Apa-Apa Sajakah Perbedaan BIOS dan OS?

Loading...

ASTALOG.COM – Perkembangan teknologi terbaru, termasuk mesin cetak, telepon dan internet telah mengurangi hambatan fisik untuk komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global.

Memang sampai saat ini, diyakini bahwa perkembangan teknologi dibatasi hanya untuk manusia. Tetapi, studi ilmiah terbaru menunjukkan bahwa beberapa binatang telah mengembangkan alat-alat sederhana bersama manusia.

Perdebatan filosofis telah muncul atas penggunaan sekarang dan masa depan teknologi di masyarakat, dengan perselisihan tentang apakah teknologi itu memperburuk atau meningkatkan kondisi manusia.

Teknologi adalah kumpulan alat, termasuk mesin, modifikasi, pengaturan dan prosedur yang digunakan oleh manusia. Teknologi secara signifikan memengaruhi manusia serta kemampuan spesies hewan lain untuk mengendalikan dan beradaptasi dengan lingkungan alami mereka.

Istilah ini dapat diterapkan secara umum atau untuk daerah tertentu. Contoh: teknologi informasi, teknologi nuklir, teknologi pertanian, dan teknologi komunikasi.

BIOS (Basic Input Output System)

BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System. merupakan suatu software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada motherboard.

Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer dimatikan.

Fungsi Utama BIOS

Fungsi utama BIOS adalah untuk memberikan instruksi yang dikenal dengan istilah POST (Power On Selft Test) yaitu perintah untuk menginisialisasi dan identifikasi perangkat sistem seperti CPU, RAM, VGA Card, Keyboard dan Mouse, Hardisk drive, Optical (CD/DVD) drive dan hardware lainnya pada saat komputer mulai booting.

BACA JUGA:  Raja Kudungga Menganut Agama Apa?

Cara Kerja BIOS

Cara kerja BIOS adalah dimulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam proses ini kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis hardisk dan kapasitasnya dan sebagainya. BIOS kemudian akan mencari, menginisialisasi dan menampilkan informasi dari Graphics Card.

Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk dan kemudian melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan Sistem Operasi.

Operating System (Sistem Operasi)

Pengertian Sistem operasi Komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.

Sistem Operasi komputer merupakan software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori komputer, (memori komputer dalam hal ini ada Hardisk, bukan memory ram) pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu.

Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.

BACA JUGA:  Mengapa Pada Mulanya Rakyat Indonesia Menyabut Baik Kedatangan Jepang?

Perbedaan BIOS dan OS

Fungsi

Selain memiliki perbedaan pada pengertiannya atau maksud dan tujuannya, sistem operasi juga beda dalam fungsinya yaitu sistem operasi mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya.

Untuk fungsi-fungsi perangkat keras seperti sebagai masukan dan keluaran dan alokasi memori, sistem operasi bertindak sebagai perantara antara program aplikasi dan perangkat keras komputer, meskipun kode aplikasi biasanya dieksekusi langsung oleh perangkat keras dan seringkali akan menghubungi OS atau terputus oleh itu.

Sistem operasi yang ditemukan pada hampir semua perangkat yang berisi komputer-dari ponsel dan konsol permainan video untuk superkomputer dan server web. Sedangkan fungsi BIOS adalah memberikan instruksi power-on self test (POST).

BIOS akan memastikan bahwa komputer memiliki semua bagian yang diperlukan dan fungsi yang diperlukan untuk mulai startup, seperti penggunaan memori, keyboard dan bagian lain. Jika kesalahan yang terdeteksi pada saat tes, BIOS memerintahkan komputer untuk memberikan kode yang mengungkapkan masalah. Kode Kesalahan biasanya serangkaian beep terdengar lama setelah startup.

Komponen atau Bagian-Bagian

Operating System secara umum terdiri dari beberapa bagian

– Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory.

– Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi.

– Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna.

– Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain.

– Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrolnya.

– Resource Allocator. Sistem Operasi bertugas mengatur dan mengalokasikan sumber daya dari perangkat.

BACA JUGA:  Sejarah Singkat Lahirnya Agama Buddha

– Handler. Handler berperan dalam mengendalikan sistem perangkat agar terhindar dari kekeliruan (error) dan penggunaan sumber daya yang tidak perlu.

Sedangkan pada BIOS memiliki komponen yang berbeda dari Operating System / Sistem Operasi, yaitu sebagai berikut :

Komponen BIOS

1. Program BIOS Setup ynag memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi computer (tipe hard disk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja computer, dan lain lian) sesuai keinginan.

2. Driver untuk perangkat – perangkat keras dasar, seperti video adapter, perangkat input, prosessor, dan beberapa perangkat lainnya untuk system operasi dasar 16-bit (dalam hal ini keluarga DOS).

3. Program bootstraper utama yang memungkinkan computer dapat melakukan proses booting ke dalam system operasi yang terpasang.

Tampilan

Perbedaan tampilan antara Operating System dengan BIOS sangat jauh berbeda. Berikut contoh tampilan Operating system :
Windows 8

Sedangkan pada tampilan BIOS sebagai berikut :
American Megatrends Incorporated
Sesuai gambar tersebut dapat dilihat bahwa tampilan pada Operating system sangat menarik dan menggairahkan sedangkan pada tampilan BIOS terlihat kaku dan tidak menarik.

Produk

Tentu saja perbedaan ini sangat jelas dan mendasar karena beda fungsi pasti beda produk.
Jenis produk Operating System yaitu : Linux, Mac OS, Windows 2000, Windows XP, Windows server 2003, Windows Vista, Windows 7 hingga Windows 8, sedangkan jenis produk BIOS yaitu : Phoenix BIOS, Award BIOS, Award Modular BIOS dan Award Medallion BIOS.

Berdasarkan perbedaan – perbedaan yang telah kami sajikan antara Operating System dengan BIOS, dapat disimpulkan bahwa di antaranya keduanya memiliki banyak sekali perbedaan sehingga kita dapat membedakan antara keduanya secara jelas.