yang sama. Setelah terinfeksi penderita dapat menyebarkan virus sampai 48 jam sebelum ruam muncul.

Penularan Cacar Air

  • Menyentuh atau tersentuh

Melakukan kontak dengan penderita yakni dengan menyentuh atau tersentuh dan cairan pada gelembung cacar air. Paling besar kemungkinanya adalah ketika Anda menyentuh pakaian kotor dari sang penderita cacar air.

  • Melalui Udara

Penularan cara ini dinilai lebih berbahaya. Sebab lebih cepat penularanya, yakni dengan batuk dan bersin. Cairan yang secara tidak sengaja dikeluarkan mengandung virus yang memicu penularan cacar air.

Pengobatan Cacar Air

Cacar air tidak memiliki langkah pengobatan khusus dan biasanya akan sembuh sendiri. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala yang dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana seperti:

  • Banyak minum dan hindari makanan yang dapat membuat mulut sakit, khususnya makanan asin. Pencegahan dehidrasi penting bagi pengidap cacar air, terutama anak-anak. Es juga dapat diberikan untuk meringankan nyeri atau gatal akibat bintil cacar air di dalam mulut.
  • Jangan menggaruk bintil cacar air karenadapat meningkatkan risiko infeksi dan menyisakan bekas luka. Membungkus tangan dengan sarung tangan atau kaus kaki saat tidur juga dapat mencegah garukan, terutama pada anak-anak. Anda juga dapat mengoleskan losion, bedak kalamin, atau mengonsumsi chlorphenamine (cocok diminum anak-anak berusia satu tahun atau lebih).
  • Kenakan pakaian berbahan lembut, seperti katun, dan longgar agar iritasi kulit yang lebih parah akibat bintil cacar air dapat dicegah.
  • Gunakan obat pereda sakit atau analgesik jika perlu. Analgesik seperti parasetamol dapat dikonsumsi pengidap yang mengalami nyeri serta demam. Tetapi Anda sebaiknya menghubungi dokter terlebih dulu jika anak Anda berusia di bawah tiga bulan.

Jangan berikan aspirin kepada anak yang sedang menderita cacar air. Aspirin yang diberikan pada pengidap cacar air anak-anak dapat menyebabkan sindrom Reye. Penyakit ini menyebabkan kerusakan serius pada otak dan hati. Karena itu, jangan pernah memberikan aspirin pada anak Anda yang mengidap cacar air atau menunjukkan gejala-gejalanya.

Tetapi tidak semua pengidap cacar air dapat sembuh tanpa penanganan medis. Terdapat beberapa kelompok orang yang rentan mengalami komplikasi akibat penyakit ini sehingga membutuhkan pengobatan yang lebih intensif.

Salah satu langkah penanganannya adalah obat antivirus acyclovir. Golongan pengidap cacar air yang mungkin membutuhkannya antara lain ibu hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap kanker atau diabetes. Aciclovir bisa meringankan gejala cacar air jika diberikan dalam kurung waktu 24 jam setelah ruam muncul.

Selain obat antivirus, dokter juga dapat menganjurkan terapi imunoglobulin, yaitu pengobatan dengan antibodi yang diambil dari para orang yang sehat. Dalam terapi ini,varicella-zoster immunoglobulin (VZIG) yang mengandung antibodi untuk virus cacar air akan diberikan melalui infus.

Khusus untuk ibu hamil, imunoglobulin memiliki fungsi tambahan karena antibodi ini juga dapat mengurangi risiko penularan cacar air pada bayi dalam kandungan.